MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 58


__ADS_3

Pulang dari kantornya Sheena begegas untuk menjemput Karina yang masih berada di rumahnya. Tapi sebelum sampai di rumahnya, Sheena terlebih dahulu mengirim pesan pada Kevin untuk bertemu di sebuah kafe yang tak jauh dari rumahnya.


Setibanya di rumah Karina sedang berada di taman belakang. Melihat penampilan Karina yang kusut dan bajunya yang belum ganti semnejak tadi pagi ia bertemu, Sheena memberikan baju ganti untunya. Karina menurut saja dengan apa yang di katakan Sheena karena ia pun sudah tidak nyaman dengan baju dan penampilannya.


Sheena “ayok kita pergi sekarang” setelah Karina selesai mengganti pakaiannya.


Karina “antarkan saja aku ke halte yang tadi” pintanya.


Sheena “kita makan dulu, aku sedang ingin makan pasta, temani aku makan ya”


Karina “baiklah kalau begitu aku juga tidak ingin cepat pulang” ucapnya.


Sampai di kafe mereka langsung masuk ke dalam dan duduk di sebuah meja di paling ujung. Rupanya Kevin baru saja datang saat mereka sudah berada di dalam. Sebelum Kevin sampai ke meja mereka Sheena lebih dulu menghampirinya dengan beralsan ada yang ketinggalan di mobil pada Karina. Karina tidak mengetahui Sheena mengajak Kevin juga untuk datang ke kafe itu.


Sheena menarik Kevin ke tempat yang tidak bisa dilihat oleh Karina.


Sheena “ada yang aku bicarakan”


Kevin “bicaralah, kenapa kafe ini sangat sepi tidak biasanya?”


Sheena “aku sudah menyewa kafe ini”


Mendengar jawabannya Kevin merasa bahagia dan tidak sabar mengetahui apa yang akan Sheena bicarakan. Seperti sebuah keajaiban namun tersadar kini Sheena adalah milik orang lain, ia seorang istri dari lelaki lain.


Sheena “Kevin aku ingin meminta sesuatu sama kamu”


Kevin “apa itu? Asalkan tidak meminta kecoa aku akan berikan”


Sheena “aku serius, mana mungkin aku minta kecoa sama kamu yang takut sama kecoa, haha”


Kevin sangat senang melihat Sheena tertawa bersamanya.


Kevin “iya kamu minta apa? Tumben,”


Sheena “jaga dia, nikahi dia, dia sangat membutuhkan mu” ucapnya serius sembari memberikan kotak berisi cincin yang waktu itu akan Kevin berikan saat lamaran yang gagal dulu.


Kevin sontak terkejut dengan perkataan Sheena dan kotak cincin itu, ia tak menyangka Sheena menyimpannya. Cincin itu ia belikan khusus untuk Sheena dulu dan sekarang ia memberikannya untuk di pakaikan pada wanita lain.


Sheena “dia ada di dalam. Temui dia, aku akan pulang. Semangat, aku mendukung mu” ucapnya dan tersenyum pada Kevin yang masih tak percaya.


Sepeninggal Sheena Kevin masih mematung mencerna semua perkataan Sheena dan memandangi kotak cincin yang diberikannya. Memori saat kotak cincin itu ia lempar berputar dalam pikirannya, ia tidak mau lagi mengingat kejadian yang begitu menyakitkannya.


Tersadar Kevin langsung berjalan ke dalam menghampiri wanita yang ditunjukan Sheena. namun betapa terkejutnya Kevin saat melihat Karina terluka dibagian bibirnya.


Kevin “Karina, kau kenapa?” tanyanya serius menatap gadis yang ada dihadapannya.


Karina “Kevin, mana Sheena?” balik bertanya.


Kevin “Sheena sudah pulang, kau belum menjawab pertanyaan ku”


Karina “aku tidak apa-apa, kenapa Sheena pulang tadi dia bilang ingin makan pasta”


Kevin “Sheena sudah merencanakan ini semua”

__ADS_1


Karina menunduk “kenapa kamu melakukan ini Sheena, aku yang akan menyatukan mu dengan Kevin bukan sebaliknya” bicara dalam hatinya.


Kevin tidak tahu apa yang harus ia lakukan dengan Karina dan cincin itu. Sheena memintanya melamar Karina yang jelas-jelas ia masih sangat mencintainya.


Kevin “kenapa dengan bibir mu?”


Karina “ahh semalam aku terjatuh di kamar mandi” berbohong.


Kevin “kau tidak hati-hati”


Kevin mengerti maksud Sheena memintanya menjaga Karina, ia pikir ada hubungannya dengan luka di bibir Karina tapi ia menyembunyikan kebenarannya. Karina tidak terjatuh dari kamar mandi pikirnya.


Pelayan mengantarkan makanan ke meja mereka dan menghidangkannya.


Karina “ayo kita makan, aku sangat lapar. Sheena sangat pengertian memesankan ini untuk ku”


Karina mulai melahap hidangan di depannya, Kevin hanya diam dan melihat Karina makan dengan lahap. Kevin masih tidak tahu harus berbuat apa saat ini.


Karina “kau tidak makan?”


Kevin “aku sudah makan”


Karina “kau sudah makan atau tidak nafsu makan karena Sheena pulang? Kekanakan sekali”


Kevin “Karina, menikahlah dengan ku”


Karina yang sedang menyuapkan makanannya menjadi menghentikan aktifitasnya mendengar perkartaan Kevin. Karina sangat yakin Kevin berkata itu karena Sheena yang memintanya.


Kevin “menikah dengan ku”


Karina “kita memang akan menikah kan, kenapa kau berkata seperti itu? Aneh sekali kita kan memang dijodohkan”


Kevin “ah iya juga ya” menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Karina “’cepat makan, Sheena sudah memesannya untuk kita. Kau harus menghargainya”


Kevin menurutinya dan langsung melahap makanannya.


Setelah selesai mereka beranjak untuk pulang. Kevin menghentikan langkahnya melihat cara jalan Karina yang seprti sedang kesakitan menahan sakit. Kevin merangkulnya dan membantunya berjalan sampai mobil. Membukakan pintu mobil supaya Karina lebih mudah untuk masuk ke dalamnya. Kevin menancap gas meninggalkan kafe.


Kevin mengantarkan Karina sampai di rumahnya.


Karina “Vin, aku ingin kau kembali bersama Sheena”


Kevin “apa yang kau katakan? Dia sudah bersuami, sudah milik orang lain” mengerutkan dahinya heran dengan pernyataan wanita disampingnya.


Karina “aku tidak peduli, kau masih mencintainya, lagi pula kalian berpisah karena kesalah pahaman bukan? Kau dan Sheena adalah orang yang baik pantas untuk bersatu”


Kevin “tidak, aku tidak mau merusak kebahagiaannya, aku tidak mau merusak rumah tangganya” ucapnya disertai rasa penyesalan didalamnya.


Karina “tapi aku akan melakukan itu” dalam hatinya.


Hingga sampailah mereka di rumah Karina.

__ADS_1


Karina “terimakasih sudah mengantar ku”


Bu Hana “Nak Kevin, ayo masuk dulu” selahnya melihat Kevin dan Karina.


Kevin masuk menuruti ajakan Bu Hana. Di dalam ada Pak Tio yang sedang duduk di ruang tengah menikmati minumannya.


Pak Tio “eh ada Kevin, Karina buatkan minuman untuk Kevin” perintahnya.


Kevin duduk disofa yang ada di ruang tengah berhadapan dengan Pak Tio sedangkan Bu Hana duduk di sebelah suaminya.


Tidak berselang lama Karina kembali dengan secangkir minuman untuk Kevin dan meletakkannya di meja lalu duduk disebelah Kevin.


Pak Tio “silakan diminum”


Kevin meminumnya.


Pak Tio “bagaimana rencana pernikahan kalian, saya mendapatkan kabar akan di undur?”


Kevin “saya akan menikahi Karina om, setelah urusan saya selesai,” jawabnya.


Pak Tio “saya harap kalian secepatnya menikah, tidak baik menunda sesuatu yang baik” ucapnya lagi.


Karina menghela nafasnya mendengar perkataan ayahnya.


Kevin “baik om, saya pamit, sudah malam”


Pak Tio “iya hati-hati dijalan”


Bu Hana “sering-sering main kemari Nak Kevin”


Kevin “iya tante,”


Karina mengantar Kevin sampai depan rumah.


Kerina memandangi mobil Kevin sampai tak terlihat lalu masuk kedalam.


Kevin merogoh kedalam jasnya mengambil kotak cincin yang diberikan Sheena tadi.


Kevin tersenyum "ternyata kau masih menyimpannya padahal aku sudah lupa, cincin ini khusus aku belikan untuk mu dan hanya untuk mu Sheena"


Lalu memasukannya kembali ke dalam jasnya.


-----------


Seringaian tampak dari wajah David yang sedang mengecek kamera cctv kafenya, di dalamnya terlihat Sheena yang sedang berbicara dengan Kevin dan pergi lalu Karina yang sedang menunggu di meja lain.


David “ini sangat menguntungkan ku, hahaha” tertawa jahat.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


🌸 kira2 David mau ngapain yah sama video itu? tunggu kelanjuntannya yaaa...🌸


🌸 like comment n vote nya aku tunggu.... selamat membaca... dan selamat berakhir pekan 🖤🖤🖤🌸

__ADS_1


__ADS_2