MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 56


__ADS_3

David masuk bersama Putri yang mengiringinya dari pintu utama, dan kini sudah berada di ruangan Sheena.


Putri “Silahkan masuk, Bu Sheena sudah menunggu anda di dalam,” ucapnya ramah.


David mengangguk.


Sheena “Kak David, ini benar Kak David kan?” seakan tak percaya bertemu dengan seseorang yang sudah lama sekali tak ditemuinya.


David “apakabar Sheena?” ramah.


Sheena “Baik Kak, bagaimana dengan kakak?”


David “sangat baik, maaf tidak sempat hadir ke pesta pernikahan mu”


Sheena “tidak apa kak, aku mengerti kesibukan kakak”


David “tujuan ku kesini, aku ingin bekerjasama dengan perusahaan mu di proyek baru ku, aku akan membangun sebuah hotel bintang lima di pinggiran kota, dengan pemandangan alam yang asri aku yakin itu bisa jadi daya tarik wisata para pelancong untuk kesana, karena tak hanya hotel saja aku juga ingin menambahkan beberapa karya wisata dan wahana bermain di sana, bagaimana kamu tertarik?”


Sheena “hmm bagus juga, bagaimana dengan penduduk sekitarnya kak, apa mereka setuju dengan akan di adakannya pembangunan hotel disana?”


David “mereka sudah menyetujuinya, aku sudah memberikan kompensasi bagi para warga yang tanahnya terjalur oleh proyek kita”


Sheena “pasti tidak mudah meyakinkan mereka, sepertinya kau cukup pengalaman dalam hal itu”


David terus meyakinkan Sheena supaya ia mau bekerjasama dengannya, tentunya itu adalah rencana untuk memulai balas dendam yang sudah ia atur sedemikian rupa. Alhasil usahanya tidak sisa-sia Sheena menyetujui kerjasama yang diajukan David dengan perusahaannya tanpa curiga sedikit pun.


Putri baru saja datang dengan memebawakan dua cangkir yang berisi teh hangan untuk Sheena dan David. Putri meletakannya di atas meja di depan keduanya, dan mempersilakannya untuk diminum.


Pandangannya memperhatikan seluruh ruangan Sheena yang sangat mewah dengan segala fasilitas mewah di dalamnya. Lalu David tersenyum sinis namun Sheena tidak menyadari hal itu.


Sheena sibuk membuka dan membaca proposal kerjasama yang diberikan David padanya. David memang cukup pintar, dan ia pun sudah mengetahui kelemahan wanita yang sedang membaca proposal darinya.


Sheena sangat menyukai anak-anak maka dari itu David menyisipkan wahana bermain anak, dan mensejahterakan para warga sekitar dengan kata-kata yang dapat memikat hati Sheena. Tidak sulit baginya agar membuat Sheena tertarik dengan penawarannya.


Tetapi sepertinya butuh waktu untuk memikirkannya mengingat biaya yang harus di keluarkan Sheena juga cukup besar. Sheena berpikir sejenak, ada keraguan dalam benaknya. Dalam proposal itu ia melihat susunan rencana dan anggaran yang cukup apik dan terperinci dengan jelas.


Secara logika saja tidak ada yang akan semudah itu dalam membangunkan hotel dan karya wisata di pinggiran kota apalagi tempatnya terpencil. Namun keraguan itu di tepisnya karena dilihat dari penguasaan bisnis David yang cukup sukses dalam hal pembangunan seperti ini.


David “bagaimana?”


Sheena “aku sedikit ragu, tapi aku percaya sama kakak, pasti kakak sudah mempertimbangkan segala resiko yang akan timbul nanti, bukan?”


David “oh kalau itu tentu saja aku sudah memikirkannya matang-matang, kau tenang saja”

__ADS_1


Sheena “baiklah kak, aku setuju untuk bekerjasama dengan kakak”


David “baik, kalau begitu besok atau lusa aku akan datang kembali untuk menyiapkan kontrak kerja samanya”


Sheena “aku tunggu kak”


David “aku pamit, karena masih ada urusan lain yang harus aku selesaikan”


Sheena mengantarnya sampai lobi, lalu kembali ke ruangannya.


David “ternyata mudah sekali membuat mu masuk ke dalam perangkap ku, Sheena” dalam hatinya memandang sinis ke arah Sheena yang berjalan menjauh membelakanginya.


Putri “beruntung sekali kita di ajak kerjasama langsung dengannya, padahal banyak sekali yang mengantri ingin bekerjasama dengannya, mereka sangat pemilih dengan rekan kerjasamanya,”


Sheena “benarkah?”


Putri “ iya, teman ku bekerja di perusahaan besar tapi perusahaan mereka ditolak untuk kerjasama”


Sheena “ya sudah bereskan meja mu ayo kita pulang, sudah hampir gelap, suami ku bentar lagi jemput”


Putri mengangguk lalu membereskan pekerjaanya.


--------------------


Karina “siapa yang akan kau temui?”


Kevin “seorang teman”


David tidak terkejut melihat Kevin sedang bersama seorang wanita, karena semua informasi tentang Kevin sudah ia dapatkan dari Dilla. David berjalan mendekat ke meja yang di diami Kevin dan Karina. Tapi alangkah terkejutnya David bahwa yang duduk di sebelah Kevin adalah Karina gadis yang pernah berkencan dengannya karena alasan bisnis keluarga gadis itu. Tapi semua berakhir setelah Pak Tio berhasil bangkit lagi dari keterpurukannya.


Karina sama terkejutnya saat melihat bahwa teman yang dimaksud Kevin adalah David. Mereka bersalaman saat Kevin memeperkenalkannya, mereka pura-pura tidak saling mengenal dihadapan Kevin.


Dengan tujuan yang sama David bermaksud akan menawarkan kerjasama dengan Kevin, dengan bekal kelemahan perusahaan Kevin pasti dengan mudah Kevin akan menerima kerjasamanya.


Sama seperti pada Sheena, David menjelaskan dan mengeluarkan triknya untuk membuat Kevin tertarik untuk bekerjasama. Namun ternyata tidak semudah yang dibayangkan David, Kevin beberapa kali mengatakan kata penolakan. David terus berusaha meyakinkan Kevin.


Hingga akhirnya ia mengeluarkan jurus pamungkasnya. Kevin belum sepenuhnya melupakan Sheena walaupun Sheena sudah menikah dengan orang lain, dapat dikatakan kalau Kevin masih mencintai Sheena pikir David.


David “kalau kau menolak, aku akan mencari perusahaan lain dengan Sheena, tadi kita sudah menyepakati untuk bekerjasama”


Kevin “Sheena menyetujui untuk bekerjasama?”


David “iya, sebelum kesini tadi aku ke kantor Sheena untuk membahas kerjasama dengannya”

__ADS_1


Kevin berpikir keras, tapi ini kesempatannya untuk sering bertemu dengan Sheena. walaupun mereka tidak berjodoh dengan melihat Sheena saja itu sudah cukup membuatnya bahagia.


Kevin “karena aku juga ingin mengembangkan bisnis ku, aku akan bekerjasama dengan mu di proyek ini” ucapnya.


David “tidak lama lagi kalian akan hancur” bersorak penuh kemenangan dalam hatinya.


Suasana hati Karina tidak karuan, ia takut masa lalunya dengan David akan dibongkarnya pada Kevin karena ternyata mereka berteman.


Kevin mengangkat teleponnya keluar kafe karena di dalam kafe terlalu berisik, meninggalkan Karina dan David berdua.


David “jadi kali ini kau akan memeras Kevin? Tidak akan ku biarkan kau mendapatkan sepeser pun darinya”


Karina “apa yang kau katakan, aku tidak memerasnya”


David “jangan mengelak aku sudah tahu kartu keluarga mu, nona. Kau dijodohkan hanya karena untuk menyokong perusahaan papa mu, menyedihkan” celanya.


Karina “kau ,,,”


Karina menghentikan kalimatnya karena melihat Kevin kembali.


David “aku masih ada urusan besok atau lusa kita adakan meeting bersama dengan Sheena di kantor ku”


Kevin “ku tunggu kabar selanjutnya”


David pergi berlalu meninggalkan keduanya.


Karina “kau benar-benar menyetujuinya?”


Kevin “ya” singkat.


Karina “pikirkan lagi, aku punya firasat buruk”


Kevin “hey, David teman ku mana mungkin dia berbuat yang tidak baik pada ku”


Karina tahu Kevin menerima kerjasama itu karena Sheena, tidak memikirkan hal lain di dalam kerjasamanya dengan David. Cinta memang menbutakan segalanya.


Lagi-lagi David bersorak semua rencananya berjalan lancar, hanya tinggal sedikit lagi balas dendamnya akan segera terbalaskan.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


hay semua gak bosen bosennya aku ingetin buat like comment n vote karena dukungan kalian sangat berarti buat aku...


dan terimaksih banyak untuk yang selalu mendukung cerita ini sampai sekarang....

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2