MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 34


__ADS_3

Sheena mengirimkan pesan bahwa ia akan pergi ke mall bersama kedua sahabatnya pada Al. Al berencana untuk menjemputnya kala itu, namun saat ia masuk ke dalam mall ia melihat Kevin berjalan ke meja Sheena di sebuah restoran. Al menghampiri mereka, Sheena terkejut melihat kedatangan Al yang tiba tiba ada di hadapannya.


Al “sepertinya ini waktu yang tepat untuk ku meminta maaf karena tanpa sengaja sudah merebut Sheena dari mu beberapa tahun lalu, aku harap kita bisa berhubungan baik setelah ini. Dan kami akan segera menikah” ucap Al dengan sungguh sungguh. Al menyadari akan kesalahannya pada Kevin yang sudah tanpa sengaja merebut Sheena darinya.


Kevin “tanpa sengaja kata mu” marah


Bug ……. Bug ……..


Kevin melayangkan tinjunya ke wajah Al yang langsung tersungkur, Sheena teriak histeris dan langsung menolong Al yang sudah jatuh ke lantai. Revan menahan abangnya dan menariknya pergi dari restoran itu. Bianca yang melihat suaminya ditarik Revan ke luar restoran merasa heran, ia langsung mengikutinya meninggalkan Rianti yang sedang sibuk dengan ponselnya.


DI PARKIRAN MALL


Bianca “hey, ada apa ini” tanyanya saat sudah dekat dengan kakak beradik itu.


Revan “kakak ipar, bawa dia pergi dari sini” masih menahan abangnya yang masih dikuasai amarahnya.


Kevin “tidak lepaskan aku, dia harus diberi pelajaran” teriaknya.


Revan “sadarlah, bang. Jangan terpancing emosi, ini tempat umum jangan buat keributan di sini”


Kevin “aku tak peduli” marahnya.


Bianca “sedalam itu kah perasaan mu padanya? Sampai kau tidak pernah menganggap ku. Aku jadi seperti ini karena kau yang sudah merusak hidup ku, kau pikir kau saja yang sakit? Aku juga sakit karena mu” teriak marah Bianca pada Kevin lalu masuk ke mobilnya dan langsung pergi.


Wajar saja kalau Bianca marah padanya, Kevin sadar apa yang sudah ia perbuat. Teringat dia sudah mengambil mahkota gadis itu pada malam saat ia bertengkar hebat dengan Sheena. Kevin menikahi Bianca tanpa rasa cinta, ia mencoba untuk bersikap baik padanya karena Bianca mengandung anaknya. Tapi ketika Bianca mengalami keguguran ia berubah menjadi sangat dingin padanya. Kevin merasa bersalah pada Bianca lalu mengejanya meninggalkan Revan yang masih berada di parkiran.


------------------


D APARTEMENT AL


“aaaawww” Al mengerang kesakitan saat Sheena mengobati luka di sudut bibirnya yang membiru dan sedikit berdarah.


Sheena “iya, ini pelan” sembari meniup lukanya.


Al merangkulkan tangannya kebelakang pinggang Sheena.


Sheena “kenapa kamu melakukan itu?”


Al “aku merasa bersalah karena sudah merebut mu darinya”


Sheena “tapi itu bukan murni kesalahan mu. Ya, kita sudah bersalah sama Kevin. Semoga dia bahagia dengan Bianca disisinya”

__ADS_1


Al “dan aku juga ingin bahagia dengan mu tuan putri” ucapnya sembari memeluk Sheena.


Sheena “I love you my prince”


Tanpa menjawab Al mendaratkan ciuman di bibir Sheena semakin dalam, semakin panas dan bergairah, Sheena melepaskan bibirnya karena dirasa ia sudah kehilangan nafas dan berusaha menguasai dirinya.


Sheena “tahan dulu, sayang. Sebentar lagi”


Al “aku sudah tidak tahan untuk memiliki mu seutuhnya” dengan nafas yang terengah penuh nafsu.


Perut Sheena berbunyi karena sedari tadi siang ia belum sempat mengisi perutnya, Al tersenyum sedang Sheena menunjukan jajaran giginya.


Al “sudah saatnya aku melayani tuan putri ku” ucapnya lembut di telinga Sheena.


Al berajalan ke dapurnya, memasakan spaghetti kesukaan Sheena, tak lupa dengan jus mangganya juga. Selang beberapa lama Al sudah beres dengan hidangan yang ia masak, lalau menyajikannya di meja makan.


Al “selamat makan tuan putri”


Sheena “terima kasih pangeran” kemudian dengan lahap ia menyantap makanan kesukaanya.


Karena sudah malam Al mengantarkan Sheena untuk pulang, sesampainya di depan rumah Al tidak turun dari mobilnya karena buru buru harus ke rumah sakit. Sheena keluar dari mobil Al, lalu melambaikan tangannya sampai mobil Al menjauh.


Dering ponselnya berbunyi, panggilan masuk dari Bianca.


Bianca : lo ada di rumah? Bisa keluar sebentar? Gue jemput lo sekarang.


Sheena : iya bisa, okey.


Pikirnya ia harus membicarakan permasalahan itu dengan Bianca juga karena Bianca sekarang sudah menjadi istri Kevin. Tak lama Bianca sampai di rumah Sheena, kemudian Bianca menancapkan gas mobilnya lagi bersama Sheena di dalamnya.


Mereka berhenti disebuah rumah dipinggiran kota, Sheena heran mengapa Bianca membawanya ke rumah itu.


Sheena “rumah siapa nih,?


Bianca “rumah gue”


Pintu rumah terbuka, di ruang tamu sudah tersedia makanan dan minuman seperti sudah di persiapkan.


Sheena “wah lo beneran deh, ini sii kayak mau pesta, banyak makanan gini”


Bianca “pesta akan segera dimulai, Sheen” tersenyum sinis namun Sheena tak melihatnya karena begitu terpesona dengan makanan yang menggugah selera di depannya.

__ADS_1


Sheena “Rianti gak kesini juga?”


Bianca “dia lagi jalan” jawabnya singkat.


Sheena “Bi, maafin gue ya. Karena gue lo jadi kesusahan dan harus menikah sama Kevin”


Bianca “permintaan maaf lo gak ada artinya sekarang” dalam hatinya penuh dendam dan kemarahan.


Diambilnya sebuah minuman kesukaan Sheena yaiutu jus mangga yang hanya ada satu gelas seprti sudah disiapkan khusus untuk Sheena.


Bianca “nih minum, lo suka kan?”


Sheena “suka banget” senang mendapatkan yang dia suka.


Kepalanya tiba tiba pusing, Sheena tidak bisa menjaga keseimbangan dirinya. Ia melihat Bianca menyeringai di depannya.


Sheena “Bianca” suaranya lemah kemudian ambruk terjatuh di tempat duduknya.


---------------


Esok harinya karena ponsel Sheena tidak dapat dihubungi Al langsung ke rumah Sheena untuk menemuinya tapi Sheena tidak ada di rumahnya. Al mencoba menanyakan pada Rianti tapi Rianti juga tidak bersama Sheena.


Rianti menemui Bianca dikantornya untuk menanyakan keberadaan Sheena.


Rianti “Sheena sama lo gak?”


Bianca “nggak.”


Rianti “kata orang rumah Sheena terakhir malem dia di jemput lo” tanyanya lagi memastikan.


Bianca “iya, malem dia emang keluar sama gue. Tapi dia udah pulang naik taxi. Katanya mau ke rumah Al dulu”


Rianti “terus dia kemana. Tadi Al juga nyariin Sheena. tanyain Revan, siapa tahu dia yang bawa Sheena” ucapnya mencurigai Revan karena kemarin Revan membawa Sheena di mall.


Bianca “gak mungkin deh kalo Revan yang bawa Sheena, mereka kan udah benci banget sama Sheena”


Rianti “makanya karena mereka benci sama Sheena. Gue jadi curiga sama mereka”


---------------


Sheena mulai sadar dari pengaruh obat bius yang diberikan Bianca pada minumannya. Ia membuka matanya, ia tidak tahu sedang berada dimana. Tubuhnya masih lemas karena pengaruh obat bius dari minuman itu, ia hanya bisa terbaring di ruangan itu.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


# hay readers... terimakasih untuk yang selalu membaca cerita saya sampai part ini... mohon maaf apabila masih banyak typo dan penggunaan kata yang belum sempurna.. karna ini pengalaman baru saya dalam menulis sebuah novel... terimakasih juga untuk like n commentnya... dan jangan lupa vote n bintang limanya juga ya... 🖤🖤🖤 #


__ADS_2