MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 25


__ADS_3

Sheena membuka kertas itu perlahan matanya terbelalak saat membaca isinya. Di secarik kertas itu tertulis.


“MARSHEENA AURORA,


KEHANCURAN MU AKAN SEGERA TIBA”


Tertulis dengan warna merah darah.


Sheena sontak terkejut dan ketakutan membacanya, tubuhnya gemetar pikirannya melayang tak tau arah. Kertas itu jatuh kelantai bersama dengan dirinya yang lemas dan lemah begitu mengetahui isinya.


Sheena “siapa, siapa kaauuu” teriaknya sambil menangis.


Tak kuasa menahan tubuh Sheena terkulai dan tak sadarkan diri tergeletak dilantai kamarnya,


Bi Imah yang merasa heran Sheena tidak turun untuk makan malam mengetuk pintu kamar Sheena untuk mengantarkan makan malam ke kamarnya. Tapi setiap ia mengetuk dan memanggil tidak ada sahutan dari dalam. Bi Imah membuka pintu kamar, namun begitu terkejutnya ia melihat Sheena yang tergeletak di lantai dan tidak sadarkan diri. Bi Imah berusaha mengangkat tubuh Sheena dan membaringkannya di tempat tidur.


Suhu tubuhnya tinggi membuat Bi Imah semakin cemas. Bi Imah segera menelepon majikannya untuk segera pulang karena Sheena sedang tidak baik baik saja.


Cuaca sedang hujan lebat tidak memungkinkan untuk ayah kembali ke pulau itu. Karena sangat rawan melakukan penerbangan walau hanya antar pulau.


Terpaksa ayah menunggu sampai hujan reda, dengan perasaan cemas mendengar kabar putrinya sedang sakit ayah mondar mandir tidak karuan.


Berjam jam kemudian hujan akhirnya reda, ayah cepat bergegas untuk kembali ke pulau itu.


Di tengah perjalanan mobil yang ditumpangi ayah berhenti mendadak kehabisan bahan bakar. Dari tempat pengisian bahan bakar pun masih jauh.


Sebuah mobil berhenti tepat di depan mobil ayah. Kemudian keluarlah seseorang dari dalam mobil tersebut lalu menghampiri ayah. Dan ternyata itu adalah Al.


Memang sudah dari tadi Al mengikuti mobil ayah. Karena ketika baru sampai di rumah Sheena bertepatan dengan keluarnya mobil ayah dari sana, Al pun mengikutinya.


Al “ada apa yah?” tanyanya.


Ayah “ayah kehabisan bahan bakar,”


Al “sepertinya lagi buru buru, biar Al yang antar.”


Tanpa berpikir panjang ayah menyetujui tawaran Al. Al menelepon Deon untuk membawakan bahan bakar untuk mobil ayah yang ditunggu assistennya.


Ayah “Al kau ikut aku” setibanya dibandara ayah memintanya untuk ikut menaiki pesawat pribadinya.


Al “baik yah” Al menyanggupinya.

__ADS_1


Di dalam pesawat ayah sangat cemas memikirkan Sheena.


Al “ada apa yah? Sepertinya ada yang mengganggu pikiran ayah?” tanya Al yang melihat perilaku ayah sedari tadi.


Ayah “Sheena sakit Al. Bi Imah telepon sudah terjadi sesuatu tadi siang pada Sheena.”


Al “apa yang terjadi pada Sheena yah” tanyanya sama cemasnya.


Ayah “tadi siang Sheena ke kantor pemerintahan untuk mengurus perijinan, pulangnya ia di ikutin orang stress cerita dari Bi Imah begitu. Dan sekarang badannya demam, mungkin karena ketakutan” jelas ayah.


Al “tenang lah yah, Sheena akan baik baik saja. Nanti Al akan segera memeriksanya” berusaha menenangkan padahal dirinya sama cemasnya mendengar kabar bahwa Sheena sedang sakit.


Butuh waktu satu jam untuk sampai ke rumah yang sekarang ditinggali Sheena dari bandar udara pulau itu. Mereka baru tiba jam tiga pagi dan langsung menuju kamar Sheena.


Al langsung memeriksa keadaan Sheena yang sedang di kompres dengan handuk kecil oleh Bi Imah. Suhu badannya belum turun juga, hingga membuat semua orang begitu panik.


Ayah “gimana Al?” tanyanya pada Al setelah Al selesai memeriksa Sheena.


Al “Sheena tidak apa apa yah, Sheena sepertinya kelelahan, tinggal menunggu ia sadar. Ayah istirahat saja biar Al yang menjaga Sheena” jelas Al.


Ayah yang memang sangat lelah setelah perjalanan tadi ia mengikuti saran dari Al. karena melihat Bi Imah yang terkantuk kantuk Al pun menyuruhnya untuk istirahat juga.


Sheena terbangun karena sinar matahari pagi sudah masuk di celah celah jendela kamarnya. ia merasakan genggaman tangan yang begitu kuat mengenggam tangannya dilihatnya ada sosok pria yang tak asing baginya. Pria yang selama ini ia hindari namun sangat ia rindukan. Sheena melihat Al tertidur pulas yang terduduk dibawah tempat tidur sambil menggenggam tangannya.


Sheena tersenyum, di usapnya kepala Al dengan lembut. Al terbangun melihat Sheena yang sudah membuka matanya. Al duduk di pinggir tempat tidur.


Al “kamu sudah bangun?” Al memegang kening Sheena memastikan suhu tubuhnya yang ternyata sudah turun dan normal namun Sheena masih terlihat pucat.


Sheena “sudah dari tadi” jawabnya.


Al “kenapa gak ngebangunin aku?’


Sheena “kamu tidur sangat pulas, aku ga berani bangunin kamu, lagi pula kamu pasti kelelahan udah jagain aku semalaman.”


Al “aku nggak akan pernah lelah utnuk jagain kamu sayang” lalu memeluk Sheena dengan sangat erat betapa rindunya ia pada tuan putrinya itu.


Sheena “Al lepasin nanti aku kehabisan nafas” ucap Sheena karena pelukan Al sangat menyesakannya.


Al “maaf sayang, aku begitu bahagia bisa melihat mu lagi. Jangan pergi lagi ya tuan putri ku” lalu mencium punggung tangan Sheena.


Sheena tersenyum dan menatapnya dengan penuh cinta.

__ADS_1


Sheena “aku haus”


Al mengambilkan segelas air putih yang sudah tersedia di meja lalu diberikannya pada Sheena.


Al “tunggu, aku buatin kamu sarapan ya”


Sheena mengangguk.


Al melangkahkan kakinya beranjak ke pintu kamar mandi yang ada di kamar.


Sheena “dapurnya di bawah bukan di situ” ucapnya yang heran Al membuka pintu kamar mandi.


Al “aku kan mau cuci muka dan gosok gigi dulu sayang, malu nanti kalo di ajak ngobrol sama calon mertua di bawah” jawabnya.


Sheena terkekeh mendengar jawaban kekasihnya itu “gak sekalian mandi aja?” tanyanya menimpali.


Al “mandinya nanti aja heee...”


Sheena “ih jorok, untung aku suka”


Setelah selesai membasuh mukanya dan menggosok giginya Al langsung turun ke dapur


Al memasakan bubur untuk Sheena.


Bi Imah “biar bibik saja den yang masakin buat non Sheena”


Al “tidak bik, biar saya saja. Bibik siapin sarapan untuk yang lain aja. Sheena biar saya yang siapkan”


Bi Imah “baik, den”


Al memasukan buburnya ke dalam mangkuk, tak lupa ia menyiapkan minumnya juga., keduanya diletakan di atas nampan. Al langsung membawanya ke kamar Sheena.


Ketika tepat berada di depan kamar Sheena al mendengar Sheena menjerit. Al langsung saja masuk ke dalam kamar dan melihat Sheena yang sedang ketakutan dan menangis. Al meletakan nampannya di meja kemudian menghampiri Sheena dan memeluknya.


Al “tenang sayang, ada aku disini”


Sheena “aku takut Al, aku takut” sambil memeluk Al dengan erat karena ketakutan dan menunjuk nunjuk ke arah jendela.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


# jangan lupa like n commentnya ya... terimakasih semua 🖤🖤🖤 #

__ADS_1


__ADS_2