MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 68


__ADS_3

Dua bulan berlalu dari semenjak kejadian penculikan itu, Sheena masih berbaring seperti putri tidur.


Entah sampai kapan ia akan berbaring dan tak sadarkan diri seperti itu.


Hingga di suatu malam akhirnya Sheena membuka matanya. Saat itu suster sedang mengganti cairan infusnya. Suster segera memanggil dokter yang menangani Sheena dan menjelaskan apa yang ia lihat. Dokter pun segera memeriksa Sheena.


Rianti yang kebetulan menjenguknya mengetahui kemajuan sahabatnya. Ia sangat senang akhirnya sahabatnya sudah sadar dari tidurnya yang panjang.


Rianti "Akhirnya lo sadar juga Sheen, gue kangen banget sama lo," memeluk sahabatnya dan sedikit mengelurkan air mata karena terharu.


Sheena "Ri, gue gak bisa nafas," pelukan Rianti sangat erat hingga membuatnya tidak bisa bernafas.


Rianti cepat melepaskan pelukannya.


Rianti "Maaf, saking senengnya hehe,"


Sheena "Ri, gue haus," pintanya suaranya masih pelan dan lemah.


Rianti "Lo haus, bentar gue ambilin minum," langsung diraihnya gelas yang berisi air minum di dekatnya lalu di berikannya pada Sheena dan membantunya untuk minum.


Sheena "Makasih," selesai meminumnya.


Sheena "Suami gue mana?"


Rianti "Oh iya, gue telepon Deon dulu biar dia kesini sama Al," merogoh tasnya mengambil ponsel.


Sheena "Nggak usah, biar besok aja kasi tahunya. Ini udah malem, gue juga pengen istirahat," tukasnya.


Rianti "Ya udah sekarang lo istirahat aja, biar gue temenin ya,"


Sheena mengangguk dan memejamkan matanya.


Ponsel Rianti berdering ia melihat ponselnya ada panggilan masuk. Karena takut menggangu Sheena, Rianti keluar untuk menerima teleponnya.


Sheena setengah tertidur, ia merasakan ada yang datang ke kamarnya. Samar-samar ia melihat sesosok pria yang sedang menata bunga yang dibawanya ke vas bunga.


Sheena "Siapa dia? sepertinya dia tidak asing," batinnya dan langsung memejamkan matanya lagi pura-pura tertidur.


Sosok pria itu duduk di sebelah ranjangnya, menggenggam tangannya dan mengelus pipinya lembut.


Sheena "Apa dia suami ku? Tapi kenapa aku merasa dia sangat berbeda?" bertanya-tanya dalam hatinya.


"Aku akan selalu menunggu mu," ucap pria itu.


Deg


Sheena "Ini suara Kevin. Kemana Al kenapa malah Kevin yang berada di sini?" masih dalam hatinya dan pura-pura tidur.


Kevin "Bagaimana pun keadaan mu aku msih tetap sayang sama kamu Sheena," mengecup punggung tangan Sheena.


Deg


Sheena "Ternyata kamu belum bisa move on juga dari aku. Bukanya kamu udah mau nikah sama Karina. Maafin aku Vin udah nyakitin kamu. Pliiss jangan gini, jangan buat aku merasa bersalah. Aku sekarang udah milik orang lain dan kamu juga berhak bahagia," tapi itu hanya dalam hatinya.


Sheena masih pura-pura tertidur dan Kevin masih menggenggam erat tangannya.


Rianti datang dan terkejut melihat Kevin berada di sana.


Rianti "Kak Kevin, kapan datang? Sheenaa ,,,,,"


Kevin mendongak kebelakangnya ke arah seseorang yang bertanya padanya.


Sheena menggelengkan kepalanya memberikan kode rahasia pada sahabatnya, Rianti paham dengan maksud kode yang diberikan.


Kevin "Baru kok, kamu darimana Ri?"

__ADS_1


Rianti "Eeh aku dari luar angkat telepon dulu tadi," ucapnya gugup.


Kevin "Ada apa?Kenapa kau terlihat gugup?"


Rianti "Ah nggak kok biasa aja Kak," jawabnya.


Kevin kembali melihat Sheena dan dengan cepat Sheena memejamkan matanya lagi.


Rianti "Bakalan ribet ini urusannya, Sheen," dalam hatinya.


Kevin "Biar aku saja yang menjaga Sheena malam ini, kau pulang saja,"


Rianti "Nggak Kak biar aku saja, Kak Kevin pulang aja kan capek abis kerja dan besoknya kerja lagi jadi biar aku saja yang jaga Sheena, yaah," dengan cepat ia menolak permintaan Kevin.


Kevin "Aku sudah biasa, lagian besok tidak ada yang penting di kantor jadi aku bisa siang ke kantornya,"


Rianti "Ayolah Kak aku lagi kangen sama Sheena, biarkan aku yang jaga dia malam ini," rengeknya.


Kevin "Aku juga sama lagi kangen sama Sheena bukan kamu saja," decaknya kesal.


Rianti "Kakak kan bisa besok ke sini lagi, sedangkan aku besok nggak bisa soalnya mau nganterin mamaa ,,,,,, belanja yah belanja," pintanya lagi.


Kevin "Ya sudah kita berdua saja yang jaga Sheena malam ini kalau begitu," ucapnya tegas.


Rianti "Nggak mau, nanti pacar aku cemburu kalau ada Kak Kevin di sini. Lagian Sheena juga kan istri orang ngapain juga Kak Kevin masih gatel sama dia," masih tidak mau kalah.


Kevin "Gatel? Siapa yang gatel?" kesal.


Rianti "Pokoknya malam ini aku yang jagain Sheena titik," tetap dengan pendiriannya.


Kevin "Iya iya bawel banget, tapi aku juga jagain Sheena. Aku jagainnya di luar jadi nggak usah takut pacarnya cemburu,"


Rianti "Kenapa nggak pulang aja,?"


Kevin "Ngusir? Udah lah lagian aku juga nggak akan ganggu kamu kok, aku di luar dan kamu di sini jaga Sheena, oke,"


Kevin "Oke aku keluar jaga Sheena dengan baik!"


Rianti "iyaa,"


Kevin pun keluar.


Rianti dan Sheena menghela nafas lega.


Rianti "Bunga dari siapa nih, perasaan tadi gue nggak liat ada bunga di sini?" melihat vas bunga yang sudah terisi bunga segar dan cantik.


Sheena "Kevin yang bawa. Ri, dia belom bisa lupain gue juga. Bukannya dia udah mau nikah sama Karina?"


Rianti "Non, lo jadi putri tidur tuh lama banget udah tiga bulan lo gak sadarkan diri. Banyak kejadian yang nggak lo tahu. Udah nggak usah banyak pikiran lebih baik sekarang lo istirahat dan fokus buat kesembuhan lo, okey!"


Sheena "Hmmm, ya udah gue mau tidur lagi,"


Rianti "Dasar tukang tidur, tapi besok pagi lo harus bangun ya jangan tidur terus. Tersiksa hati ini liat lo tidur terus, hiks, hiks,"


Sheena "Lebay lo,"


Mereka berdua tertawa dan langsung memejamkan mata menuju alam mimpi.


Esoknya Rianti sudah mengabari Deon tentang Sheena yang sudah sadar.


Kevin sudah pergi ke kantornya.


Sheena dan Rianti menunggu kedatangan Al dan Deon. Namun sampai sore mereka belum juga datang ke rumah sakit.


Sheena "Kenapa lama ya, Ri?" cemas.

__ADS_1


Rianti "Mungkin mereka lagi di jalan, tunggu sebentar lagi," menenangkan sahabatnya walau ia juga sama cemasnya.


Sheena sudah tidak sabar ingin bertemu suaminya, bahkan Bunda Lien pun tidak menjenguknya.


Rianti "Oh ya Sheena kan nggak tahu kalo Al sekarang lumpuh nggak bisa jalan. Gue ceritain aja ato ntar aja kali ya. Tar juga mereka ketemu. Aduh Yang, kamu kok lama banget sih," katanya dalam hati.


Akhirnya yang mereka tunggu-tunggu datang juga, tapi hanya Deon yang datang dan Al tidak bersamanya.


Deon "Apakabar nyonya, bagaimana keadaan mu?" ucapnya basa-basi.


Rianti melihat sikap kekasihnya yang tidak biasa, Deon terlihat bingung dan tampak sedih.


Sheena "Baik, suami ku mana? Aku pengin banget ketemu sama dia," heran melihat Deon saja yang datang.


Deon "Aku ingin meminta izin untuk berbicara empat mata dengan Rianti, boleh kan?" ucapnya memohon.


Sheena "Pertanyaan aku belum dijawab. Ya sudah pergilah,"


Deon "Terimakasih,"


Deon menarik lengan Rianti keluar kamar Sheena.


Deon "Yang, kamu harus berada di dekat Sheena terus dan menenangkannya okey" ucapnya serius.


Rianti "Memang ada apa? Semenjak kamu datang sikap kamu berbeda Yang?" tanyanya.


Deon "Nanti kamu akan tahu sayang, tetaplah berada di samping Sheena,"


Rianti "Ada apa sih? Main rahasia rahasiaan segala," penasaran.


Deon "Pokoknya sebagai sahabatnya yang baik kamu harus terus di samping dia, nanti kamu akan tahu setelah aku memberikan ini pada Sheena," mengeluarkan amplop berwarna coklat.


Rianti "Itu apaan?" masih penasaran.


Deon "Sudah ayo, nanti Sheena lama nungguin kita,"


Mereka sudah berada di ruangan Sheena kembali.


Sheena "Deon, Al mana?" tanyanya lagi.


Deon "Bos Al sedang tidak baik, jadi dia tidak bisa datang ke sini. Ini ada titipan untuk mu dari bos," menyodorkan amplop coklat yang tadi.


Sheena menerimanya dan akan membukanya namun di urungkannya.


Deon "Saya pamit, karena masih banyak urusan, semoga cepat sembuh dan sehat kembali, permisi" pamitnya.


Deon "Yang aku balik kantor ya, jaga Sheena. Love you Yang" pamitnya ke Rianti.


Rianti " Love you too sayang,"


Sheena "ehm mesranya, haha,"


Rianti "Biarin, kayak yang gak pernah jatuh cinta aja lo, eh tu yang di amplop apaan? coba buka, so sweet banget pake surat-suratan segala, hahayy,"


Sheena "Tahu nih, pake acara kirim surat segala, pasti kejutan buat gue nih, manisnya suami ku,"


Sheena membuka amplop yang diberikan Deon. Namun saat sudah di buka dan membaca isinya, Sheena menangis sejadi-jadinya karena isinya adalah surat cerai dari suaminya.


Rianti yang mengetahui isi surat itu langsung memeluk Sheena dan menenangkannya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Part ini aku seneng tapi aku juga sedih...


Jangan lupa like comment n vote nya temen2...

__ADS_1


makasih šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤


__ADS_2