
Gelisah, keringat bercucuran tubuh mengejang dengan nafas yang terengah-engah dan mata yang masih terpejam.
“KEVIIINN” teriak Sheena terbangun dari mimpi buruknya.
Nafasnya masih naik turun, Sheena mengusap keringat yang membasahi keningnya. Al keluar dari kamar mandi, mengerutkan dahinya melihat Sheena yang terengah-engah seperti habis lari maraton.
Al “kamu kenapa sayang? Kok ngos-ngosan begitu” tanyanya heran dan menyadarkan istrinya.
Sheena “euh, kau sudah bangun, kenapa gak bangunin aku?” ucapnya balik bertanya.
Al “tadi kamu masih nyenyak tidurnya, kok gak dijawab aku tanya?” sembari merangkul Sheena
Sheena “aku mimpi buruk”
Al “tidak usah dipikirkan itu kan hanya mimpi, sekarang kamu mandi terus kita sarapan” yang dijawab anggukan oleh Sheena.
Gemiricik air membasahi tubuh Sheena yang masih memikirkan mimpi buruknya. Sheena melihat Kevin bersimbah darah dan terluka parah karena kecelakaan, semua orang menangisi Kevin dalam mimpinya.
Pintu kamar hotel diketuk dari luar, rupanya Deon datang membawakan serangkaian bunga dari Rossy.
Deon “sorry bos ganggu tapi ini ada kiriman dari Rossy yang tidak bisa datang kemarin di acara pernikahan mu,” ucapnya.
Al “oh ya terimakasih” sembari menerima bunga itu kemudian membaca kartu ucapan di atasnya.
Deon “sepertinya ada yang sudah berhasil semalam?” goda Deon pada Al karena melihat ada bekas darah di atas sprei.
Al “apaan kau ini” jawabnya.
Deon “itu” sembari memicingkan matanya ke arah sprei yang membuat Al langsung menutupi noda darah di spreinya.
Al “ah kau pergi pergi” usirnya menarik Deon keluar dari kamar hotel.
Deon “aahh baiklah, selamat berjuang bos”
Sheena “sayang, siapa yang datang?” tanyanya melihat suaminya baru saja menutup pintu.
Al “Deon, mengantar bunga dari Rossy” sembari menunjukan bunga yang tadi.
Sheena “wah, bagus sekali”
Setelah itu Sheena bersiap lalu mereka beranjak untuk sarapan.
Rupanya Rianti menunggu Deon di parkiran hotel, ia tidak ikut ke dalam karena tidak ingin mengganggu sahabatnya yang baru saja menikah.
Rianti “yang, kenapa senyum-senyum sendiri?” tanyanya melihat Deon yang mesam-mesem sambil masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Deon “kayaknya bos ku sudah sukses, yang” jawabnya.
Rianti “bukannya emang dia udah sukses ya, perusahaannya dimana-mana, punya rumah sakit, perkebunan, jet pribadi, apartemen, rumah, bahkan udah punya istri sekarang” jelasnya.
Deon “hehe, iya yang” mengusap kepala Rianti lalu melajukan mobilnya keluar parkiran hotel.
Rianti “kamu ini aneh” menggelengkan kepala.
--------------------
Sebuah mobil melaju memecah jalanan kota dan berhenti di sebuah gedung perkantoran. Kevin keluar dari mobil mengenakan stelan jasnya dan kacamata hitam yang menggantung ditengah dada bidangnya. Semua karyawan menganggukan kepala dan menyapanya dengan ramah sampai masuk ke dalam ruangannya.
Hari ini ia akan mewawancarai seseorang untuk menjadi sekretarisnya, karena begitu banyak pekerjaan yang belum terselesaikan Kevin sangat membutuhkan seseorang untuk membantunya.
Seorang wanita mengenakan dress hitam selutut dan blazer warna senada dengan sepatu hak tinggi sepuluh senti masuk ke dalam ruangan Kevin.
“pagi, Pak” sapa wanita itu menyapa Kevin yang sedang duduk membelakanginya.
Kevin membalikkan kursinya saat mendengar suara yang tidak asing baginya.
Kevin “Dilla” serunya.
Dilla “selamat pagi, Pak, hari ini saya di panggil untuk wawancara menjadi sekretaris di perusahaan bapak” jelasnya.
Kevin “duduk” perintahnya.
Dilla menuruti perintahnya duduk di depan meja Kevin.
Kevin “untuk apa kau melamar pekerjaan ke kantor ku?”
Dilla “Vin, aku tahu kamu pasti sangat membenci ku, tapi aku mohon sama kamu aku sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk melanjutkan hidup ku, aku sangat membutuhkan pekerjaan ini” memohon.
Kevin “lalu apa urusan ku dengan hidup mu” jawabnya dingin.
Dilla “aku minta maaf sama kamu atas kesalahan aku yang dulu, aku sangat menyesalinya. Aku tidak akan meminta mu untuk kembali lagi dengan ku, aku mohon aku sangat membutuhkan pekerjaan ini” pintanya lagi.
Kevin sempat berpikir sejenak, berhubung ia sangat mebutuhkan seseorang yang membantunya akhirnya ia merima Dilla sebagai sekretarisnya,
Kevin “baiklah kamu saya terima bekerja, tapi dengan satu syarat, jangan pernah mencampuri urusan pribadi ku” jelasnya.
Dilla “baik aku mengerti syarat yang kamu berikan, aku akan mematuhinya,” jawabnya dengan sungguh-sungguh.
Di mulai hari ini Dilla sudah mulai bekerja sebagai sekretaris Kevin, dan mereka sangat sibuk karena ada banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan.
Dilla “Pak, sudah waktunya makan siang, mau saya pesankan makanan untuk bapak?” tanyanya.
__ADS_1
Kevin “saya sudah bilang jangan ikut campur urusan pribadi saya, kamu urus urusan kantor saja, paham!”
Dilla “saya kan cuma menanyakan makan siang aja Pak” ucapnya.
Kevin “saya bukan anak kecil yang lupa makan, kalau saya lapar pasti saya akan makan” ketus.
Dilla “baik, Pak, maafkan saya”
“sensi amat” dalam hati Dilla kemudian meninggalkan Kevin yang masih di ruangannya.
Tak lama Kevin pun merasa lapar dan menghubungi Revan untuk makan siang bersamanya.
Disebuah restoran Kevin memesan menu yang ada di restoran itu sembari menunggu kedatangan Revan. Ternyata Revan pun datang bersama Putri yang langsung duduk di sebelah Kevin.
Revan “udh lama,Bang?”
Kevin “enggak, baru kok”
Revan “Bang, sudah waktunya membuka hati, dia sudah milik orang lain” ucapnya tiba-tiba.
Kevin “apa yang kau bicarakan? Aku sudah mengikhlaskannya” ujarnya.
Revan “nanti aku kenalkan dengan teman ku, pasti kau suka” ucapnya bersemangat.
Putri hanya mendengarkan kedua kakak beradik itu berbicara karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
Revan “sampai lupa, kamu mau pesan apa, Mi?” tanyanya pada Putri yang sekarang sudah mmenjadi kekasihnya.
Putri “aku mau pesan yang ini , Pi” jawabnya.
Membuat Kevin geli mendengar nama panggilan antara sepasang kekasih baru itu.
Kevin “aku sudah pesan tadi sekalian buat kalian juga” tegasnya.
Revan “aahh baiklah” sembari mengangguk-anggukan kepalanya.
Sedangkan Putri hanya menatap Revan, ia merasa canggung pada Kevin yang bersikap begitu.
Di tempat lain Dilla sedang menerima tellepon dari seseorang.
Dilla “semua berjalan dengan lancar, aku sudah resmi menjadi sekretarisnya” ucapnya pada seseorang yang berada di ujung telepon.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
jangan lupa untuk like comment n vote nya ya... terimakasih semua 🖤🖤🖤
__ADS_1