MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 64


__ADS_3

Acara pernikahan Kevin dan Karina sudah selesai di gelar, begitu juga dengan Revan dan Putri.


Kini mereka masih berada di hotel tempat di adakannya pesta pernikahannya.


Karina keluar dari kamar mandi usai membersihkan diri, Kevin duduk di tepi ranjang sibuk dengan ponselnya.


Sesaat Kevin menoleh ke arah Karina yang baru keluar dari kamar mandi. Lega melihat Karina sudah berpakaian lengkap sembari membuang nafasnya pelan.


Berjalan mendekati Karina semakin dekat membuat Karina takut karena ini malam pengantinnya. Tangan Kevin bertengger ke belakang Karina. Pandangan mereka beradu.


Canggung. Ya itulah yang mereka rasakan saat ini.


Kevin "geser, kau menghalangi ku," ujarnya.


Kemudian membuka lemari yang berada di belakang Karina untuk memgambil Kasur lipat yang entah kenapa ada di sana.


Karina tercengang melihatnya.


Karina "kau sudah mempersiapkan ini?"


Kevin "iya, mama papa masih disini, aku nggak bisa pindah kamar, kalau mereka curiga bagaimana," jelasnya


Karina "kau memang cerdas, haha"


Kevin "Kevin dilawan, hehe" sambil memasang kasur lipatnya dan langsung merebahkan diri di atasnya.


Karina "hmmm, Vin, aku ,,,," ragu.


Kevin "ada apa?"


Karina "bagaimana keadaan Sheena? aku ingin menjenguknya"


Kevin "dia masih belum sadar" suaranya sedih "besok saja kita ke rumah sakit, kau pasti capek setelah pesta seharian ini"


Karina "Vin ,,,,"


Kevin "hmmm"


Karina "kau masih bekerja sama dengan David?"


Kevin "ya memangnya kenapa?"


Karina "aku punya firasat buruk"


Kevin "kau pernah mengatakannya, atau kau tahu sesuatu?"


Karina "dulu orang tua angkat ku pernah menyuruh ku pacaran sama David, dan menurut ku dia nggak akan semudah itu mengajak bekerja sama, dia orangnta penuh ambisi dan sangat kasar, aku ,,,,"


Kevin "aku berteman dengan dia dari jaman sekolah dulu, mana mungkin dia mengkhianati ku, dan juga dia kakak dari sahabatnya Sheena, kau jangan berprasangka buruk padanya"


Karina "aku hanya ingin kau berhati-hati saja sama David"


Kevin " ya sudah tidur aku ngantuk, besok ada banyak hal yang harus kita lakukan, itu kemauan mama ku"


Akibat pesta pernikahan seharian tadi membuat mereka lelah dan langsung sama-sama tertidur di tempatnya masing-masing. Karina di ranjangnya dan Kevin di kasur lipatnya.


Beda dengan pasangan pengantin lainnya, yaitu Revan dan Putri. Mereka tengah asik menjadi pasangan pengantin yang bahagia.


Putri "Pi, kaki Mimi pegel nih seharian kebanyakan berdiri, pijitin" ucapnya manja.


Revan "mana sini Pipi pijitin"


Putri " oh gini ya rasanya menikah, cape ya Pi bediri terus nyalamin semua tamu yang datang, tapi Mimi seneng akhirnya kita menikah juga ya, Pi"

__ADS_1


Revan "enak nggak, dipijitin gini?"


Putri "enak, Pi, terus Pi"


Revan "iya iya sayang"


Putri "hehe, makasih suami ku"


Revan "sama-sama istri ku, cium dong" menyodorkan pipinya lalu Putri menciumnya dengan malu-malu.


Putri "pijitin terus ya, kan udah dicium"


Revan "kalau mijit terus kapan malam pertamanya Mi?"


Putri "iya sampai Mimi nggak pegel lagi"


Revan "terus nggak pegelnya kapan?"


Putri "kalau kaki Mimi udah enakan"


Revan "iya deh, demi istri ku yang sangat aku sayangi"


Putri "Nah gitu dong, itu baru suami yang baik dan sayang istri" bersorak senang.


Revan terus saja memijat kaki bagian betis Putri dengan lembut. Namanya malam pertama laki-laki mana yang tidak memiliki hasrat pada istrinya. Tapi dilihat istrinya sudah terlelap keenakan dengan pijatannya.


Revan "Mimi, malam pertama malah ditinggal tidur, ya sudah aku mau tidur juga"


Revan mencium lembut bibir istrinya dan memeluknya kemudian ia pun ikut terlelap.


------------------------------


Makan siangnya tidak Al sentuh sedikit pun, dirinya frustasi dan tak sanggup menanggung cobaan yang sedang menimpanya. Kakinya lumpuh dan istrinya terbaring koma.


Bunda Lien datang membawa makanan kesukaannya tapi Al tetap tidak menyentuhnya. Nafsu makannya hilang karena Sheena belum menunjukan kemajuan sama sekali sampai sekarang.


Bunda Lien "Nak, kamu harus makan, kamu juga harus banyak makan biar kamu bisa cepat sembuh dan bisa berjalan lagi" bujuknya.


Al "tidak Bund, Al tidak bisa makan kalau kondisi Sheena masih seperti ini tidak ada kemajuan apapun"


Bunda Lien "tapi kamu juga harus menjaga kesehatan tubuh kamu, supaya kamu bisa kuat menjaga Sheena"


Al "dengan kondisi aku yang seperti ini aku tidak bisa menjaga Sheena lagi, aku sudah gagal menjaganya"


Bunda Lien "musibah tidak ada yang tahu Nak, kau harus tabah dan sabar, kalau kau seperti ini bagaimana bisa menguatkan Sheena"


Al "Sheena wanita yang kuat dia pasti bisa melewati semuanya"


Bunda Lien "kalau kau yakin Sheena wanita yang kuat lalu kenapa kau bisa selemah ini, kau juga harus kuat dan memberiny kekutan lebih untuk dia bisa sembuh dan bangun dari komanya"


Al "ya, aku memang lemah dan tak berdaya dengan keadaan ku sekarang yang lumpuh dan melihat istri ku terbaring dan belum juga sadarkan diri" lirih dalam hatinya.


Bunda Lien "eh ni anak malah ngelamun, Bunda mau ke kantor dulu ada banyak urusan yang harus di selesaikan dengan Deon, kamu tidak apa kan sendiri dulu?"


Al "iya bund, maaf banyak merepotkan bunda, sampai masalah kantor sekarang bunda juga yang urusin"


Bunda Lien "itu juga kan perusahaan bunda, tapi bunda ingin kamu cepat sembuh biar bunda bisa pensiun"


Al hanya tersenyum.


Bunda Lien "ya sudah bunda pergi dulu, kamu baik-baik ya"


Al mengangguk. Bunda Lien pergi ke kantornya.

__ADS_1


Al menggerakan kursi rodanya menuju kamar Sheena.


Tidak banyak yang bisa dilakukannya selain berdoa dan menatap wajah istrinya yang seperti tertidur sangat nyenyak.


Wajahnya masih terlihat cantik, walau tubuhnya menjadi sangat kurus. Rambutnya masih terurai, bekas luka di kepalanya sudah mulai mengering. Entah kapan Sheena akan sadar dari mimpi panjangnya.


Lama sekali Al berada di kamar Sheena.


Seseorang membekap mulut Al dari belakang, mengikat tangannya dan menutup mulutnya dengan plester. Al tidak sanggup untuk melawan karena kelumpuhannya.


Seorang laki-laki bertubuh tinggi besar memakai topi dan masker menutupi wajahnya. Al tidak mengenali laki-laki itu. Susah payah Al ingin menyelamatkan diri tapi ia kalah dengan tenaga laki-laki itu.


Seorang laki-laki lagi keluar dari balik pintu membawa kursi roda. Laki-laki itu mengangkat Sheena dan menempatkannya pada kursi roda yang dibawanya.


Laki-laki satunya lagi memasukan Al ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya.


Secepat kilat mereka membawa Sheena keluar dari kamarnya. Sheena di masukan ke bagian kursi belakang mobil lalu pergi melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.


Al yang terikat dengan mulut yang diplester tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa berteriak dalam hati dan merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan Sheena.


Al "jangan bawa istri ku,,,,, aku sangat tidak berguna, Sheena dalam bahaya dan aku tidak bisa menyelamatkannya" rintihnya dalam hati sembari menangis meratapi dirinya.


Kevin dan Karina tidak mendapatkan Sheena di dalam kamarnya.


Karina "Sheena kemana? bukannya dia masih koma?"


Kevin "aku akan tanyakan pada suster"


Belum sempat Kevin keluar ada suara dari dalam kamar mandi. Kevin dengan segera membuka pintu kamar mandi. Ketika di buka ia terkejut bukan main melihat Al terikat dengan mulutnya di plester. Kevin cepat menolongnya melepaskan plester dan membuka tali yang mengikat lengannya.


Al "Sheena di culik, cepat selamatkan dia"


Kevin "diculik? siapa yang menculiknya?"


Al "aku tidak tahu, mereka membawa Sheena, cepat selamatkan Sheena sebelum mereka pergi jauh?"


Tanpa berpikir lagi Kevin dengan cepat berlari ke parkiran namun tidak menemukan Sheena atau pun yang mencurigakan disana.


Kevin kesal, ia memukul dan menendang tembok sekeras-kerasnya sampai tangannya terluka.


Siapa yang menculik Sheena?


Dan dibawa kemana Sheena sekarang?


HAHAHAHAHAH


Seseorang tertawa keras, suaranya memenuhi seluruh ruangan. Dia adalah David.


"kenapa kau tidak mati saja karena kecelakaan itu hah? Tapi lebih baik kau seperti ini, mati secara perlahan dan melihat kau berada antara hidup dan mati itu sangat menyenangkan ku hahahaha,,,,,, dan sekarang giliran mu Kevin, Wanita sekarat ini akan menjadi umpan untuk mu HAHAHAHAH"


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


dan lagi lagi Sheena di culik....


aku pengen cepet tuntasin cerita ini dan sepertinya sebentar lagi akan selesai...


jangan marah ya kalau Sheena di culik lagi...


David dan Bianca kayaknya emang hobiny nyulik orang... wkwkwkwk


jangan lupa like comment n vote nya


terimakasih šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤

__ADS_1


__ADS_2