MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 30


__ADS_3

Kevin keluar dari kamarnya, saat di depan meja makan ia menoleh ke atas meja ada hidangan tersaji untuknya tapi ia abaikan. Bianca berusaha keras menjadi istri yang baik untuk Kevin tapi dirinya selalu salah di mata Kevin. Meski begitu ia tak pernah menyerah untuk membuat Kevin menyadari bahwa cintanya begitu besar.


Bianca “kak, sarapan dulu. Aku udah....”


Kevin “aku sarapan dikantor” memotong kata kata Bianca.


Bianca “oh” mengangguk tersenyum .


Kevin beranjak pergi ke kantornya. Lagi lagi di atas meja kantornya ada kotak berisi makanan untuknya. Tidak lupa ada notes diatasnya.


“semangat kerjanya !!”


Kevin tersenyum. Ia langsung membukanya dan memakan isi kotak itu. Bianca melihatnya dibalik kaca, memperhatikan Kevin dari jauh tanpa suaminya sadari. Hanya itu yang bisa Bianca lakukan untuk suaminya, dengan begitu ia bisa melihat senyum di wajah suaminya. Setelah menyaksikan itu ia pergi.


------------------------


Ponsel Sheena berdering Al meneleponnya, dengan sigap ia mengangkat telepon dari Al.


Al : haloo tuan putri ku, lagi apa?


Sheena : lagi merindukan pangeran


Al : oh ya. Aku juga sangat merindukan mu sayang.


Sheena : udah makan ?


Al : belum


Sheena : kenapa belum makan? Ini udh jam berapa kamu belum makan.


Al : makannya pengen di suapin kamu, boleh?


Sheena : jangan lebay deh. Kita kan lagi jauhan sayang. Kalo lagi disini pasti aku suapin.


Al : bener ya pasti di suapin.


Sheena : iya


Sheena terperanjat kaget ada yang memeluknya dari belakang dan itu Al.


Sheena “sayang. Kok gak bilang”


Al “kejutan sayang. Tapi ada satu lagi kejutan buat kamu”


Sheena “apa itu” penasaran.


Al “nanti kamu akan tahu”


Sheena “bikin penasaran aja”


Rianti “hey, hormatilah aku yang jomblo disini. Jangan pelukan di sembarang tempat.” Rianti yang sedari tadi melihat tingkah sepasang kekasih yang melepas rindu itu nampak kesal melihatnya terlebih karena ia tak melihat Deon bersama Al.


Sheena dan Al melepaskan pelukan mereka, sembari tertawa.


Sheena “makanya lo punya pacar”


Rianti “gimana mau punya pacar kalo digantung begini.”


Deon “siapa yang digantung” Deon tiba tiba datang. Jelas saja membuat raut wajah Rianti berubah seketika menjadi berbinar binar mendengar suara Deon.


Rianti “jemuran digantung” jawabnya.


Sheena dan Al tersenyum penuh arti, kemudian meninggalkan keduanya. Mereka berjalan masuk ke dalam rumah, di ruang tamu terlihat seseorang yang sedang berdiri memandangi lukisan di depannya.

__ADS_1


Sheena “bunda” teriaknya.


Seseorang itu menoleh ke arah Sheena yang memanggilnya.


Bunda Lien “sayang” memeluk sheena.


Sheena “aku kangen banget sama bunda”


Bunda Lien “iya sayang. Bunda juga kangen sama kamu” memeluk Sheena lama sambil mengelus kepalanya.


Al “udah dong pelukannya. Aku cemburu nih”


Bunda Lien “nih anak masa cemburu sama bundanya sendiri”


Sheena dan Bunda Lien tertawa.


Al “bukan gitu bun, aku juga pengen di peluk lama kaya gitu”


Bunda Lien “huh dasar”


Ayah datang menghampiri mereka.


Ayah “lien, kau disini”


Bunda Lien “ada yang harus aku bicarakan dengan mu Darwin”


Ayah dan Bunda Lien berjalan ke ruang kerja ayah meninggalkan Sheena dan Al disana.


Al memeluk Sheena dari belakang, menumpahkan rasa rindunya setelah dua hari ini tidak bertemu.


Al “jangan pernah pergi lagi dari ku. Aku hampir gila karena kehilangan mu”


Sheena membalikkan badannya menghadap Al.


Sheena “nggak akan pernah. Tpi kau harus berjanji”


Sheena “kau harus berjanji apapun yang aku lakukan kamu harus percaya sama aku. Aku selalu mencintai mu”


Al “aku janji. Aku juga sangaaaat mencintai mu”


Al mencium pucuk kepala Sheena. lalu mendaratkan ciumannya di bibir Sheena. Ciuman itu terhenti karena ada yang membuka pintu.


Ceklek


Deon “aaahhh sepertinya kita harus mencari udara segar di luar” ucapnya saat melihat bosnya menatapnya tajam.


Deon menutup pintu kembali.


Sheena “aku mandi dulu, badan ku lengket banget tadi udah main sama anak anak”


Al “ikut” suarahya sedikit manja yang dibuat buat.


Sheena “aku pukul pake gayung baru tahu rasa”


Al “dasar nenek gayung”


Sheena “apa kau bilang?”


Al “nggak sayang. Cantik, tuan putri ku, bidadari ku” Sheena tersenyum mendengarnya.


Al pergi menemui Deon sedang Sheena menaiki tangga menuju kamarnya.


Sheena masuk ke dalam kamarnya lalu membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah selesai ia keluar mengeringkan rambutnya di depan cermin. Terdengar suara yang mengetuk daun pintu jendelanya beberapa kali. Sheena terkejut ketakutan, perlahan ia berjalan mendekati jendela, dengan perasaan takut ia membuka tirai tapi tidak terlihat apapun disana.

__ADS_1


Dari belakang ada yang menepuk bahunya membuat ia semakin takut dan terkejut.


Sheena “aaaaarrgghh” teriaknya.


Rianti “lo, kenapa ketakutan gitu?”


Sheena “ada yang ngetuk jendela, Ri” masih ketakutan.


Rianti “palingan pohon yang kena angin, Sheen. Udah gak usah takut, kan sekarang ada gue di sini” mencoba menenangkan sahabatnya yang terlihat ketakutan.


Sheena mengangguk lalu melanjutkan mengeringkan rambutnya. Rianti masuk ke kamar mandi.


Terdengar lagi suara di luar jendela kamarnya, kali ini sheena benar benar ketakutan namun memberanikan diri untuk memeriksa di balik jendelanya. Perlahan ia membuka tirai jendelanya tapi tetap saja tidak ada apa apa di luar sana.


Sheena “mungkin ini hanya ketakutan ku saja” menghela nafas menenangkan diirinya sendiri.


Rianti keluar dari kamar mandi, menghampiri Sheena yang masih menyisir rambutnya.


Sheena “abis ini kita turun kebawah bantuin nyiapin makan malem buat semua ya , Ri”


Rianti “kan udah ada Bi Imah,”


Sheena “kan kasian Bi Imah nyiapin makanannya harus banyak, gapapalah kita bantuin”


Rianti “mmm. Ada yang mau gue ceritain sama lo Sheen. Please dengerin gue cerita dulu’


Sheena “itu kan bisa ntar malem kalo udah makan malem”


Rianti “ah lo kan suka beduaan sama pa dokter lo itu”


Sheena “bantuin Bi Imah dulu abis itu lo cerita’


Rianti “kalo nanti, keburu gue males ceritanya”


Sheena “emang mau cerita apa si?oh jangan jangan lo udah jadian sama Deon? Ah udah deh gue udah tahu. Ayok bantuin Bi Imah kasian”


Rianti “entar dulu. Temenin gue dulu, gue pengen cerita”


Sheena “ya udah cepetan cerita sekarang”


Rianti “heheh,”


Sheena “ehhh malah cengengesan. Buruan mau cerita apa lo?”


Rianti “emmmm jadi gini... emmmm”


Sheena “aammm emmm aammm emmm... mau cerita apa sii. Gak jelas deh”


Rianti “heeehee... ya udah deh tar aja ceritanya. Sekarang kita turun ke bawah yuk”


Sheena “emang gak jelas nih anak” kesalnya.


Sheena dan Rianti kelua dai kamar lalu turun menuju dapur. Namun Bi Imah tidak ada di sana, suasna dalam rumah mendadak sepi, padahal tadi ada banyak orang di sana. Ayah, Bunda Lien, Al, Deon tidak ada yang menunjukan kebeadaannya.


Tiba tiba listik di rumahnya padam, suasana menjadi gelap gulita hanya terlihat cahaya dari luar kaca.


Sheena “Ri. Gue takut” suara ketakutan setengah menangis.


Rianti “orang oang pada kemana lagi nih”


Seseorang membekap mulut Sheena dan mengunci tubuhnya, sontak Sheena berontak namun tak kuasa karena tenaganya tidak sebanding dengan orang itu.


Rianti “Sheen, Sheen, Sheenaa” Rianti memanggilnya karena dirasa menghilang dari sebelahnya. Sheena mendengar panggilan Rianti namun karena mulutnya di bekap ia hanya bisa pasrah.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


#jangan lupa like comment n vote nya ya.. terimakasih 🖤🖤🖤#


__ADS_2