
Putri “Aku turut berduka atas meninggalnya Pak Darwin Bramanta”
Sheena “Makasih, Put. Oh ya sudah lama kita enggak makan siang bareng ya”
Putri “Iya, Buk “
Sheena “Sudah aku bilang biasa aja manggilnya”
Putri “tapi kan ini di kantor, aku enggak enak sama karyawan yang lain”
Sheena “ya, terserah kamu aja deh “
Selang beberapa menit pesenan mereka pun datang, Sheena langsung melahap makanannya.
Putri “pelan pelan makannya nanti kesedak lho”
Sheena “enak banget ini” dengan mulut penuh dengan makanan.
Putri hanya menggelengkan kepala.
Setelah menghabiskan makanannya, mereka masih berbincang di kantin karena masih ada beberapa menit lagi waktu istirahat.
Sheena “Put, kamu jadi assiten aku aja ya”
Putri “apa?” seakan tak percaya dengan perkataan orang yang ada di depannya.
Sheena “jadi asissten aku” katanya mengulang kata katanya.
Putri “aku hanya karyawan biasa. Bagaimana mungkin aku bisa langsung naik jabatan jadi assisten kamu, bagaimana tanggapan karyawan lain”
Sheena “tidak usah dihiraukan kalau soal itu, aku tahu kinerja mu sangat baik makanya aku ingin kamu jadi assisten aku. Mau ya ya ya” memohon supaya Putri mau menjadi assistennya.
__ADS_1
Putri “kalau itu kemauan ibu direktur, aku bisa apa” katanya sembari tersenyum pada Sheena.
Sheena “yeay. Mulai besok kamu jadi assisten aku. Kamu siap?”
Putri “saya selalu siap melayani ibu direktur kapan pun itu, hehe” jawabnya.
-----------------
Seiring berjalannya waktu, Sheena sudah mulai bangkit dan menjalani hidupnya menjadi direktur perusahaan menggantikan ayahnya. Berkat kecerdasan yang dimilikinya dan dibantu oleh orang-orang yang selalu mendukungnya, ia membawa perusahaannya ke tingkat internasional. Sheena bekerja sama dengan perusahaan milik keluarga Al untuk memajukan perusahaannya.
Bunda Lien “sudah waktunya kalian meresmikan hubungan kalian, bunda sudah gak sabar ingin pensiun saja dan mengurus cucu bunda” ucapnya.
Al dan Sheena saling bertatapan.
Bunda Lien “lho kok malah tatap-tatapan kaya gitu. Pokoknya minggu depan kalian harus menikah. Bunda sudah urus semuanya, besok kalian fiting baju pengantin di butik langganan bunda.”
Al “bunda kok tahu banget apa yang Al dan Sheena pikirkan sih bun. Kami baru saja ingin meminta restu bunda untuk menikah”
Bunda Lien “aku ini bunda kalian, pasti tahu apa yang kalian pikirkan. Lagi pula bunda sudah memberikan restu sebelum kalian memintanya”
Sheena “jadi bagusan yang mana dong, sayang. Aku udah cape harus ganti baju terus ini” kesal
Al “coba baju yang lain. Kenapa kamu terlihat cantik pakai baju baju itu. Adakah yang lebih istimewa, lain dari pada yang lain supaya kau terlihat lebih berbeda di hari pernikahan kita” jawabnya.
Jawaban yang membuat Sheena kesal dan bingung.
Sheena “aku emang selalu bagus pake baju apapun” gumamnya kesal dan sudah lelah gonta ganti gaun terus.
Bunda Lien ternyata menyusul mereka ke butik itu, dilihatnya Sheena yang sedang cemberut karena tak satu pun baju yang cocok menurut Al untuknya.
Bunda Lien “eehhh ada apa ini gadis bunda kenapa cemberut begitu?”
__ADS_1
Sheena “Sheena kesal bunda dari sekian banyak baju yang Sheena coba enggak ada satu pun yang cocok di mata Al”
Al “bukan begitu, semuanya terlihat bagus dipakai kamu sayang. Aku hanya ingin ada sedikit yang istimewa untuk mu di hari bahagia kita”
Bunda Lien “oh begitu. Biar bunda yang pilihkan saja kalau begitu”
Kemudian Bunda Lien memanggil pegawai butik itu dan berbicara sesuatu pada meraka, tak lama salah satu dari mereka membawakan gaun yang di pinta oleh bunda. Gaun berwarna putih berhiaskan permata biru di bagian dada di padu padankan dengan payetan warna senada menambah indah gaun itu.
Bunda Lien “nah ini coba kamu pakai”
Sheena menurutinya pergi ke ruang ganti di bantu beberpaa pegawai butik mengenakan gaun yang ditunjuk oleh Bunda Lien. Tak berapa lama Sheena sudah memakai gaun itu lengkap dengan hiasan dirambutnya.
Tirai dibuka, Al tampak menatap calon istrinya tanpa berkedip sungguh cantik luar biasa Sheena memakai gaun itu. Bunda Lien juga sama menatap Sheena dengan begitu takjub mekihat kecantikan calon menantunya.
Bunda Lien “waaahhh, kamu cantik sekali sayang. Gimana gaun pilihan bunda” sembari menyenggol Al yang berada disampingnya.
Al “bidadari ku” ucapnya yang masih memandangi calon istrinya tanpa berkedip.
Bunda Lien tersenyum melihat tingkah putranya. Sheena berjalan menghampiri Al yang masih terpesona melihatnya.
Sheena “gimana?”
Al menganggukan kepalanya tanda setuju dengan gaun pilihan bundanya. Kemudian Al memakai tuksedo warna senada dengan gaun Sheena. Al tampak gagah dengan yang ia keanakan.
Al “pilihan bunda memang top banget. Lihatlah anak mu ini sangat tampan bukan” ucapnya dengan sombong.
Bunda Lien “iya kalian tampak sangat serasi memakainya. Cantik bagai seorang putri, dan tampan seperti seorang pangeran. Kalian memang anak anak bunda” ucapnya.
Al dan Sheena memeluk Bunda Lien “makasih bunda “ berbarengan.
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
like comment n vote nya juga jangan lupa ya...
makasih semua 🖤🖤🖤