MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 53


__ADS_3

Setelah insiden di taman yang seseorang tiba-tiba terjatuh di pangkuannya, Kevin mendengar pembicaraan mamanya dan Dilla saat itu. Kemudian Kevin mengikuti Dilla menemui pelayan yang ia bayar untuk menaruhkan sesuatu di minuman Kevin. Semenjak itu lah Kevin mengetahui niat busuk Dilla.


Kevin berjalan memasuki ruangannya di ikuti Dilla di belakangnya.


Dilla “ini berkas-berkas yang harus anda tandatangani, Pak” ucapnya setelah Kevin duduk di kursi belakang meja kerjanya.


Kevin “berikan pada ku”


Kevin membubuhkan tandatangannya di sana di saksikan oleh Dilla yang dari tadi tidak luput memandanginya.


Kevin “bereskan barang-barang mu, kau aku berhentikan menjadi sekretaris ku” tegasnya.


Dilla “kau memecat ku? Kenapa? Apa kesalahan ku?”


Kevin “apa aku harus mendatangkan teman pelayan mu yang kau bayar untuk mencelakai ku?”


Dilla “maafkan aku, Vin, aku melakukan semua itu karena aku masih sangat mencintai mu”


Kevin “cepat angkat kaki dari sini, sebelum aku berubah pikiran dan bertindak lebih kasar pada mu”


Dilla keluar dari ruangan Kevin dan segera membereskan barang-barangnya, nnamun senyumnya menyeringai saat ia berjalan meninggalkan kantor Kevin.


Semua data penting perusahaan sudah ia pindahkan ke dalam flashdisknya, termasuk semua data yang ada di komputer Kevin dan kemudian menghapusnya. Sangat mudah untuknya melakukan semua itu, karena ia mempunyai akses untuk membuka semua data penting perusahaan.


Dilla “kau akan menyesal sudah memecat ku” dalam hatinya lalu terus berjalan keluar dengan membawa kotak yang berisi barang-barangnya.


Kevin masih duduk terpaku di meja kerjanya, sekilas ia mengingat bagaimana ia bisa mengetahui Dilla bisa sejahat itu padanya.


Kevin “kalau Dilla akan memberi ku obat tidur di minuman ku, berarti seseorang yang terjatuh di pangkuan ku itu, dia sudah menyelamatkan ku, siapa dia? Sepertinya aku mengenalnya” sembari terus mengingat kejadian di pesta malam itu.


Lamunannya buyar saat suara ketukan pintu terdengar beberapa kali.


Rupanya Revan menemuinya.


Revan “apa aku harus ketuk pintu terlebih dahulu untuk menyadarkan lamunan mu, Bang?” godanya.


Kevin “kau, ada apa kau kesini?”


Revan “Bang, bantu aku”


Kevin “bantu untuk?”


Revan “Putri memutuskan hubungan, dia ingin kami menikah secepatnya tapi aku belum siap, aku sangat mencintainya, bantu aku balikan lagi dengannya, bantu aku” jelasnya


Kevin “itu artinya kau harus menikah”


Revan “tapi aku belum siap, bang”


Kevin “berarti kau tidak sungguh-sungguh mencintainya”

__ADS_1


Revan “aku sungguh-sungguh Bang, tapi tidak untuk menikah sekarang”


Kevin “katakan itu sama Putri”


Revan “sudah,Bang, tapi dia malah pergi”


Kevin “ya buktikan kesungguhan mu kalau begitu”


Revan “harus dengan cara apa membuktikannya? Menikah?”


Kevin yang sedang diajak bicara malah sibuk dengan ponselnya, membuat Revan kesal.


Revan “Bang, kau malah asik chat sama orang lain, ah sudah lah aku pergi”


Kevin “kemana?”


Revan “keruangan ku lah, kemana lagi,” kesalnya.


------------------


Layar monitor menyala di depannya, tangannya sibuk mengetikkan sesuatu dengan papan keyboardnya. Dengan menyibukan dirinya Putri harap bisa sedikit melupakan Revan, tapi tetap saja tidak berjalan sesuai rencananya. Tetap saja ia sering melamun dan kadang sampai menangis bila mengingat Revan yang tidak mau menikahinya.


Walaupun hubungan mereka belum lama, tapi Putri mendambakan hubungan yang serius sampai jenjang pernikahan bersama Revan. Namun ternyata kenyataannya malah sebaliknya, Revan tidak mau secepatnya menikah.


Matanya masih terlihat membengkak walaupun ia tutupi dengan kacamatanya, setiap malam ia menangisi keputusannya untuk mengakhiri hubungannya.


Sheena “kamu baik-baik saja, Put?” melihat assistennya yang setiap hari terlihat bersedih.


Sheena “nggak, ini sudah waktunya makan siang, kamu nggak akan makan siang?”


Putri “aku lagi nggak selera makan”


Sheena “kamu harus makan, cepat ikut aku, temani aku makan siang”


Putri “tapi, Buk”


Sheena “ini perintah, nggak ada tapi tapian”


Putri menuruti perintah Sheena, mereka makan siang di restoran dekat kantor.


Sheena “kamu belum cerita, kenapa kamu nangis kemarin”


Putri “aku sudah putus sama Revan”


Sheena “benarkah?”


Putri “hmmm”


Sheena “mungkin belum jodohnya, kalau memang sudah jodoh juga nggak akan kemana”

__ADS_1


Putri menangis lagi dan memeluk Sheena.


“ada apa nih peluk-pelukan gini” sela Rianti yang tiba-tiba saja ada menghampiri mereka.


Sheena “lo kesini juga, ini ada yang baru putus”


Rianti “iya tadi gue ke kantor lo, eh tahunya liat mobil lo keluar ya udah gue ikutin, putus kenapa?”


Sheena menggelengkan kepalanya karena tidak tahu penyebab putus Putri dan Revan.


Rianti “sabar, ikhlas, dan tenang aja kali Put, cowok ganteng masih banyak” godanya berharap bisa menghibur Putri yang sedang patah hati.


Alih-alih terhibur Putri malah semakin mengencangkan suara tangisannya. Rianti membungkam mulutnya karena takut pengunjung yang lain meras terganggu dan malu banyak yang melihat mereka.


Rianti “daripada lo nangis malu banya yang lihatin mending cerita deh sama kita, mumpung kita lagi baik hati nih mau jadi pendengar setia” jelasnya sambil membungkam mulut Putri yang tidak memberontak sedikit pun.


Sheena “lepasin mulutnya , Ri, tarik nafas dulu terus cerita”


Putri “Revan nggak mau nikahin aku jadi aku putusin, huaaaaa” jelasnya lalu menangis lagi.


Rianti “putus tapi masih cinta itu memang sakit, sabar ya” menepuk pundak Putri.


Tangisan Putri semakin menjadi mendengar perkataan Rianti, Sheena melotot ke arah Rianti.


Sheena “udah nggak usah nangis, kalo kamu masih cinta sama obrolin lagi aja baik-baik”


Putri “dia pasti udah nggak mau ketemu sama aku” di sela-sela isak tangisnya.


Sheena “tahu darimana? Tuh orangnya ada di belakang”


Putri langsung menoleh kebelakang dan benar saja ada Revan dan Kevin sedang duduk di meja belakangnya. Sheena dan Rianti meninggalkan Putri bersama Revan dan pindah ke meja Kevin di belakang. Rupanya Sheena dan Kevin bekerja sama untuk mempertemukan mereka.


Sepasang kekasih yang sedang bersedih itu meluapkan perasaan mereka satu sama lain. Sedangkan ketiga orang yang mempertemukan mereka menikmati makan siangnya.


Kevin “Sheen, kenapa kamu nggak datang ke pesta ulang tahun perusahaan ku?” tanyanya memulai obrolan”


Sheena “hah”


Sheena dan Rianti saling bertatapan terkejut mendengar pertanyaan Kevin.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


like comment n vote nya jangan lupa yaa....


aku begadang nulis part ini... greget aja pengen cepet2 ngasih UP 😁😁...


selamat berakhir pekan...


makasih semua...

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2