
Suara lantunan piano nan syahdu terdengar di tengah-tengah pesta, berbarengan dengan suara nyanyian paduan suara yang sangat merdu. Sheena terperangah melihat siapa yang sedang memainkan piano dan yang bernyanyi saat itu.
Al “itu kejutan untuk mu, sayang” sembari menarik Sheena untuk berdansa.
Sheena “terimakasih suami ku” bisiknya di telinga Al.
Tama memainkan piano mengiringi teman-temannya bernyanyi di pesta pernikahan kakak guru mereka. Sheena sangat senang sekali anak asuhnya bisa hadir di acara pernikahannnya.
Selsai dengan pertunjukannya, mereka mendekati pasangan pengantin yang sudah selesai pula dengan dansanya.
Ria “Kak Sheena” langsung memeluk kakak gurunya di ikuti dengan anak-anak yang lainnya juga memeluk Sheena.
Sheena “terimakasih untuk pertunjukan yang spektakulernya anak-anak, kakak bangga sama kalian, ternyata kalian sudah banyak belajar, itu bagus sekali” ucapnya.
“selamat menempuh hidup baru Kak Sheena dan Kak Al” ucap mereka serentak.
Al “terimakasih anak-anak, tadi pertunjukan yang bagus sekali. Terimakasih sudah mengisi acara di pesta pernikahan kami” jawab Al.
“sama-sama kakak” serentak.
Kemudian mereka kembali ke tempatnya, dan menikmati suasana pesta.
------------------
Pesta telah usai, Al dan Sheena kembali ke kamar untuk beristirahat karena lelah seusai pesta pernikahannya. Sheena sedang kesusahan membuka gaunnya, sedang Al hanya memperhatikan apa yang sedang dilakukan istrinya.
Sheena “Al, Al, Al, ALADIN” panggilnya beberapa kali karena yang dipanggil tidak menyahut juga.
Al terkejut mendengar panggilan istrinya “kok aladin, siapa aladin?” tanyanya.
Sheena “habis dari tadi di panggil malah ngelamun, ya udah aku panggil aladin” kesalnya.
Al “ada suami mu di sini kenapa harus panggil aladin?” ucapnya lagi.
Sheena “mending panggil aladin punya karpet terbang” jawabnya masih kesal karena suaminya masih tidak mengerti.
Al “kalau aku aladin kamu jinny nya ya” ucapnya menggoda istrinya yang sedang kesal.
Sheena “tau ah, bantuin ini” sembari menunjukan gaunnya yang sulit di buka.
Al tersenyum dengan rajukan istrinya, kemudian membantu melepaskan satu persatu kancing belakang gaun itu. Naluri lelakinya keluar saat membuka satu persatu gaun istrinya, sudah tak bisa ia tahan lagi.
__ADS_1
Al “sayang, bolehkah aku melakukannya” suaranya sudah berat dan penuh nafsu sembari memeluk tubuh istrinya yang kini sudah terleppas dari gaun pengantinnya.
Sheena mendorongnya “mandi dulu, kamu bau keringat”
Al “nanti juga kita keringatan lagi,” sembari terus berusaha memeluk Sheena.
Sheena tiba-tiba terhunyung dan tidak bisa menyeimbangkan dirinya wajahnya terlihat pucat. Al langsung mendekapnya, nafsu yang tadi meronta-ronta kini berganti menjadi rasa cemas.
Al “kamu kenapa sayang?” cemasnya.
Sheena “aku pusing sekali, dan perut ku sakit” jawabnya.
Al memapah Sheena ke tempat tidur kemudian menyelimutinya yang hanya memakai pakaian dalam. Al mengambil segelas air lalu meminumkannya.
Al “kamu istirahat dulu saja, sepertinya kamu kecapean” ucapnya sembari mencium lembut kepala istrinya.
Sheena mengangguk, Al mencarikan baju untuk Sheena dan membantu memakaikannya.
Al “aku mandi dulu,” membelai lembut kepala Sheena lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah beberapa lama Al keluar dari kamar mandi mendapati istrinya yang masih meringis sambiil memegangi perutnya.
Sheena “Al, aku datang bulan perut ku sakit sekali” ringisnya.
Al “minum dulu ini untuk mengurangi sakitnya” ucapnya lembut.
Sesudah meminum obatnya Sheena merasa lebih baik, lalu ia berdiri dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Al memilih untuk membuka laptopnya sembari mengerjakan beberapa pekerjaan kantornya. Tak lama Sheena memanggilnya dari balik pintu kamar mandi yang hanya melihatkan kepalanya saja.
Sheena “Al, Al, Aladin” panggilnya melihat Al tengah sibuk dengan laptopnya.
Al “iya sayang ada apa?” sautnya melihat istrinya yang hanya terlihat bagian wajahnya saja.
Sheena “tolong ambilkan pouch pink di tas ku” ucapnya
Al mencari barang yang disebutkan istrinya yang berisikan pembalut dan mengambilkan handuk untuknya.
Sheena “oh iya aku lupa bawa handuk, hehe, makasih ya sayang” kemudian masuk lagi ke kamar mandi.
Tak lama Sheena keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di sebelah Al.
Sheena “sayang, kita tinggal di rumah ku saja ya, kan sayang kalau di kosongkan” pintanya.
__ADS_1
Al “aku sudah membeli rumah untuk kita tinggali, sudah lama aku mempersiapkannya” jawabnya.
Sheena “ tapi kan sayang rumah itu di kosongkan begitu saja”
Al “masih ada Bi Ani dan Bi Imah yang mengurus rumah itu dan beberapa pekerja almarhum ayah mu, jadi rumah itu tidak kosong” jelasnya.
Sheena “kenapa kamu tidak pernah cerita kalau kamu sudah mempersiapkan rumah untuk kita tinggali setelah menikah”
Al “dari semenjak aku mulai mencintai mu, aku pastikan kalau kamu tidak akan kekurangan jika bersama dengan ku, aku tidak mau orang yang aku cintai kesusahan ketika bersama ku” jawabnya dengan lugas.
Sheena “makasih sayang ku, aladin ku” sembari memeluk suaminya.
Al “kenapa jadi manggilnya aladin?” tanyanya karena dari tadi Sheena terus saja memanggilnya seperti itu.
Sheena “seneng aja manggil kamu aladin, kamu tahu gak kalau aladin itu berhasil menaklukan putri jasmine, nah kalau kamu berhasil menaklukan hati aku” mengeratkan pelukannya.
Al “dasar Jinny” mengusap kepala istrinya lembut.
Sheena “kok Jinny, Putri Jasmine dong”
Al “no, aku lebih suka manggil kamu Jinny karena kamu suka tiba-tiba menghilang” jawab Al menggoda istrinya.
Sheena “ihh kamu yah nyebelin” melepaskan pelukannya dan langsung menggelitiki suaminya.
Al tertawa karena gelitikan Sheena, hingga akhirnya Sheena terjatuh di atas tubuh suaminya. Kedua wajah mereka saling beradu, kedua mata yang saling bertatap Al memajukan wajahnya mencium bibir istrinya. Ciuman itu semakin dalam dan semakin panas, Al mulai dengan aksinya meraba setiap inci tubuh istrinya.
Sheena “sayang aku lagi dapet” menghentikan aksi suaminya yang semakin bergairah.
Al mencoba menetralkan dirinya, menahan hasratnya yang bergejolak penuh gairah dan nafsu. Setelah merasa lebih baik Al menggendong Sheena ke tempat tidur lalu ia pun membaringkan diri di sebelahnya kemudian memeluk istrinya sampai keduanya terlelap dalam mimpi.
-------------------------
Di tempat lain Kevin bersimpah darah karena benturan yang sangat keras akibat dari kecelakaan tunggal yang dialaminya. Beberapa tenaga medis mengangkatnya ke atas blangkar dan memasukkannya ke dalam ambulan kemudian di bawa ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit Kevin langsung ditangani oleh tim dokter. Mama Dahlia menangis histeris melihat kondisi Kevin, Papa Alex memeluk istrinya dan Revan tampak tertunduk frustasi juga sedih.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Bagaimana nasib Kevin selanjutnya??? ikuti terus ceritanya yaa readers.....
Terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya ku yang masih banyak kekurangan ini...
__ADS_1
Dan jangan lupa untuk like comment n vote yaa... 🖤🖤🖤