MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 57


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan seusai makan malam suasana hening di dalam mobil, Kevin ataupun Karina tidak melakukan percakapan apapun. Karina asik melihat pemandangan jalan di luar kaca mobil sedangkan Kevin fokus mengemudi.


Hingga sampailah mereka di rumah Kevin, keduanya keluar dari mobil lalu masuk ke dalam rumah.


Papa Alex “bagaimana persiapan pernikahan kalian, tinggal tiga minggu lagi, apa yang sudah kalian persiapkan?” tanyanya sembari mendudukan dirinya di sofa sebelah anaknya.


Kevin “pah, bisakah pernikahan ku di tunda? Aku sedang mengurus proyek baru yang tidak bisa aku tinggalkan”


Papa Alex “kenapa kau begitu egois, tanya Karina, apa dia keberatan dengan keputusan mu?”


Karina “Karin, tidak apa-apa om, Karin juga masih banyak urusan yang harus Karin selesaikan terlebih dahulu sebelum Karin menjadi seorang istri”


Papa Alex “baiklah, tapi jangan terlalu lama,”


Mama Dahlia “kenapa di tunda?” sahutnya mendengar percakapan mereka.


Kevin “masih banyak yang harus di selesaikan ma, kalau semuanya sudah selesai kami pasti akan menyegerakan pernikahan kami, iyakan, Karin?”


Karina “iya tante, kami harus menyelesaikan urusan kami dulu sebelum menikah”


Mama Dahlia “urusan apa? Kan bisa di urusnya setelah kalian menikah”


Papa Alex “sudahlah, biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka masing-masing dulu, supaya setelah menikah mereka fokus pada pernikahan mereka”


Mama Dahlia tidak bisa menyela lagi mendengar perkataan suaminya.


Revan baru saja datang, kemudian bergabung bersama mereka yang tengah duduk di ruang keluarga.


Revan “hay, semua. Sedang apa kumpul begini, nggak lagi ngomongin aku kan?” celetuknya.


Mama Dahlia “kau ini datang-datang udah kepede’an aja, mana Putri?”


Revan “Putri sudah ku antar pulang, aku ke kamar dulu, selamat malam semua” lalu pergi ke kamarnya.


Karena sudah malam Kevin mengantar Karina untuk pulang. Karina tidak percaya Kevin akan mengatakan itu pada orang tuanya, membuatnya lega bisa mendapatkan sedikit waktu untuk mengulur pernikahannya.

__ADS_1


Namun pagi harinya Pak Tio sangat marah pada Karina karena setuju untuk mengundur pernikahannya dengan Kevin. Di undurnya pernikahan Karina membuatnya bertambah lama untuk mendapatkan harta kekayaan keluarga Kevin, padahal Pak Tio dan istrinya sangat menantikan hari itu.


PLAAKKK


Suara tamparan keras terdengar. Pak Tio menampar Karina di sebabkan di undurnya pernikahannya dengan Kevin. Karina memegangi pipinya yang kena tamparan ayah angaktnya.


Bu Hana, ibu angkatnya, hanya menonton suaminya menyiksa Karina tidak melakukan perlawanan. Menggelengkan kepalanya lalu masuk ke dalam kamar tidak mau melihat pertunjukan itu terlalu lama.


Karina berlari keluar setelah mendapatkan tamparan di pipi yang menimbulkan sedikit luka di ujung bibir dan tendangan di kaki dari ayah angkatnya. Kekerasan itu kerap terjadi apabila Karina tidak mematuhi perintahnya. Dengan sedikit menahan sakit Karina berjalan , entah akan kemana saat ini dirinya tidak mempunyai teman kecuali Kevin. Mau ke tempat Kevin pun ia enggan, tidak mau orang lain tahu tentang kehidupannya yang sebenarnya.


Karina duduk di sebuah halte bis di pinggir jalan, pikirannya kosong tidak tahu apalagi yang harus ia lakukan.


Tiba-tiba mobil sedan putih berhenti di depannya, keluar seorang wanita cantik memakai baju warna cerah semakin menambah kecantikannya. Wanita itu tersenyum ke arahnya, namun senyum itu memudar saat ia melihat Karina lebih dekat. Sheena, iya wanita itu adalah Sheena, menghampiri Karina dan duduk di sebelahnya.


Sheena “kau sedang apa? Kenapa kau duduk disini dengan luka seperti ini?” tanyanya yang nampak kasihan dan heran melihat Karina yang seperti orang linglung dan sedih.


Karina “aku sedang menunggu bis”


Sheena “menunggu bis, dengan penampilan seperti ini? Kevin kemana?”


Sheena “kenapa? Kau bertengkar dengan Kevin?”


Karina “tidak”


Sheena tahu Karina sedang tidak baik sekarang, dari penampilannya saja semua orang mengetahui keadaanya tapi Karina menutupinya. Sheena sangat kasihan melihatnya.


Sheena “kalau begitu ayo ikut dengan ku” meraih tangan Karina mengajaknya masuk ke mobil.


Karina masih tidak bergeming.


Sheena “ayolah, aku juga sedang ingin jalan-jalan” ajaknya lagi.


Karina beranjak dan langsung menaiki mobil.


Sheena mengajak Karina ke rumahnya yang dulu, dan membawanya ke kamar tamu. Ia mengambil kotak P3K untuk mengobati luka di bibir Karina. Karina sedikit canggung dengan perlakuan Sheena padanya.

__ADS_1


Karina “aaawww”


Sheena “maaf, aku akan pelan-pelan”


Karina “terimakasih” ucapnya saat Sheena selesai mengobatinya.


Sheena “sama-sama, apa kamu merasa lebih baik?” yang ditanya mengangguk menjawabnya.


Pantas saja Kevin sangat mencintainya ternyata Sheena selain cantik ia juga sangat baik, pikir Karina dalam lamunannya. Lamunan itu tersadarkan saat Sheena memanggilnya berulang kali.


Sheena “Karina, kenapa melamun? Kalau kamu butuh teman bicara aku dengan senang hati akan mendengarkan cerita mu. Apa Kevin menyakiti mu?”


Karina “tidak, Kevin sangat baik pada ku, ini masalah pribadi ku”


Sheena “baiklah kalau kamu tidak mau cerita,”


Karina “boleh aku bertanya sesuatu?”


Sheena “boleh, tanyakan saja!”


Karina “apa kau masih mencintai Kevin?”


Sheena “Kevin, bagi ku kini dia adalah teman baik , cerita kita sudah menjadi masa lalu, aku sudah menikah, dan harapan ku juga dia bisa menikah dan bahagia” tersenyum memandang Karina yang sangat serius menatapnya.


Karina membalas senyumannya.


Sheena “jangan kecewakan dia, seperti aku yang sudah mengecewakannya, bahagialah bersamanya. Dia lelaki yang baik” ucapnya tulus.


Sheena "istirahatlah, Bi Ani akan mengantarkan makanan untuk mu, aku akan pergi ke kantor, kalau kau butuh sesuatu katakan saja pada Bi Ani atau Bi Imah, nanti pulang kantor aku akan menjemput mu, jangan sungkan anggap saja rumah mu sendiri" ucapnya kemudian pergi.


Karina tersenyum dan menghela nafasnya, begitu baik hati wanita yang sedang bersamanya saat ini. Walaupun ia belum lama kenal dengan Sheena tapi ia sudah merasa nyaman dan tatapan Sheena yang sangat meneduhkan jiwanya yang sedang hancur karena orang tua angkatnya.


Karina dalam hatinya “tidak Sheena, aku akan menyatukan kalian, tidak perduli kamu sudah menikah. Kalian harus bersama lagi seperti dulu"


🌸 jangan lupa untuk like comment n vote nya ya,,, terimakasih semua 🖤🖤🖤 🌸

__ADS_1


__ADS_2