MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 41


__ADS_3

Al “aku gak suka kamu masih akrab dengannya” katanya memulai percakapan yang tadinya hening.


Sheena “aku sama dia hanya sebatas masa lalu dan sekarang kita hanya berteman, tadi itu enggak sengaja kita bertemu di restoran”


Al “aku tetap gak suka kamu berteman dengannya” mengeraskan suaranya.


Sheena “dan aku juga enggak suka melihat mu bersama wanita lain kemarin di toko bunga, dan juga enggak usah ngasih aku bunga yang sama seperti kamu ngasih ke wanita itu. AKU ENGGAK SUKA” lalu menangis.


Al sangat terkejut mendengar perkataan Sheena barusan, ia tidak menyadari bahwa Sheena melihatnya semalam dan sudah salah paham. Setelah mendengar itu amarah Al mereda, ia langsung memeluk calon istrinya itu.


Al “maafkan aku” lirihnya.


Sheena “aku nggak mau di peluk sama kamu, lepasin” teriaknya sambil berontak namun Al semakin mengeratkan pelukannya hingga akhirnya Sheena berhenti berontak dan nyaman dalam pelukanya.


Deon yang mendengar pertengkaran orang yang dibelakangnya tetap fokus dengan kemudinya, pura-pura tidak mendengar apa yang terjadi.


Perjalanan terus berlanjut hingga sampai lah di toko bunga Rossy, Sheena masih kesal menjadi tambah kesal Al membawanya ke toko bunga itu. Al mengusap pipi Sheena menghapus air mata yang membasahi pipinya.


Al “sudah jangan menangis, maafkan aku, aku nggak mau kamu terus salah paham. Makanya aku bawa kemari” sembari merapikan rambut Sheena.


Namun Sheena masih enggan untuk turun dari mobil. Al menggenggam tangannya baru Sheena mau turun dan masuk ke toko bunga itu.


Rossy “ah calon pengantin rupanya” seru Rossy yang melihat kedatangan Al dan Sheena.


Al “kami mau mengundang mu di acara pernikahan kami,” saut Al sembari menyodorkan undangan pada Rossy.


Rossy “ah iya, pasti aku datang. Bagaimana dengan bunganya apa kau suka?”


Sheena menatap Al yang dibalas senyuman dari yang ditatap.


Sheena “suka” dengan senyum yang terpaksa.

__ADS_1


Rossy “nanti akan aku rangkai bunga yang lebih bagus lagi untuk pernikahan kalian” imbuhnya lagi.


Al “baiklah, kami tunggu kedatangan mu di pesta pernikahan kami”


Rossy “oke, pasti aku datang”


Setelah berpamitan kemudian mereka pergi dari toko bunga itu menuju kantor Sheena. Diperjalanan Sheena merasa tidak enak karena sudah salah paham terhadap calon suaminya.


Sheena “aku boleh tanya?”


Al “boleh, sayang, mau nanya apa?” ucapnya lembut.


Sheena “terus kenapa kemarin kamu ngasihin bunga itu sama dia” tanyanya sedikit ragu.


Al tergelak “itu karena aku membantunya menutup toko sebagai terimakasih karena sudah ngerangkai bunga itu buat kamu sayang, nggak ada maksud lain” jelasnya


Sheena “oh gitu” jawabnya singkat.


Al hanya mengantarnya sampai depan kantor, Al mencium kening Sheena lalu masuk kembali ke mobilnya dan langsung pergi.


-------------------------


Satu hari menjelang pernikahannya Sheena dan Al berziarah ke makam orang tua Sheena.


Sheena “Ayah, Ibu Sheena akan menikah dengan Al yang selalu menjaga dan menyayangi Sheena. Ayah dan Ibu bahagia ya di sana Sheena selalu mendoakan ayah dan Ibu” ucapnya sembari menitikkan air mata.


Al “ayah, ibu, tenang lah disana, karena Al akan selalu menjaga dan menyayangi Sheena juga akan terus berusaha membuat Sheena bahagia” ucapnya lalu merangkul Sheena.


Kemudian mereka berdoa untuk kedua orang tua Sheena. Lalu menaburkan bunga yang sudah mereka bawa di atas pusaran makam keduanya. Setelah selesai mereka beranjak pergi.


Semua sanak keluarga sudah berkumpul di hotel tempat diselenggarakannya pernikahan Sheena dan Al.

__ADS_1


Sheena sedang berada di kamarnya, perasaanya tidak menentu menjelang hari bahagianya. Perasaanya bercampur aduk antara bahagia dan sedih.


Bahagia karena ia akan menikah dengan laki-laki yang dicintainya sedangkan ia sedih karena di hari bahagianya tidak bersama orang tuanya karena orang tuanya sudah meninggal.


Tok .... tok .... tok ....


Suara ketukan dari luar pintu kamarnya, segera Sheena membuka pintu itu ternyata Rianti yang datang.


Rianti “Sheen, gimana perasaan lo yang akhirnya akan segera menjadi nyonya dari seorang Alfredo?” tanyanya.


Sheena “gue seneng akhirnya nikah sama Al, tapi gue juga sedih, kalau aja ortu gue masih ada, Ri” jawabnya.


Rianti “mereka juga pasti bahagia ngelihat lo bahagia,” lalu memeluk sahabatnya yang sudah berkaca-kaca akan menitikan air matanya.


Tiba – tiba Putri datang ke kamar Sheena.


Putri “ada yang ingin bertemu” ucapnya pada Sheena.


Sheena “siapa?”


Putri “ikut aku” jawabnya.


Sheena dan Rianti pun mengikuti Putri yang menuntunnya sampai ke rooftop hotel. Disana sudah ada Kevin dan Revan yang sudah menunggu kedatangan mereka.


Sheena teringat rooftop ini tempat dulu ia bertengkar hebat dengan Kevin.


Kevin “Sheen, kamu masih ingat? Disini tempat aku ingin melamar mu dulu, tapi ternyata disini kamu menolak ku, dan ternyata sekarang di sini juga kamu akan melangsungkan pernikahan mu dengan orang yang kamu cintai. Tenang saja, aku sudah mengikhlaskan mu. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga cinta mu dulu. Semoga kamu bahagia dengan orang yang kamu cintai” ucapnya sembari menatap Sheena.


Sheena “maafkan aku juga ya, Vin. Kamu juga harus bahagia dengan orang yang kamu cintai dan mencintai mu nanti” ucapnya sambil tersenyum.


Kemudian mereka bersalaman, lalu Sheena kembali ke kamar bersama Rianti yang tadi ikut dengannya.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


#jangan lupa untuk like comment n vote nya ya readers... terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca novel ini.... makasih semua 🖤🖤🖤#


__ADS_2