MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 65


__ADS_3

Di sebuah gudang tua Sheena terbaring masih dengan kondisi yang sama. Rupanya David menginginkannya untuk tetap hidup dengan masih memasangkan alat bantu pernafasan dan selang infus padanya.


Seorang perawat laki-laki suruhan David tengah membenarkan selang infusan Sheena karena darah keluar dari lengannya. Mungkin akibat dari dibawa paksa dari rumah sakit.


"Siapa gadis malang ini? Kenapa bos David menculiknya yang sedang tak berdaya? Ah sudah lah bukan urusan ku" batinnya bertanya-tanya tapi apalah ia hanya orang suruhan bosnya yang dibayar tinggi untuk melakukan tugasnya.


David "BENNY ,,,,," teriaknya memanggil perawat laki-laki itu.


Benny segera mendatangi bos yang memanggilnya.


David "bagaimana keadaan gadis itu? Pastikan dia baik-baik saja sebelum target ku datang" titahnya.


Benny "Dia mengalami syok, sepertinya karena tuan membawanya kemarin. Dari catatan medis yang tuan berikan kemungkinan dia hidup hanya dua puluh persen"


David "hahaha benar-benar sedang sekarat, kerja bagus kau menabraknya waktu itu, ku pikir dia akan mati, lanjutkan tugas mu "


Benny mengangguk lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.


Benny adalah seorang perawat di sebuah rumah sakit di daerah terpencil. Ibunya sudah sakit-sakitan dan harus di operasi ke rumh sakit besar di kota. Karena gajinya menjadi perawat tidak mencukupi untuk operasi ibunya Benny mencari pekerjaan yang lebih besar gajinya dan bertemulah ia dengan David yang menjanjikannya gaji besar. Benny akhirnya bekerja dengan David menjadi orang kepercyaan David. Ibunya dapat di operasi dan menjalani perawatan di rumah sakit besar di kota yang dibiayai oleh David.


Tapi semua itu tidaklah gratis untuk Benny, ia harus menuruti semua perintah David walupun itu melanggar hukum. Benny tidak punya pilihan asalkan ibunya bisa sembuh apapun akan dilakukannya.


Di tempat lain Kevin sedang frustasi karena belum juga menemukan Sheena. Dibantu Revan ia memeriksa kamera cctv rumah sakit saat terjadinya penculikan Sheena. Namun penculiknya begitu cerdas sepertinya mereka mematikan kamera pengawas sebelum melakukan aksinya.


Kevin membuang nafasnya kasar.


"Tuhan ku mohon jaga dia"


#flashback


Revan baru saja selesai bercinta dengan istrinya Putri. Malam pertama yang gagal karena ditinggal tidur istrinya ia lakukan di esok harinya.


Dengan nafas yang masih terengah-engah usai bercinta ia membaringkan tubuhnya di sebelah Putri.


Dering ponselnya terus menyala. Revan memgangkat ponsel menempelkannya di atas telinga.


Revan "halo Bang, ada apa? mengganggu saja" kesal.


"APA DICULIK??"


"aku segera kesana"


Menutup ponselnya dan langsung mengambil handuknya.


Putri "siapa yang diculik Pi?"


Revan "Sheena diculik Mi, ayo cepat kita kerumah sakit"


Putri menyusulnya mengambil handuk dan masuk kamar mandi.

__ADS_1


Selesai bersiap mereka keluar dari kamar, Mama Dahlia melihat mereka yang keluar dari kamarnya.


Mama Dahlia "kalian mau kemana?"


Revan "eh mama, kita mau bulan madu dong Ma"


Mama Dahlia "kemana? kok nggak bawa apa-apa?"


Revan "kita pergi dulu ya, dah mama"


Mama Dahlia "eeehh eehh nggak sabaran banget yang mau bulan madu perginya cepet gitu"


Papa Alex "namanya juga anak muda ma,"


Mama Dahlia " Kevin dan Karina mana ya, belum kelihatan, mama mu ke kamar mereka Pa"


Papa Alex "sudah jangan di ganggu biarkan mereka menikmatinya berdua, yuk kita juga nikmati kayak mereka berduaan di kamar"


Mama Dahlia "ah papa nih"


----------------------


Kevin mendapatkan pesan dari nomor yang tidak di kenal.


"CEPAT DATANG KE GUDANG TUA PINGGIR KOTA, JANGAN LAPOR POLISI DAN BICARA DENGAN SIAPAPUN, DATANG SENDIRI, ATAU NYAWA SHEENA MELAYANG"


Setelah membaca pesan Kevin langsung membawa kunci mobilnya lalu dengan cepat menancapkan gasnya menuju gudang tua.


BUG


Seseorang memukul Kevin dari belakang, Kevin tak bisa mengusai dirinya kemudian tak sadarkan diri.


Benny mendudukan Kevin di kursi lalu mengikat tangan dan kakinya. Kevin yang sudah di ikat di tempatkan di depan ranjang tempat Sheena berbaring.


David "kerja bagus, akhirnya kedua orang yang sudah menghancurkan hidup adik ku kini sudah di tangan ku" ucapnya penuh dendam.


Benny masih tidak mengetahui apa yang akan dilakukan bosnya pada kedua orang yang sudah tidak berdaya itu.


Kevin melenguh kesakitan saat ia sadar kini kedua tangan dan kakinya tengah diikat pada kursi yang dudukinya.


Kevin melihat kedepannya ada Sheena yang sedang terbaring masih dalam keadaan koma.


Kevin "Sheena," berusaha menggerakan badannya ingin mendekati Sheena tapi malah ia yang tersungkur ke lantai.


Kevin berusaha lagi untuk bangun dengan kondisi ia yang masih terikat di kursi. Berhasil ia berdiri namun seseorang menendangnya dari belakang membuat ia terjatuh lagi ke lantai.


Aaarrrrgghhhhhh


Erangan Kevin menahan sakit saat terjatuh

__ADS_1


David " bagaimana? sakit? hah"


Kevin "KAU" terkejut melihat siapa yang sudah menjatuhkannya.


David "kau terkejut, hah? tenang saja masih banyak kejutan-kejutan lain yang akan menanti mu Kevin, hahahaha"


Kevin "kenapa kau melakukan ini David?" teriaknya kasar.


David "wah wah kau tidak merasa bersalah sekali pada ku, kau sudah menghancurkan hidup ku dan adik ku."


Kevin " adik mu sudah memilih jalan hidupnya sendiri,"


David "diam kau, kalau bukan karena kau dia tidak akan mengakhiri hidupnya" ucapnya marah.


David mendekati tubuh Sheena lalu menggenggam selang bantu pernapasannya.


David "kau tahu bagaimana kalau aku sampai melepas selang sialan ini dari wanita yang sekarat ini? dia akan mati haha,"


Kevin tersulut emosi yang tak dapat ia tahan melihat David akan melepaskan selang pernapasan Sheena.


Kevin "kau boleh menyakiti ku sesuka mu asal jangan sakiti dia, jangan kau sentuh dia brengsek" ucapnya penuh emosi dan amarah.


David "hahaha, kau takut dia mati? ingat dia sudah menjadi milik orang lain dia bukan siapa siapa kamu Kevin ahahahah"


Kevin "akan aku berikan apapun yang kau mau asal jangan sentuh dia" tegasnya.


David mengeluarkan pisau kecil dari dalam sakunya lalu mengarahkannya pada pipi Sheena.


Kevin "JANGAN SENTUH DIA"


David "hahahaha, kau takut dia terluka? sampai mana ketakutan mu itu akan merasuki mu,"


David membuka alat bantu pernafasan Sheena dengan kasar. Nafas Sheena tersengal-sengal, Kevin semakin geram ia terus berteriak dan terus berusaha mencoba melepaskan diri dari ikatan yang membelenggunya.


"B*****K KAU AAAAARRRGGHHH"


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Entah berapa part lagi yang pasti ini part-part akhir cerita Sheena dan Kevin..


sebenernya pengen banget ceritanya jadi panjang lebar kali tinggi...


tapi aku takut jatoh nya kaya sinetron kalo kepanjangan...


sepertinya nggak akan sampe melebihi 100 episode deh....


makasih banget udah mu singgah dan meluangkn waktunya untuk membaca novel MEMILIKI MU ini..


jangan lupa untuk like comment n vote nya makasih semua....

__ADS_1


šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤


__ADS_2