MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 74


__ADS_3

Al sedang duduk dengan kopi di atas mejanya, kakinya menyilang sambil membaca koran yang diapit kedua tangannya.


Deon memberikan laporan padanya lalu membacanya.


Al "Terus selidiki!" titahnya.


Deon mengangguk lalu pergi.


Di pintu masuk Deon menghalau Kevin yang baru saja datang dan ingin langsung menemui bosnya tapi tetap kalah dengan Kevin.


Bug,,,,, bug,,,,, bug,,,,


Kevin memukul Al tiga kali pukulan, sampai Al terhuyung dan terjatuh kelantai dengan ujung bibir yang sedikit berdarah.


Kevin "Itu untuk setiap tangisannya yang kau buat,"


Al bangkit dan membalas memukul Kevin. Akhirnya perkelahian antara dua pria dewasa itu tak terhindarkan.


Deon memegangi Kevin dengan kuat untuk memisahkan mereka.


Al "Lepaskan dia,"


Kevin "Jangan pernah buat dia menangis. Kalau tidak aku tidak akan mengampuni mu lagi,"


Lalu pergi tanpa ada sepatah kata pun dari Al.


--------------------


Rianti "Sheen, sebenernya perasaan lo gimana sama Al dan Kevin?" tanya Rianti saat ia berkunjung kerumah Sheena.


Setelah kemarin ia lihat Sheena menangis, bari kali ini ia menemui sahabatnya itu karena waktu itu Sheena pulng diantar Kevin.


Sheena "Gue nggak tahu, Ri. Aku masih kecewa sama Al tapi gue juga masih belum bisa terima Kevin lagi." Tuturnya sembari menyuapkan kue yang di bawa Bi Ani untuk mereka.


Rianti "Mereka berdua cinta mati sama lo, siapa yang mau lo pilih, Kevin atau Al?" tanyanya.


Sheena "Kalau dua duanya boleh?" candanya.


Rianti "Serakah banget lo,"


Lalu keduanya tertawa.


Sheena "Biarkan seperti air yang mengalir aja. Gue males mikirin cinta. Ntar gagal lagi gue sedih lagi ah capek,"


Rianti "Sok sok an males mikirin cinta, tar kwalat baru tahu rasa,"


Sheena "Kwalat apanya?"


Rianti "Sekarang mereka lagi ngejar-ngejar lo. Ntar ada masanya lo yang ngejar cinta salah satu dari mereka baru tahu rasa,"


Sheena "Kayaknya nggak akan deh,"


Rianti "Ya kita lihat saja nanti,"


Di tengah-tengah perbincangan mereka Bi Ani datang.


Bi Ani "Non, ada Den Kevin di depan,"


Sheena dan Rianti saling bertatapan.


Rianti "Males gue, setiap ada lo pasti ada Kevin. Hooaaammm, gue tidur aja. Lo sana temuin pejuang cinta lo, sebelum lo yang ngerengek minta ketemu sama dia,"


Sheena "Apaan si lo?"


Sheena ke depan rumahnya untuk menemui Kevin yang sedang duduk di kursi depan rumah.


Sheena "Hay,"


Kevin "Mmm. Aku ganggu nggak?"


Sheena "Sejak kapan kamu kesini ngomong ganggu atau nggak? Biasanya maen nyelonong aja,"


Kevin "Hehe, iya deh tar lagi aku minta izin dulu. Katanya ada Rianti, mana dia?"


Sheena "Lagi tidur di kamar. Ada apa?"

__ADS_1


Kevin "Oh ya, aku mu ganti uang kamu yang bayarin belanjaannya mama,"


Sheena "gapapa kali, Vin. Nggak usah di ganti,"


Kevin "Aku di suruh mama nanti aku dimarahin mam gimana uangnya nggak jadi aku balikin sama kamu?"


Sheena "Yang dimarahin kan kamu bukan aku,"


Kevin "Jadi kamu tega aku dimarahin mama? Tega banget kamu," memasang wajah sedih.


Sheena "Hmmm, gini aja kamu teraktir aku makam seafood. Aku nggak tanggung ya kalo nanti bilnya lebih dari yang harus kamu bayar ke aku,"


Kevin "Dengan senang hati, kapan?"


Sheena "Sekarang lah, aku udah laper,"


Kevin "Ya udah ayok,"


Mereka pun langsung berangkat ke restoran seafood favoritnya.


Sampai di sana mereka bertemu dengan Karina dan juga Benny.


Karina "Kebetulan sekali kita bertemu di sini,"


Kevin "Karina, dia?"


Benny "Aku tahu kamu takut Karina dalam bahaya kan? Aku mau minta maaf soal waktu itu,"


Benny menceritakan bagaimana dirinya bisa menjadi anak buah David waktu itu.


Karina "Mumpung kita bertemu kalian di sini, aku mau bilang kalian harus hati-hati karena David masih mengincar kalian berdua,"


Benny "David sekarang sedang bersembunyi aku pun ngga tahu di ada dimana, tapi dia masih bisa menghubungi ku. Dia masih mengawasi kalian, jadi hati-hati lah,"


Kevin "Apa yang dia rencanakan?"


Benny "Yang pasti dia ingin kalian celaka dan hancur, kami harus cepat pergi sebelum anak buah David melihat kita di sini,"


Sheena "Apa sih yang kalian bicarakan aku nggak ngerti?"


Karina "Nanti Kevin yang akan menceritakannya pada mu,"


Kevin menceritakan tentang penculikan Sheena saat ia masih belum sadarkan diri dari koma setelah kecelakaannya dengan Al tempo hari.


Sheena "Ternyata aku berhutang nyawa sama kamu, Vin. Aku nggak tahu harus dengan cara apa membalasnya," seraya menitikan air mata mengetahui kebenaran Kevin sudah menyelamatkannya.


Kevin "Balas dengan senyuman, bukan air mata di wajah mu," menghapus air mata Sheena yang sudah menetes sedari tadi.


"Udah nggak usah nangis, cengeng banget. Malu di lihat orang disangkanya aku nyakitin kamu." tambahnya lagi.


Sheena "Kenapa kamu lakukan semua itu sama aku?"


Kevin "Kamu tahu sendiri jawabanya,"


Prok,,, prok,,,, prok,,,,,


Suara tepukan tangan dari belakang mereka yang membuat mereka otomatis berbalik melihat sumber suara.


David keluar dari balik pintu berjalan mendekati Sheena dan Kevin.


David "Romantis sekali. Selamat datang di salah satu restoran ku. Sudah lama bukan kita tidak bertemu? Dan sudah cukup kalian bersenang-senang selama persembunyian ku,"


Kevin "Apa yang kau mau?"


David "Sudah pasti kehancuran kalian berdua, kali ini aku sendiri yang akan membunuh kalian, seperti dua teman penghianat kalian yang sudah aku bunuh lebih dulu,"


Sheena berpegangan erat pada tangan Kevin takut dengan ancaman David.


David menyalakan layar monitor yang menampilkan Karina dan Benny bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa.


Sheena teriak histeris melihatnya.


David "Jangan teriak nona, kau ini sangat berisik," menodongkan pistolnya ke arah Kevin dan Sheena yang berada tepat di depannya kurang lebih satu meter.


Kevin "Jangan mendekat,"

__ADS_1


David "Kenapa? Aku tawarkan kau mati lebih dulu atau kau melihat kematian wanita pujaan mu itu mati lebih dulu?"


Sheena semakin mengeratkan pegangannya di lengan Kevin.


Kevin "Jangan takut, aku nggak akan biarkan dia menyakiti mu," menenangkannya.


David "Sudah cukup basa-basinya, tontonan yang membuat ku muak,"


David menembakan pistolnya ke kursi di sebelah Sheena yang berhasil membuat Sheena kembali histeris.


Dengan sigap Kevin membawa Sheena menghindari tembakan David. Namun malang tak dapat dinyana, David kini berada lebih dekat dengan mereka dengan masih menodongkan pistolnya.


David "Tidak ada ampun lagi,"


Dorrrrrrrr


Suara tembakan terdengar memekakan telinga siapa saja yang mendengarnya.


Sheena memejamkan matanya, Kevin segera merangkul Sheena menyelamatkannya dari tembakan David hingga mereka berdua terjatuh.


Darah berhamburan keluar membasahi baju mengeluarkan warna merah khas darah di baju yang di kenakannya.


Kevin merasakan tubuhnya tidak merasakan apapun. Namun terdengar ada yang mengerang kesakitan.


Sheena membuka matanya melihat Kevin baik-baik saja namun samar Sheena melihat Al di belakang Kevin sedang menodongkan pistolnya ke arah David.


David mengerang kesakitan terkena tembakan di paha kirinya dari seseorang membuatnya meleset saat menembak Sheena.


David mencari seseorang yang menembaknya, lalu langsung menembakan timah panas padanya. Suara tembakan menggema lalu rintihan terdengar.


"AAAAALLLLLLL"


Sheena kembali histeris melihat dada Al terkena tembakan.


Sheena berlari meraih Al yang sudah bersimbah darah.


David menembakan lagi pelurunya pada Sheena, Kevin yang menghalangi Sheena terkena tembakan David di tangannya lalu mengerang kesakitan.


Sheena berbalik melihat Kevin yang juga bersimbah darah di lengannya.


Membuatnya bingung harus kemana ia berlari. Namun Kevin mencoba bangkit dan terus melindungi Sheena lagi.


Kevin "Jangan takut aku di sisi mu," dengan suaranya menahan sakit.


Sheena dengan Kevin di sampingnya segera menghampiri Al. Ia berhasil merengkuh kepala Al di kedua pahanya sebagai alas.


Sheena "Bertahanlah,"


Al "Aku mohon maafkan aku," katanya terbata-bata menahan sakit


Kevin masih berjaga di belakang Sheena mengawasi pergerakan David dengan waspada.


Sheena "Iya aku udah maafin kamu sebelum kamu minta maaf sama aku, tapi bertahanlah ku mohon,"


Al "Kamu harus bahagia,"


Suara mobil polisi seperti di film-film india terdengar dan suara tembkannua ke udara memperingatkan.


(author : kenapa polisi india karna datengnya suka telat ye kan?)


Mendengar suara polisi datang David menembakan pelurunya di kepalanya sendiri dan seketika jatuh terkapar ke lantai.


Semua orang terkejut melihat tindakan David yang mengakhiri hidupnya.


Polisi menjalankan tugasnya, Al di bawa ke dalam ambulan bersama Kevin dan juga Sheena.


Jenazah Karina dan Benny pun di evakuasi oleh petugas kepolisian.


Rianti dan Deon yang datang bersama polisi saat itu segera mengikuti ambulan yang membawa kerabat mereka.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Tinggal satu part lagi......


Selamat membaca.......

__ADS_1


Like comment n vote nya yaaa di tunggu all....


šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤


__ADS_2