MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 23


__ADS_3

Rianti dan Deon turun dari mobil kemudian berjalan memasuki sebuah café. Pelayan yang berada di pintu masuk mempersilakan dan menunjukan meja untuk mereka. Setelah mendapatkan meja, mereka memesan pada pelayan.


Rianti “ada urusan apa lo nemuin gue?” sinis


Deon “karena aku ingin menemui mu.”


Seketika pipi Rianti merona mendengar itu tapi berusaha untuk menutupinya padahal Deon sudah lebih menyadari reaksi dari Rianti. Deon menyingkapkan rambut poni Rianti yang tadi menutupi keningnya yang kepentok tadi.


Deon “ini kenapa? Apa kamu baik baik saja?”


Rianti menghalau tangan Deon yang mencoba menyentuh keningnya.


Rianti “eh itu gapapa”


Deon “wait”.


Deon pergi meninggalkan Rianti bermaksud membawa kotak obat yang ada di mobilnya lalu ia kembali dengan membawa kotak obat itu.


Deon mengeluarkan obat dari kotak itu lalu mengobati kening Rianti. Jantungnya berdegub kencang pipinya sudah pasti tambah merona menerima perlakuan dari Deon.


Rianti “sudah sudah aku bisa sendiri”


Deon “diam. Biar aku saja”


Pelayan mengantarkan pesanan mereka. Deon menghentikan aktifitasnya lalu menyimpan kempali obat itu ke kotak obat.


Deon “kamu makan duluan. Aku cuci tangan dulu sebentar”


Tak lama Deon kembali, melihat makanan yang di depan Rianti masih utuh.


Deon “kenapa belum dimakan”


Rianti “gak enak makan sendiri”


Deon “jadi mau aku suapin”


Rianti “apaan si. Maksudnya kalo makan sendiri gak enak gitu.. aaduhh apa si….”


Deon tersenyum “ya udah makan, aku udah lapar”


Rianti “jujur sama gue. Apa maksud lo nemuin gue”


Deon “karena aku ingin menemui mu. Tadi aku udah bilang”


Rianti “selain itu”


Deon “tidak ada”


Rianti “hey lalu kenapa tadi lo nyulik gue, dan tahu no telepon gue dari mana?”


Deon “kalo Cuma nomor telepon itu hal yang mudah” jawabnya sombong.


Rianti “lo belom jawab kenapa lo nyulik gue”


Deon “itu perintah bos. Tapi aku bersyukur bisa nyulik kamu tadi.”


Rianti “nyulik kok bersyukur? Memang ya bos lo tuh nyebelin, dan parahnya lagi sahabat gue suka sama dia”


Deon “kalo kamu suka sama siapa?”


Rianti tercekat.


Rianti “gue gak suka siapa siapa”


Deon “yah padahal aku kira kamu suka sama aku”


Dan obrolan itu pun berlangsung sampai makan malam mereka berakhir.


---------------------------------------

__ADS_1


Hampir setiap hari Al mendatangi rumah Sheena, berharap Sheena terlihat ada di rumah itu. Tapi setelah dua tahun ini belum ada tanda tanda bahwa ada Sheena di sana.


Sebenarnya Al sudah pasrah dengan keadaan tak dapat bertemu dengan Sheena kembali. Tapi di hati kecilnya perasaannya pada Sheena begitu besar. Walaupun banyak gadis yang kerap ingin mendekatinya tapi ia tolak karena tiap harinya perasaannya terus bertambah pada Sheena.


Malam itu Al mendatangi rumah Sheena, kali ini ada pemandangan lain disana. Ada sebuah mobil terparkir tepat di depan rumah Sheena. Al memarkirkan mobilnya di sebelah mobil yang tentu saja ia tahu bahwa itu mobil milik ayah Sheena.


Al mengetuk pintu dan BI Ani keluar membukakan pintu.


Bi Ani “cari siapa den? Non Sheena nya tidak ada”


Al “iya bik saya tahu, saya hanya mampir saja kok kesini.”


Terdengar suara dari dalam rumah, yaitu suara ayah.


Ayah “siapa bik?”


Bi Ani terlihat gugup. Ayah menghampirinya.


Ayah “Al. ayo masuk lah”


Lalu Al masuk mengikuti ayah beserta Bi Ani yang turut masuk dan kembali ke dapur untuk membuatkan minuman.


Ayah dan Al duduk di ruang tengah rumah.


Al “gimana kabar ayah?”


Ayah “ kabar baik, kamu gimana Al?”


Al “seperti yang ayah lihat. Saya baik yah”


Ayah “syukurlah kalo begitu”


Bi Ani membawakan minuman dan beberapa kudapan untuk Al dan Ayah.


Ayah “makasih bik”


Yang dibalas dengan senyum dan anggukan dari Bi Ani.


Al “iya Ayah” sambil tertunduk malu tapi penuh harap.


Ayah “Sheena baik baik saja. Hanya saja perlu waktu baginya untuk kembali kesini. Ayah harap Al mengerti.”


Al “syukurlah kalo Sheena baik baik saja. Al akan mencoba mengerti dan selalu menunggunya yah”


Ayah “bagus kalo begitu. Gimana kabar bunda mu?”


Al “Bunda baik yah. Mungkin dalam waktu dekat bunda akan ke sini”


Ayah “oh ya. Sampaikan salam untuknya. Ayo minum dulu”


Al “baik yah, nanti Al sampaikan”


Kemudian Al menyeruput minumannya dan memakan beberapa kue yang sudah dihidangkan di meja. Tak lama kemudian Al pamit untuk pulang.


Al merasa lebih baik mendengar kabar Sheena yang baik baik saja langsung dari ayahnya.


----------------------------------------


Deon berpamitan pada orang tua Rianti karena dirasa sudah malam. Rianti mengantarnya sampai depan mobilnya.


Rianti “terimakasih sudah mentraktir ku tadi”


Deon mengerutka dahinya seperti keheranan.


Rianti “kenapa?”


Deon “ biasanya bilang gue elo. Tapi barusan. Coba katakana lagi”


Rianti “gak ada siaran ulang”

__ADS_1


Deon “yah” dengan nada kecewa.


Rianti “terimakasih”


Deon tersenyum sambil mencubit hidung Rianti.


Deon “sama sama nona cantik”


Jelas saja rianti tersipu malu mendengarnya.


Deon “lain kali bolehkan aku ngajak kamu keluar lagi?”


Rianti “emangnya siapa yang larang?”


Deon “berarti boleh yaa”


Rianti hanya tersenyum.


Deon “oke kalo gitu saya pulang duu nona, selamat malam dan cepat sembuh” sambil mengusap kening Rianti yang tadi ia obati.


Rianti “oke. Hati hati dijalan tuan. Selamat malam juga”


Deon masuk ke dalam mobil kemudian melajukan mobilnya meninggalakan rumah Rianti. Rianti memandang belakang mobil Deon sampai tak terlihat lagi.


Rianti masuk dan langsung menuju kamarnya. Dicari ponselnya untuk menghubungi Sheena.


Rianti : halo, lagi ngapain siii tuan putri lama amat angkatnya.


Sheena : sorry sorry. Tadi gue lagi di kamar mandi. Ada apa lo jam segini telepon gue?


Rianti : Sheen, tadi gue dinner sama Deon.


Sheena : Whaaaaaattttt. Lo dinner sama orang yang nyulik lo? Gak salah denger gue?


Rianti : biasa aja kali ngomongnya, kuping gue sakit tahu. Iya gue tadi dinner sama Deon.


Sheena : oke oke biarkan gue bernafas dulu buat ngilangin kekagetan gue


Rianti : lebay lo, dia nyulik gue juga karena lo tahu. Gara gara pa dokter lo itu yang pengen tahu kabar lo.


Sheena : heheh.. terus gimana nih yang udah dinner.


Rianti : ya gak gimana gimana si. Orang Cuma dinner doang.


Sheena : wah gak asik nih orang, masa curhatnya Cuma gitu doang.


Rianti : untuk sementara gitu aja dulu tar di sambung lagi oke..


Sheena : haha. Baiklah nona cantik.


Rianti : kok lo bilang gue nona cantik si? Tahu dari mana lo? Deon juga tadi bilang gitu ke gue.


Sheena : wah. Gue si biasa aja bilangnya. Tapi kalo Deon. Kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih.


Rianti : ahhhh udah ah. Kan gue jadi malu.


Sheena : yaelah Ri malu kayak ke siapa aja.


Rianti : haha. Iya juga si.


Sheena : Ri, lo suka ketemu Bianca gak si? Kemana si tuh anak malah ngilang ikut ikutan gue.


Rianti : Sheen gue dipanggil mama nih tar gue telepon lagi ya.


Kemudian menutu teleponnya


Sheena “kenapa si setiap nanyain Bianca, ni anak suka tutup telepon kayak menghindar gitu.” Gumamnya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


# jangan lupa lico n vote ya readers.... thanks all 🖤🖤🖤 #


__ADS_2