
David sangat marah ketika mendengar bahwa Revan dan lainnya sedang dalam perjalanan menuju gudang tua yang menjadi penyekapan Sheena dan Kevin.
David "cepat bawa mereka ke mobil, kita pergi dari sini," titahnya pada anak buahnya.
Kevin masih lemah karena kehabisan tenaga, David tak memberinya makan dan minum dari semenjak ia menyekapnya.
Tapi David masih memperlakukan Sheena dengan baik, tidak melepaskan alat bantu pernapasan dan selang infus dari tubuhnya. Entah alasan apa yang membuatnya masih mempertahankan Sheena dengan alat medisnya.
David "Benny, kau urus wanita ini pastikan dia masih hidup, bawa dia ke mobil dengan semua alat medisnya yang menempel pada tubuhnya," titahnya lagi.
Benny "baik tuan,"
Benny membawa Sheena dengan blankar dan memasukkannya ke dalam mobil yang seperti dalam ambulan di bagian belakangnya. Kevin juga di angkat dan di masukan kedalam mobil itu bersama Sheena di dalamnya.
David "Benny kau dan dua orang anak buah ku yang lain tetap di sini, sekap mereka yang berani menggagalkan rencana ku kalau bisa siksa mereka sampai tiada ampun, lalu susul aku ke markas," lagi-lagi ia memerintahkan Benny dan anak buahnya
Mereka menganggukan kepala mendengar perintah dari bosnya.
David dan anak buahnya yang lain pergi dari gudang tua melewati jalan lain agar tidak di ketahui Revan.
David berada di mobil lain berbeda dengan mobil tawanannya. Ini kesempatan yang bagus untuk Kevin melarikan diri. Di sebelah Kevin tergeletak sebuah pisau kecil milik anak buah Davi, ia mencoba mengambilnya dengan keadaan tangan kakinya terikat. Kevin menggeser tubuh nya sedikit mendekati pisau itu.
Anak buah David memeriksanya ke belakang mobil, Kevin pura-pura tertidur lalu kembali ke kursi kemudinya untuk mengikuti mobil bosnya.
Tap,, kini Kevin sudah berhasil menggenggam pisau itu kemudian perlahan memakainya untuk membuka tali yang mengikat tangannya.
Tangannya berhasil terbuka, segera ia langsung membuka ikatan kakinya.
Dengan menggunakan tali bekas ikatannya Kevin menjerat anak buah David dari belakang.
Kevin "turuti perintah ku atau kau akan mati sia-sia !"
Yang di ancam pun menuruti perintahnya.
Kevin "terus maju ikuti mobil si b******k itu setelah ada persimpangan kau belokkan ke arah yang lain," masih terus menekankan tali di leher anak buah musuhnya itu.
"ba baik" ucapnya ketakutan.
Saat di persimpangan mobil yang membawa Kevin berbelok ke arah yang lain tanpa David sadari.
Setelah siatuasi aman dan berada jauh dari pengawasan David, Kevin menendang anak buah David keluar setelah memukulnya terlebih dahulu sampai tak sadarkan diri.
Kevin segera mengemudikan mobil ke arah rumah sakit untuk segera membawa Sheena kesana dan mendapatkan perawatan yang semestinya lagi.
__ADS_1
Kevin "tetaplah baik-baik saja dan tetaplah hidup," dalam hatinya lalu Kevin memejamkan matanya.
Dengan segenap tenaga yang masih tersisa ia terus berusaha berkendara aman membawa Sheena sampai ke rumah sakit.
Tepat di depan rumah sakit Kevin menginjakkan remnya dan terkulai lemas kepalanya tepat terjatuh di tombol klakson mobil. Petugas keamanan dan beberapa petugas rumah sakit berdatangan memeriksa mobil yang tiba-tiba datang dengan terus berbunyi.
Kevin dan Sheena di bawa ke bagian Unit Gawat Darurat rumah sakit oleh beberapa petugas di sana. Mereka segera ditangani tim medis untuk mendapatkan pertolongan.
------------------
David sangat kesal dan marah mendengar kabar bahwa polisi telah berada di gudang tua tempat persembunyian sebelumnya.
Yang lebih membuatnya sangat murka Kevin berhasil meloloskan diri bersama Sheena.
David segera melarikan diri, sebelum petugas kepolisian mengejarnya.
Di gudang tua kini sudah banyak petugas polisi yang berjaga di sana. Revan, Putri, Deon dan Karina sudah di selamatkan. Dan sekarang sedang ditangani petugas medis untuk memastikan mereka tidak mengalami trauma dan kekerasan fisik
Karina masih tidak percaya bisa bertemu Benny di situasi genting dan tidak tepat. Dan kenapa Benny berkomplot dengan David untuk melakukan semua ini. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benaknya.
Rianti dan Al tiba bersama dengan tim kepolisian. Mereka langsung menghampiri temannya yang sedang di periksa tim medis.
Rianti "Yang, kamu nggak apa-apa kan? dimana Sheena dan Kevin?" menghampiri kekasihnya.
Rianti "terus sekarang Sheena dimana?" tanyanya lagi.
Deon "belum tahu sayang, polisi sedang melacak keberadaan mereka, dan David berhasil melarikan diri," jelasnya.
Rianti menangis karena di dapati sahabatnya belum juga di temukan. Deon merangkulnya.
Al "Kita terlambat menyelamatkannya," menutup wajah dengan kedua tangannya penuh frustasi.
Al "kamu dimana sayang? semoga kamu baik-baik saja dimana pun kamu berada, aku sangat tidak berguna," ucapnya sedih dan menangis menyalahkan dirinya yang kini sudah tidak bisa berbuat apa-apa untuk istrinya.
Al memukul - mukul kakinya sembari menangis meratapi keadaannya yang lumpuh.
Deon "Kita akan terus berusaha mencari istri mu bos, sabar lah sedikit lagi, dia pasti baik-baik saja," ucapnya berusaha menenangkan bosnya.
Karina "Sheena baik-baik saja, tenang lah!" tiba-tiba ia membuka suara berharap Al tenang dan tidak terus meronta menyalahkan dirinya.
Al "Darimana kau tahu dia baik-baik saja, hah? kau sendiri disekap oleh penjahat itu," teriknya pada Karina.
Karina terdiam.
__ADS_1
Deon "sudahlah bos, sebaiknya sekarang kita pulang dan memikirkan bagaimana bisa menemukan istri bos selanjutnya,"
Deon dan Rianti membawa Al ke dalam mobil dan langsung pergi dari sana dengan di kawal polisi.
Begitu juga dengan Putri dan Revan.
Semua barang bukti yang di temukan di bawa oleh polisi untuk menjadikan petunjuk dan dijadikan bukti untuk menjebloskan David ke penjara.
Keesokan harinya Revan mendapat kabar bahwa Sheena dan Kevin tengah berada di sebuah rumah sakit.
Revan segera mendatangi rumah sakit itu.
Kevin sedang duduk di samping ranjang Sheena yang sedang berbaring. Tubuhnya penuh luka dan memar tapi sekarang kondisinya sudah membaik setelah pertolongan medis kemarin.
Revan mendekatinya.
Revan "Bang, kau baik-baik saja?" memeluknya dan menepuk punggungnya.
Kevin "aku baik-baik saja,"
Putri segera memeluk tubuh Sheena yang berbaring di ranjangnya.
Putri "Sheena, syukur kau masih hidup," tangisnya pecah.
Revan "Bagaimana keadaannya?" menanyakan keadaan Sheena.
Kevin "Dokter bilang ada kemungkinan dia akan sadar sangat lama karena mengalami trauma, walaupun keadaannya tidak sadar tapi Sheena bisa mendengar apa yang terjadi di sekelilingnya. Kita harus sering mengajaknya bicara dan menyemangatinya untuk sembuh agar Sheena cepat sadar," jelasnya.
Revan dan Putri mengangguk.
Tak lama Al, Deon dan Rianti juga datang.
Al langsung menghampiri tubuh istrinya yang masik terbaring belum sadarkan diri juga. Ingin hatinya memeluk istrinya tapi apa daya ia hanya memakai kursi roda sulit untuk memeluknya.
Tangan Sheena terus di genggamnya, Al sangat merasa bersalah dan menyesal karena tidak bisa menjaga Sheena.
Semua orang keluar untuk memberikan kesempatan Al bisa bersamadengan Sheena, termasuk Kevin juga keluar dari sana.
Al "Maafkan aku yang sudah tidak berguna ini, aku tidak bisa menjaga mu dengan baik. Maafkan aku sayang," lagi lagi tangisnya pecah meratapi kenyataan hidupnya.
š·š·š·š·š·š·š·
jangan lupa like comment n vote nya readers..
__ADS_1
terimakasih š¤š¤š¤