MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 48


__ADS_3

Mama Dahlia “mama sudah angkat tangan sama kamu Kevin, mau sampai kapan kamu begini terus? Usia mu sekarang sudah menginjak kepala tiga, kamu tidak mau punya istri lagi?”


Kevin “iya, ma”


Mama Dahlia “apa kata mu? Iya? mama nggak habis pikir sebenarnya apa yang ada di pikiran mu? Mama sudah tua Kevin mama hanya ingin melihat anak-anak mama bahagia punya kehidupan berumah tangga punya istri punya anak itu saja, lantas kenapa kamu mau menduda terus”


Kevin “iya, ma, Kevin tahu itu, Kevin juga lagi berusaha mewujudkan keinginan mama, punya istri, punya anak, dan hidup bahagia”


Mama Dahlia “ tunggu tunggu kamu terlihat berbeda, penampilan mu sedikit berbeda, apa kamu sedang jatuh cinta? Siapa wanita itu? Siapa? Bawa kemari kenalkan sama mama”


Mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi, kini Kevin sudah tidak bisa menjawabnya hanya menggelengkan kepala lalu pergi meninggalkan mamanya yang masih penasaran karena pertanyaannya belum terjawab.


Mama Dahlia “Kevin, Keviiiiinn” panggilnya namun anaknya tak menghiraukannya.


“mama kan pengen tahu kekasih baru kamu” ucapnya kesal.


Papa Alex “ada apa sii, ma?” tanyanya heran melihat istrinya yang sedang menggerutu kesal.


Mama Dahlia “anak mu itu, urusin, masa nggak mau nikah lagi” keluhnya.


Papa Alex “ ya sudah biarkan saja, papa punya rencana buat Kevin”


Mama Dahlia “rencana apa?”


Papa Alex membisikan sesuatu di sebelah telinga istrinya, kemudian mereka saling bertatapan dan tersenyum penuh arti.


---------------------


Karena Al pergi keluar kota Sheena memutuskan untuk pergi ke kantornya, ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan. Putri sudah berada di mejanya menyambut kedatangan ibu direkturnya.


Putri “pagi, Bu”


Sheena “pagi, Putri, bawakan aku berkasnya ke ruangan ku dan tolong periksa jadwal ku yang mungkin bisa aku kerjakan minggu ini” perintahnya.


Putri “baik”


Tidak perlu waktu lama Putri sudah membawa semua berkas yang Sheena minta dan membawanya ke ruangan direkturnya.


Putri “ini, Bu, oh ya di undang ke pesta ulang tahun perusahaan Pak Kevin nanti malam”


Sheena “pesta ulang tahun perusahaan Kevin?”


Putri “iya, Bu Sheena mau datang?”


Sheena “sepertinya aku harus ijin sama suami ku dulu”


Putri “ baik, kalau begitu saya kembali ke meja saya”


Hanya anggukan yang dijawab Sheena, lalu ia berkutat dengan tumpukan kertas yang ada di hadapannya. Setelah selesai dengan tumpukan kertas di atas mejanya, ia mencari ponselnya untuk menghubungi suaminya.


Sheena : halo, sayang kamu bisa pulang cepat tidak?

__ADS_1


Al : ada apa sayang, kamu kangen ya sama aku? Iya aku akan pulang cepat kalau kamu mau.


Sheena : kalau kangen itu sudah pasti, aku di undang ke pesta ulang tahu perusahaan Kevin nanti malam, apa aku boleh datang, tentunya aku ingin datang bersama mu nanti malam


Lama Sheena menunggu jawaban suaminya yang mungkin sedang berpikir diujung sana.


Al : baiklah aku akan pulang sebelum jam enam sore, kita pergi ke pesta bersama.


Sheena : makasih sayang, sun sayang buat suami ku


Al : sun sayang juga buat istri ku


Kemudian menutup teleponnya dan melanjutkan pekerjaannya.


Sore harinya Sheena pulang lebih awal, ia akan bersiap untuk menghadiri pesta bersama suaminya.


Sheena “Put, kau juga pasti datang kan ke pesta nanti”


Putri “nggak tahu, Revan masih di luar kota sepertinya dia tidak akan datang ke pesta”


Sheena “mmm, baiklah, aku pulang ya”


Putri “iya, Bu”


Di perjalanan pulang Rianti meneleponnya.


Sheena : iya Ri.


Sheena : yaahh, Ri, aku di undang Kevin datang ke pesta ulang tahun perusahaannya.


Rianti : jadi lo di undang juga?


Sheena : iya, gue mau datang sama Al nanti.


Rianti : hmmm, kalo lo sama Al berarti Deon juga bisa datang bareng gue dong?


Sheena : iya dong cantik nanti kita datang barengan aja gimana?


Rianti : okay


Mereka pun menutup percakapan teleponnya.


Rianti “haduh, gue belum dapet pasangan buat Kak Kevin, gue harus kasih tau dulu Kak Kevin semoga dia nggak marah sama gue” lalu ia mengirimkan pesan untuk Kevin.


-------------------------------------


Namun setelah pukul enam sore Al dan Deon tak kunjung datang, Sheena sangat cemas menunggunya yang belum datang juga. Ternyata Al terjebak kemacetan parah di perjalan pulang dan tidak akan bisa sampai tepat waktu malah tidak tahu akan sampai jam berapa. Al mengijinkan Sheena untuk datang di pesta itu asalkan bersama dengan Putri dan Rianti yang menemaninya, Sheena pun mengiyakan perintah suaminya.


Sheena, Rianti dan Putri sudah sampai di depan hotel tempat acara pesta itu berlangsung. Ketiganya berjalan memasuki hotel, baru saja masuk ke dalam Mama Dahlia menghampiri mereka.


Mama Dahlia “ngapain kamu datang kesini? Emang kamu nggak tahu malu ya, udah ngehianatin anak saya masih saja berani untuk datang, bukannya kamu sudah menikah? “ ucapnya sinis.

__ADS_1


Sheena “maaf, ma, saya di undang Kevin untuk datang”


Mama Dahlia “ma, mama, kamu tidak pantas memanggil saya mama, kamu sudah mengecewakan saya, sekarang kamu pergi dari pesta ini”


Dilla tiba-tiba datang dan sengaja menumpahkan minumannya ke gaun yang di kenakan Sheena.


Dilla “ups, sorry, sepertinya tempat ini memang tidak menerima kedatangan mu”


Rianti “hey, kau, jangan macam-macam ya, ehhh sepertinya aku pernah melihat mu”


Dilla “kau kan yang di salon bersama Kevin kemarin, oh jadi kalian sudah saling kenal rupanya, kekasih baru dengan mantan kekasih menjalin pertemanan, cukup unik dan seru juga”


Rianti “kau” emosi dan ingin mencengkram baju Dilla namun di tahan oleh Sheena dan Putri.


Lalu mereka pergi ke toilet untuk membersihkan bekas minuman di gaun Sheena.


Rianti “kenapa kalian menahan ku si, orang itu udah keterlaluan tadi, mamanya Kevin juga”


Sheena “sudah Ri, aku yang salah sama mereka, mamanya Kevin pantas bersikap seperti itu sama aku”


Putri “ternyata calon mertua ku galak juga ya, aku jadi takut”


Sheena “sebenarnya dia baik kok, kamu tenang aja, Put,”


Putri “ya semoga saja”


Rianti “Sheen, gue bawa baju yang lain di mobil, lo tunggu sini biar gue bawain” lalu pergi.


Putri membantu membersihkan noda di gaun Sheena yang memang cukup banyak, tapi tiba-tiba Revan meneleponnya.


Putri “bu, aku permisi sebentar Revan telepon disini sinyalnya jelek”


Yang dijawab anggukan oleh Sheena.


Sheena masuk ke dalam bilik toilet karena ia ingin buang air kecil, setelah ia masuk di dalam tak lama terdengar suara yang ia kenal berbicara dengan seseorang. Orang itu adalah Dilla.


Dilla “nanti kamu masukan obat tidur ini ke dalam minuman Kevin, lakukan dengan cantik jangan ada yang melihat atau curiga, oke”


Kemudian terdengar langkah kaki Dilla dan orang bersamanya keluar dari sana.


Sheena “Kevin dalam bahaya, aku harus mencegah orang itu”


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


jangan lupa like comment n vote nya yaa...


di baca juga novel terbaru ku yang berjudul


DENDAN DAN CINTA


makasih banyak semua atas dukungan kalian love u all 🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2