
AL
Hari itu aku melihatnya berderai air mata, entah kenapa ia bisa sesedih itu. Melihatnya aku merasa iba ingin rasanya aku menghapus air mata di pipinya. Siapa yang berani menyakiti wanita secantik dia, batin ku. Dengan parasnya yang cantik pasti saja banyak yang suka padanya, salah besar kalau ada orang yang sampai membuatnya sesedih itu. Terus ku perhatikan wajah cantik yang basah dengan air mata di pipinya.
Bahkan saat menangis pun aura kecantikannya sungguh semakin terpancar, dan untuk pertama kalinya membuat ku jatuh hati pada pandangan pertama. Jika saja aku orang terdekatnya mungkin saja sudah aku peluk untuk menenangkannya saat ini juga.
Di hari itu juga aku berhasil menyelamatkannya karena terjatuh ke dalam jurang. Pikiran ku saat itu adalah bagaimana caranya agar ia selamat dan menjadi milik ku. Sepertinya keberuntungan sedang berpihak pada ku, ia tersadar dalam keadaan tidak mengingat masa lalunya. Aku senang tapi sedih. Aku ubah namanya dan menceritakan kebohongan bahwa dia adalah tunangan ku, jujur itu karena ego dalam diri ku. Aku tidak mau kehilangannya, setiap hari bersamanya suatu anugerah dalam hidup ku. Aku semakin mencintainya.
Sampai pada suatu hari ingatannya kembali dan ketakutan ku adalah ia meninggalkan ku untuk kembali ke masa lalunya. Dan itu terjadi, malam itu dia sangat marah pada ku karena telah menipunya selama ini. Akhirnya aku putuskan untuk menjauh darinya, walau tetap saja rasa cinta ini tetap tumbuh dan semakin menjadi. Aku mencoba mengikhlaskannya tapi tidak bisa, rasa cinta ini begitu besar untuknya.
Ku beranikan diri untuk menemuinya, oh, betapa bahagianya aku ternyata dia merasakan hal yang sama dengan ku. Hari demi hari kita lalui dengan bahagia, sampai suatu peristiwa yang mengejutkan terjadi. Membuatnya menghilang dari sisi ku dan itu membuat ku hampir gila karenanya. Aku kuatkan diri ku terus mencarinya. Takdir pun mempertemukan kami kembali.
Dan hari ini kami akan menyatukan cinta kami dalam sebuah pernikahan. Ku mantapkan hati ku, ku tegaskan jiwa dan raga untuk menjadikannya istri ku. Ku lantunkan kata – kata ijab untuk menjadikannya milik ku seutuhnya. MARSHEENA AURORA kau adalah cinta pertama ku dan aku pastikan kau juga akan menjadi yang terakhir untuk ku.
------------------------
SHEENA
Dia, dia yang ku tahu adalah tunangan ku, dengan tulus dan lembut mengurus dan merawat ku saat aku tersadar dari koma. Kelembutan dan ketulusannya membuat ku jatuh hati padanya, perasaan yang entah sejak kapan bersemayam dalam diri ku. Dia selalu menjaga ku, merawat ku, dan memastikan ku baik – baik saja. Ku rasakan cinta yang tulus dari setiap perlakuannya pada ku.
Hingga pada suatu hari aku merasa telah di tipu olehnya, membuat ku kecewa karena sudah mempercayainya selama ini. Aku mengusirnya, membuatnya menjauh dari ku karena dia telah menipu ku. Tapi justru saat dia menjauh, aku merasakan rasa cinta ini semakin dalam padanya.
Sadar aku sudah mempunyai laki-laki lain dalam hidup ku sebelumnya dan sangat mencintai ku. Aku mencoba melupakannya, tapi semakin ku mencoba semakin aku merindukannya. Pilihan yang sulit, tapi aku harus memilih. Mengikuti kata hati ku, aku memilih dirinya namun aku menyakiti hati yang lainnya.
Akhirnya aku melarikan diri dari ketidak berdayaan ku. Tapi dalam pelarian itu aku merindukannya, aku membutuhkannya, dia yang selalu menjaga dan merawat ku dengan kasih sayangnya. Aku merindukan pelukan hangatnya, merindukan sentuhan lembutnya dan merindukan semua yang ada dalam dirinya.
Sang waktu pun mempertemukan kami kembali, ku rasakan genggaman tangannya yang begitu erat. Ini kah dia, seperti mimpi dan dia selalu datang di saat aku membutuhkannya. Aman, nyaman dan bahagia itu yang aku rasakan saat bersamanya.
Tepat di hari ini ku dengar dirinya mengucapkan janji untuk mempersatukan cinta kami dalam ikatan yang suci. Dan kini dia telah sah menjadi suami ku dan aku menjadi istrinya. ALFREDO AUGUSTAV, suamiku, aku mencintai mu sungguh sangat mencintai mu.
__ADS_1
------------------------
Sepasang pengantin baru duduk di pelaminan. Eh nggak duduk ya, tapi diralat sedang berdiri menyalami para tamu undangannya. Satu persatu para undangan berdatangan mengucapkan selamat pada sepasang kekasih yang sedang berbahagia ini.
Rianti dan Deon jalan bergandengan menghampiri kedua mempelai.
Rianti “selamat ya sayang ku, akhirnya nikah juga” sembari memeluk sahabatnya.
Deon “selamat ya bos, doain aku cepet nyusul” yang juga langsung memeluk bosnya.
Al “jangan dilama-lamain pepet terus sampai dapet” bisiknya pada assistennya itu.
Sheena “kayaknya ada yang aku lewatkan sayang” ucapnya melihat Rianti yang datang bersama Deon dengan bergandengan tangan.
Al “mereka sedang berpacaran” bisiknya pada istrinya.
Rianti “hehe. Nanti gue ceritain sehabis lo bulan madu okay, bye, gue mu makan dulu” jawabnya seraya pergi menggandeng tangan Deon.
Tak lama kemudian Putri dan Revan datang dengan berpegangan tangan menghampiri mengucapkan selamat kepada keduanya.
Sheena “apa aku melewatkan sesuatu lagi?” tanyanya pada Putri yang dengan cepat melepaskan genggaman tangan Revan.
Putri “hehe, sepertinya tidak usah dijawab juga sudah tahu” jawabnya dengan malu – malu.
Revan “selamat ya untuk kalian berdua semoga selalu bahagia dan cepat di karuniai momongan” ucapnya menyalami Al dan Sheena.
Al “terimakasih, dan semoga kalian cepat menyusul kami” jawabnya ramah.
Semua orang berbahagia di dalam pesta itu, termasuk Bunda Lien yang sampai menangis haru karena sangat bahagia akhirnya Al dan Sheena menikah.
__ADS_1
Bunda Lien “tugas bunda sudah selesai, sekarang giliran kalian yang harus membayarnya” ucapnya.
Al “kita pasti tidak bisa membayar semua pengorbanan yang sudah bunda berikan pada kita” jawabnya.
Sheena “terimakasih untuk semuanya bunda, apapun yang bunda mau pasti kita akan lakukan untuk membayar semua pengorbanan bunda, meskipun kita tidak akan pernah bisa menggantikan semua pengorbanan yang telah bunda berikan”
Bunda Lien “kalian pasti bisa melakukanya”
Al “apa yang harus kami lakukan untuk bunda?” tanyanya serius.
Bunda Lien “kalian harus memberikan cucu – cucu yang lucu buat bunda” ucapnya tak kalah serius.
Al dan Sheena saling bertatapan.
Namun di sebuah mobil di depan hotel digelarnya pesta pernikahan Al dan Sheena, ada seseorang yang sedang menguatkan hatinya untuk masuk ke dalam pesta, tapi ia tidak mampu. Kevin hanya bisa melihat raut wajah kebahagiaan Sheena dari jauh.
Kevin “tuhan, ijinkan aku untuk memilikinya di kehidupan yang lain” kemudian pergi malajukan mobilnya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
kira-kira Kevin mau kemana yaahh??
karena Sheena udah nikah mau udah aja atau lanjut nih???
sayangnya masih berlanjut,, jangan bosen yah ikutin ceritanya....
jangan lupa juga like comment n vote....
terimakasih semua 🖤🖤🖤
__ADS_1