MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 52


__ADS_3

Seumur hidupnya Karina belum pernah merasakan kebebasan, apapun yang ia lakukan adalah atas perintah dari orang tuanya. Karina tidak pernah bisa membantah, ia selalu menuruti kemauan orang tuanya. Semua itu ia lakukan karena sebenarnya ia bukanlah anak kandung dari Pak Tio dan Bu Hana. Karina adalah anak yang di adopsi Pak Tio dari panti asuhan karena Bu Hana di vonis tidak tidak bisa hamil oleh dokter.


Satu bulan, keputusan Papa Alex sungguh membuatnya sangat terkejut. Bagaimana bisa dalam satu bulan ia harus menikah dengan seseorang yang baru ia kenal dan juga bukan seseorang yang ia cintai. Tidak, Karina harus melakukakan sesuatu pikirnya. Selama ini setiap kali ia harus melakukan hubungan atas perintah Pak Tio hanya sebatas pacaran saja, tapi bagaimana kali ini ia harus menikah? Semua ini karena bisnis, semua ini karena materi, setelah perusahaan Pak Tio kembali semuanya harus berakhir.


Kalau bukan untuk membalas budi karena keluarga Pak Tio sudah membesarkan dan mengurusnya sampai sekarang itu tak akan pernah terjadi. Tapi apalah daya ia bukanlah anak kandung mereka, mau tidak mau ia harus menuruti mereka.


Ya, kali ini ia harus memutar otaknya untuk menunda pernikahan itu.


Karina menyisir rambutnya dan membiarkannya terurai bebas di belakang punggungnya, dengan memakai dress warna gelap dan sepatu hak lima senti yang akan ia kenakan untuk pertemuan selanjutnya bersama Kevin kali ini. Selesai mempersiapkan dirinya, Karina langsung menemui Kevin yang sudah menunggunya di ruang tamu.


Di ruang tamu Kevin di temani Bu Hana sedang berbincang, entah apa yang mereka bicarakan. Pernikahan, ah tentu saja tentang itu. Kata-kata itu begitu menyesakkan jika di dengar Karina kali ini.


Karina “Ma, Karina pergi dulu ya” pamitnya setelah sampai di ruang tamu.


Bu Hana “eh kamu sudah siap toh, ya sudah hati-hati ya”


Kevin “iya tante,” ucapnya.


Mobil Kevin melaju melewati gerbang dan terus menjauh dari rumah Karina.


Karina “bolehkah aku meminta sesuatu?” ucapnya sedikit ragu.


Kevin “katakan apa itu?” tanyanya sambil fokus dengan kemudinya dan melihat kedepan.


Karina “bisakah kamu mengundur waktu pernikahan kita? Aku ingin kita saling mmengenal satu sama lain dengan benar, aku ingin menikah sekali seumur hidup ku, aku tidak mau gagal dalam pernikahan ku”


Kevin “akan aku usahakan bicara dengan papa ku”


Karina “benarkah? Terimakasih”


Kevin “aku tahu, kamu tidak mempunyai perasaan terhadap ku, dan aku pun demikian, jadi tenanglah aku tahu bagaimana perasaan mu sekarang”


Karina “ah terimakasih, kau pengertian sekali”


Kevin “tidak perlu berterima kasih, aku pun sama butuh waktu untuk ku menikah lagi”

__ADS_1


Karina “apa aku boleh bertanya sedikit tentang kehidupan pribadi mu?’


Kevin “ya tanyakan saja”


Karina “apa kau masih mencintai kekasih mu yang tidak dapat kau milik itu?”


Mendengar pertanyaan Karina Kevin membantingkan setirnya untuk memarkirkan mobilnya di sisi jalan. Kevin terdiam menatap jauh ke depan, tangannya masih memegangi setirnya erat mengepal.


Kevin “aku masih sangat mencintainya, aku sakit ia bersama orang lain, tapi sakit itu terobati dengan senyum bahagianya, kebahagiaanya adalah yang terpenting buat ku”


Karina “dia wanita yang sangat beruntung”


Kevin “lalu bagaimana dengan mu?”


Karina “papa ku mengusirnya, setelah itu aku tidak tahu dia ada dimana, aku mencarinya tapi tidak pernah berhasil menemukannya, semua kontaknya sudah tidak bisa dihubungi lagi dia sudah menghilang menjauh dari ku” ucapnya menahan air matanya namun tetap saja tidak dapat di bendungnya.


Kevin menyodorkan tisue untuk menghapus air matanya, Karina meraihnya dan langsung mengusap kedua pipinya yang dibasahi air matanya.


Kevin “perjuangkan cinta mu jika kau masih mencintainya”


Karina “lalu perjodohan kita?”


Kevin “aku akan mengurusnya, perjuangkan lah atau kau akan menyesal”


Karina “kau menyuruh ku memperjuangkan cinta ku, sedangkan kau sendiri menyerahkan cinta mu? Kenapa kau aneh sekali?”


Kevin “tidak aneh, karena aku sudah melihatnya bahagia walaupun dengan orang lain,”


Karina “cinta memang mengalahkan segalanya, jadi mau kemana kita sekarang?”


Kevin “terserah kau saja, kau yang menentukan”


Karina “kalau begitu antarkan aku ke suatu tempat”


Kevin “dengan senang hati nona”

__ADS_1


Karena perjodohan itu akhirnya mereka menjadi teman saling berbagi cerita kehidupan mereka. Akankah benih-benih cinta tumbuh diantara mereka? Tidak ada yang tahu isi hati manusia, biarkan semuanya mengalir seperti apa adanya.


-----------------


Sementara itu di tempat lain.


Putri “apa kamu enggak mau menikah sama aku?” menangis di hadapan kekasihnya merasa kecewa.


Revan “bukannya aku enggak mau menikahi mu, hanya saja aku belum siap untuk menikah di waktu dekat ini” jelasnya


Putri “apa yang membuat kamu belum siap untuk menikah? Kamu masih meragukan cinta ku, Pi?”


Revan “aku masih ingin menikmati masa muda ku, bukan meragukan cinta mu, mii”


Putri “jadi untuk apa kita pacaran kalau bukan untuk menikah?”


Revan “kita akan menikah tapi nggak sekarang”


Putri “kapan? Setelah kamu puas dengan mas muda mu? Kamu gak mengerti perasaan ku”


Revan menghapus air mata kekasihnya yang terus saja mengalir, mreangkulnya namun beberapa kali di halau oleh Putri.


Putri “kalau kamu nggak mau menikah sama aku, lebih baik kita akhiri saja hubungan kita” tegasnya lalu pergi sambil terus menangis.


Revan mengejarnya tapi tidak keburu karena Putri sudah masuk lift yang berada di ujung parkiran.


Sheena yang melihat Putri menangis menuju toilet menyusulnya merasa khawatir dengan keadaan assistennya.


Setelah berada di toilet Sheena melihat Putri dengan bercucuran air mata di depan cermin yang ada di sana.


Sheena “kamu kenpa, Put?”


Tanpa menjawab putri menghamburkan pelukannya ke badan Sheena.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


#jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak kalian yah.... like comment n vote author biar makim semangat nulis kelanjutan ceritanya.... terimakasih semuanya terimaksih banyak.... 🖤🖤🖤


__ADS_2