
Setelah mengantarkan bosnya ke rumah sakit Deon melajukan mobilnya kembali untuk mengantarkan Rianti.
Rianti “duh ni cowok ganteng banget sii. Keliatan macho banget” dalam hatinya sambil terus memperhatikan Deon yang sedang mengemudikan setirnya.
Deon yang sadar sedang ada yang memperhatikannya merasa tidak nyaman “ ehheeemmm... ehemmm...”
Rianti tersadar lalu pura pura menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Langsug mengalihkan pandangannya ke depan. Deon tersenyum melihat tingkah gadis di sampingnya.
Deon “anda sudah sampai nona”
Rianti langsung keluar dari mobil tanpa memperdulikan Deon yang sudah mengantarnya. Ketika Deon akan melajukan mobilnya lagi ia melihat tas Rianti yang tertinggal. Deon membuka tasnya mengambil ponsel Rianti mengetikkan sesuatu lalu dimasukannya lagi ke dalam tas itu.
Deon keluar dari mobilnya menyusul Rianti yang sudah duluan masuk ke dalam rumahnya.
Deon “nona tas mu ketinggalan”
Rianti menoleh kebelakang “apa?”
Deon mengacungkan tasnya “ini tas mu”
Rianti “oh ya terimakasih” entah kenapa pipinya merona saat Deon mengembalikan tasnya.
Deon “kalo begitu saya permisi nona”
Rianti mengangguk dan memandangi kepergian Deon sampai mobilnya tak terlihat. Kemudian ia masuk ke dalam rumahnya.
Rianti merogoh ponsel yang ada di tasnya untuk menelepon sahabatnya.
Rianti : Sheen, lo udah terima voicenote gue kan?
Ternyata tanpa sepengetahuan Al Rianti merekam sepenggal kata kata Al tadi dan mengirimnya ke Sheena.
Sheena : iya gue udah denger. Kenapa dia masih nyariin gue ya? Padahal kan ini udah lama. Seharusnya dia udah lupain gue.
Rianti : makanya lo cepetan pulang. Kasian tuh anak orang nyariin lo terus. Sampe harus ada drama penculikan lagi. Mereka nyulik gue.
Sheena : hah lo di culik?
Rianti : iya mereka nyulik lagi sampai ke rumah lo. Terus gue dianterin pulang lagi deh.
Sheena : lo udah di culik tapi kok kayak yang seneng gitu Ri? Tunggu tunggu.. maksud lo mereka?
Rianti : iya pa dokter lo sama assistennya yang ganteng itu. Ehhh....
Sheena : mmmmm,,, curiga gue,,, ada yang kesemsem sama si Deon... haha
Rianti : ah paan si lo... buruan pulang... kalo gak gue bisa bisa udah gak bisa tutup mulut lagi tentang keberadaan lo.
Sheena : iya iya bawel. Gue lagi nyari waktu yang tepat buat ketemu sama Al. eh lo tahu kabar Bianca gak, gue kangen banget sama dia.
Rianti : lagi sibuk lah wanita karir. Udah dulu ya gue mau mandi. Keringetan gue abis diculik.
Sheena : keringetan emang diculiknya di apain? Ya udah sana mandi yang bersih yang wangi biar Deon terpesona lihat lo.... hahah
Rianti : sialan lo. Udah ya gue mandi. Bye.
Keduanya menutup panggilan mereka.
__ADS_1
Kata kata Al itu membuat Sheena semakin merindukannya dan ingin segera bertemu dengannya. Tapi bagaimana saat setelah bertemu nanti, apa Al masih mau menerimanya setelah sekian lama ia menghilang. Pikiran itu terus saja memenuhi kepalanya.
Bi Imah “non ada yang nyari tuh”
Memecahkan lamunannya.
Sheena “siapa bik”
Bi Imah “Ria sam ibunya sepertinya non”
Sheena “iya bik aku kesana sekarang”
Sheena keluar kamarnya menemui tamunya yang sudah menunggu di depan rumahnya.
Sheena “Ria, Ibu, ada apa ya?”
Ibu Ria “ini non ada sedikit hasil ladang siapa tahu non suka” sambil menyodorkan keranjang berisi buah buahan pada Sheena.
Ria “iya kak, ini tadi Ria yang ngambil dari pohonnya langsung lho. Diterima ya ka”
Sheena “waaww kamu hebat banget bisa naik pohon” sambil mengelus rambut Ria.
Ibu Ria “ini non”
Sheena “makasih ya buk,, repot repot bawain buah buahan”
Ibu Ria “sama sekali tidak repot kok non. Sekalian tanda terimakasih saya karena sudah mengajari Ria belajar”
Sheena “iya sama sama bu. Lagian saya sangat senang mengajar anak anak”
Ria “ria pulang dulu ya kak”
Sheena “iya hati hati dijalan”
Ria dan ibunya pun pergi meninggalkan rumah Sheena. sheena masuk ke dalam membawa keranjang yang tadi ke dapur.
Bi Imah “buah buahan dari mana non?”
Sheena “barusan Ria dan ibunya kesini bik ngasih sekeranjang buah buahan ini”
Bi Imah membuka keranjang itu dan mencucinya sebelum dimasukan kedalam kulkas.
-----------------------------------
Rianti sedang merebahkan tubuhnya di tempat tidur kamarnya. Kejadian hari ini begitu membuatnya sangat lelah. Belum lagi urusan di salonnya yang semakin hari semakin ramai di datangi pengunjung. Tapi dari semua itu bayangan wajah Deon memenuhi kepalanya. Dia melihat kelangit langit kamarnya sambil tersenyum membayangkan Deon.
Dering ponselnya berbunyi tanda ada panggilan masuk tapi panggilan itu tidak ada nama peneleponnya.
Rianti : halo. Maaf ini dengan siapa?
Deon : ini dengan yang mengantar mu sore tadi nona
Batin Rianti sangat senang karena yang mmengantarnya tadi Deon asisstennya Al.
Rianti : siapa ya?
Deon : oh ternyata yang nganterinnya banyak ya sampai tidak ingat.
__ADS_1
Rianti : ya kali aja abang taksi online.
Deon : kok di samain sama abang taksi online?
Rianti : ya terus siapa dong?
Deon : ini Deon yang mengantar mu tadi.
Rianti : oh tuan Deon. Ada apa ya?
Deon : gak usah panggil tuan, formal banget. Panggil nama aja cukup.
Rianti : oke oke.. Deon ada urusan apa menelepon ku malam malam begini.
Deon : aku Cuma mau ngasih tahu aja. Kalo aku ada di depan rumah kamu sekarang.
Rianti : haaahhhh... depan rumah ngapain? (kaget dan tak percaya apa yang dikatakan Deon)
Deon : nungguin yang punya rumah keluar.
Rianti : nungguin emak gue keluar gitu.
Deon : tepatnya nungguin anaknya.
Rianti : beneran ada di depan? (sambil melihat ke kaca jendelanya, dan memang benar ada sebuah mobil di depan rumahnya.
Deon : iya beneran. Aku tunggu ya.
Rianti bergegas keluar dari kamarnya, karena saking semangatnya sampai ia terjatuh dan kepentok pintu.
Rianti “awwww. Ni pintu kenapa bisa nyium gue duluan siii...” sambil mengelus keningnya yang benjol dan memerah karena kepentok.
Rianti balik lagi ke kamarnya bercermin dan menutupi keningnya yang kepentok tadi dengan rambut poninya berharap tidak kelihatan. Kemudian berlari tapi dengan hati hati menuju depan rumahnya.
Rianti mengetuk kaca mobil, kemudian Deon pun keluar.
Rianti “kenapa gak langsung masuk aja sii?”
Deon “kalo langsung masuk nanti di kira pacarnya”
Deon menyadari pipi Rianti memerah saat ia mengatakan itu. Rianti tersenyum.
Rianti “ya nggak lah, ya udah yuk masuk”
Deon “ kita cari udara segar dulu aja yuk. Sekalian temenin aku makan malam”
Rianti “bos lo gak akan marah, lo pergi”
Deon “semua kerjaan udah beres jadi aku bisa ketemu nona cantik”
Rianti “isshhh paan si”
Kemudian mereka masuk ke dalam mobil dan berlalu.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
# jangan lupa like n comment nya ya.... oh ya vote nya juga... kalo d novel toon bisa pake point lhoo.... terimakasih 🖤🖤🖤 #
__ADS_1