MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 61


__ADS_3

Al terbangun seluruh tubuhnya terasa nyeri seperti kena hantaman benda keras yang mengenai tubuhnya. Tersadar ia sedang berada di ranjang rumah sakit, ia ingin mengangkat kepalanya tapi sangat sakit yang ia rasakan ia tak mampu untuk bangkit. Ingatannya melayang sewaktu pulang dari rumah sakit di perjalan Al mencoba menghindari truk di depannya dan terjadilah kecelakaan.


Al melayangkan pandangannya mencari seseorang yang terakhir bersamanya namun tidak terlihat olehnya. Al bertanya-tanya dimana istrinya semua pikiran buruk menggelayuti pikirannya. Di sebuah sofa terlihat Deon yang sedang tertidur sepertinya Deon yang menjaganya. Al ingin membangunkannya tapi begitu berat, untuk berbicara pun teras kelu di lidahnya.


Mencoba untuk menggerakan anggota tubuhnya, tapi kenapa tidak bisa yang ada hanya rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Tangan dan kakinya masih di penuhi perban dan rasa sakit menjalar di sekujur tubunya. Sheena, dimana dia?


Mencari cara untuk membangunkan Deon yang sudah terlelap dalam tidurnya, tidak sabar ingin mengetahui keadaan istrinya. Al mencoba menggerakan tangannya meraih benda yang ada di sampingnya. Berhasil, sebuah gelas terjatuh dan sontak saja Deon bangun dan melihat ke arah benda itu jatuh.


Deon terhentak mendengar suara gelas jatuh dan pecah, lebih terkejut lagi melihat bosnya yang sudah siuman setelah dau hari idak sadarkan diri. Petugas kebersihan membersihkan pecahan gelas yang Al jatuhkan atas perintah Deon. Deon berlari keluar untuk memanggil dokter. Tak lama dokter datang dan langsung memeriksa keadaan bosnya itu.


Setelah selesai memeriksa Al dokter itu mengerutkan dahinya.


Dokter “kami harus melakukan CT scan untuk memastikan keadaannya, sekarang biarkan dia beristirahat dulu,” jelasnya.


Deon “baik, dok, terimakasih”


Dokter dan perawatnya dari ruang perawatan Al.


Deon “bos apa kau ingin sesuatu?” tanyanya.


Al mencoba untuk berbicara dengan sekuat tenaga.


Al “di di ma na Shee na?” dengan susah payah ia mengatakannya.


Deon “aku akan panggilkan nyonya kesini bos”


Deon pergi keluar. Al merasa lega karena Sheena baik-baik saja dan akan Deon panggilkan untuknya.


Deon kembali tapi tidak bersama Sheena melainkan bersama Bunda Lien, Al semakin bertanya-tanya dimana Sheena apa yang sudah terjadi dengannya.


Bunda Lien “sayang, kamu sudah bangun nak” memeluk anaknya dan menangis.


Al “bu bun di diman na Shee Sheen na?” ucapnya terbata-bata masih sangat kelu lidahnya untuk berbicara.


Bunda Lien “Sheena baik-baik saja sayang, dia sedang tidur di ruangan sebelah” jawabnya masih dengan menangis.


Al merasa lega dengan jawaban bundanya, setidaknya ia tahu bahwa Sheena baik-baik saja walaupun ia sendiri tidak tahu bagaimana keadaan Sheena saat ini.


Bunda Lien memberikan Al minum.


Bunda Lien “istirahatlah, kau baru saja sadar setelah dua hari ini tidak sadarkan diri, tidak usah khawatir istri mu baik-baik saja”

__ADS_1


Al menganggukan kepalanya dan kembali tertidur.


Bunda Lien keluar ia tak mampu menahan tangisnya lagi, Deon menyusulnya mencoba untuk menenangkannya.


Deon “bunda harus tetap kuat, bund” ucapnya.


Bunda Lien masih tetap saja menangis.


Keesokan harinya Al menjalani CT scan, Deon dan Bunda Lien menunggunya di luar ruang pemeriksaan. Setelah selesai Al kembali ke kamarnya bersama Deon dan Bunda Lien.


Hari ini dari mulai Al terbangun sampai ia beres dengan segala pemeriksaan yang dilakukan dokter, ia belum juga melihat Sheena. Sekarang bicaranya sudah biasa lagi dan sudah tidak kelu dan terbata-bata lagi.


Al “bunda, Sheena mana?” tanyanya.


Bunda Lien terkejut dengan pertanyaan anaknya, deon dan Bunda Lien saling bertatapan terlihat kebingungan apa yang harus mereka katakan.


Al “bunda, Deon, kalian menyembunyikan sesuatu”


Bunda Lien dan Deon masih tetap diam.


Al “kalau nggak ada yang jawab aku cari sendiri”


Bunda Lien “sayang, Sheena, istri mu baik-baik saja”


Bunda Lien “sayang, kamu harus sembuh dulu baru nanti kamu bisa bertemu dengann Sheena”


Al “bunda tolong jangan berbelit-belit, katakan saja apa yang terjadi dengan istri ku?”


Deon “bos tenang dulu, kau baru saja sadar, dan kau harus pulih dulu”


Al “cepat katakan Sheena istriku ada dimana dan bagaimana keadaannya”


Bunda Lien menangis “Sheena, masih kritis belum sadarkan diri sampai sekarang”


Al “dimana dia? Al ingin melihatnya bund”


Al mencoba untuk berdiri namun usahanya hanya sia-sia ia tidak bisa menggerkan kakinya malah ia jadi terjatuh karena usahanya. Al menangis frustasi dengan keadaannya sekarang, Deon memabantunya untuk kembali berbarig diranjang. Bunda Lien semakin sedih melihat keadaan anaknya.


Seorang perawat datang dan mengatakan dokter ingin bicara dengan Bunda Lien, kemudian Bunda Lien keluar menemui dokter.


Dokter “jadi begini bu, ini tentang keadaan tuan Alfredo. Saya harap ibu bisa sabar dan bisa menguatkan anak ibu”

__ADS_1


Bunda Lien “ada apa dengan anak saya dok, katakan saja”


Dokter “Tuan Alfredo mengalami cidera saraf tulang belakang yang mengakibatkan kelumpuhan pada setengah tubuh bagian bawahnya, tapi itu tidak permanen, tuan Al harus menjalani fisiotherapy agar ia bisa berjalan kembali”


Bunda Lien “lalu bagaimana dengan menantu saya dok?”


Dokter “kami masih memantau perkembangannya, setelah memeriksa riwayat kesehatannya nona Sheena pernah mengalami benturan keras pada kepala sebelumnya, di tambah lagi dengan kecelakaan yang menimpanya beberapa waktu lalu, saya tidak bisa pastikan kapan ia akan sadar dari komanya, walaupun begitu kami akan terus berusaha untuk kesembuhannya”


Bunda Lien “iya, dulu Sheena pernah mengalami amnesia karena terjatuh dari jurang, apa itu akan memperburuk keadaanya dok?”


Dokter “kemungkinan hidupnya hanya duapuluh persen, sisanya kami akan berusaha semaksimal mungkin agar hal buruk tidak terjadi”


Bunda Lien “baik, terimakasih dokter, saya permisi”


Bunda Lien kembali ke kamar perawatan Al.


Al “bagaimana bunda, ada apa? Kenapa bunda sedih?”


Bunda Lien “bunda nggak apa-apa,”


Al “ayolah bund, katakan saja Al sudah siap untuk mendengarnya sekali pun itu kabar terburuk untuk Al” bujuknya.


Bunda Lien “kamu harus menjalani fisiotherapy supaya kamu bisa berjalan lagi, kamu mengalami kelumpuhan di bagian bawah tubuh mu akibat dari cedera saraf tulang belakang, mungkin mulai hari ini kamu harus pakai kursi roda dulu”


Al merasa terpukul dengan apa yang sedang menimpanya, ia megalami kelumpuhan pasca kecelakaan waktu itu. Tapi Al tetap memikirkan istrinya yang entah bagaimana keadaanya.


Al “Sheena bagaimana bunda?”


Bunda Lien “Sheena masih belum sadarkan diri, kemungkinan hidupnya hanya dua puluh persen, sekarang ia tengah berada dalam hidup dan mati” tangisnya pecah saat menjawab pertanyaan anaknya.


Al “ini salah ku tidak bisa menjaganya” mmenangis histeris.


Bunda Lien “ini salah bunda, kalau bunda tidak meminta mu untuk ke dokter kandungan ini tidak akan terjadi, maafkan bunda nak” terus menangis.


Al “tidak bunda, ini salah Al” memegang kepalanya lalu memukul-mukul kakinya yang sekarang tidak bisa digerakan.


Al terus saja menyalahkan dirinya karena tidak bisa menjaga istrinya sampai istrinya tidak sadarkan diri dan berada antara hidup dan mati saat ini.


🌷🌷🌷🌷🌷


like comment n vote jangan lupa ya

__ADS_1


terimakasih 🖤🖤🖤


__ADS_2