
Kevin membuka matanya perlahan, kepalanya msih terasa berat sisa mabuk semalam. Ia mencoba bangun karena merasakan tenggorokannya kering, diambilnya segelas air yang sudah tersedia di meja kamarnya dan meminumnya. Dilihatnya jam sudah menunjukan jam tujuh pagi. Kevin duduk di sisi tempat tidurnya, mencoba mengembalikan keseimbangannya. Setelah dirasa sudah cukup baik ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kevin bersiap pergi ke kantor, mengenakan kemeja dan jasnya kemudian berjalan ke depan rumah. Mobil sudah terparkir di depan rumah, supir pribadinya membukakan pintu mobil untuknya kemudian melajukan mobilnya menuju kantor.
Kevin masuk ke dalam ruangannya, ada yang berbeda di sana. Di mejanya ada sebuah paperbag yang berisi kotak makan berwarna biru. Di luar kotak itu ada notes yang tertulis
“Selamat menikmati sarapan mu, selamat bekerja...”
“Sheena” dalam hatinya, Kevin tersenyum mengira itu dari Sheena.
Kevin menikmati sarapannya yang ia pikir dari Sheena, raut wajahnya menampakan bahwa ia sangat senang. Namun di sisi lain ada yang memperhatikannya, tersenyum sinis melihat gerak gerik Kevin saat itu.
Tiba tiba Revan masuk tanpa permisi.
Revan “wah sarapan” merebut kotak nasi itu dari tangan Kevin.
Kevin “itu punya ku” berusaha mengambilnya kembali tapi tidak berhasil.
Revan melahap habis isi kotak makan itu, membuat Kevin kesal dibuatnya.
Kevin “kau memang tidak diberi sarapan dirumah hah”
Revan “tadi buru buru jadi gak sempet, bang”
Kevin “kau ini” maih tampak kesal.
Seseorang yang memperhatikan tadi pergi setelah melihat Revan disana.
------------------
Al “sayang sepertinya aku harus kembali, ada hal penting yang harus aku tangani di sana. Kamu gapapa kan kalau aku tinggal sebentar? Mungkin besok atau lusa aku baru kesini lagi” ucap Al.
Sheena “iya, gapapa kok. Lagian ada Rianti disini nemenin aku” jawabnya.
Al “secepatnya aku kesini lagi, jangan kemana mana sendiri, oke”
Sheena “iya, sayang ku”
Al mencium kepala Sheena dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Al “aku pergi dulu ya”
Sheena “ya hati hati, kabari aku kalau kamu lagi gak sibuk”
Al “iya sayang”
Al dan Deon pergi meninggalkan Sheena dan Rianti di depan rumah.
Rianti sangat kesal karena Deon tidak berpamitan padanya, seperti Al pada Sheena.
Sheena “kenapa lo? Muka di tekuk begitu?” melihat Rianti yang terlihat murung.
__ADS_1
Rianti “kenapa si dia gak pamitan ke gue?”
Sheena “haha, emang siapa lo? Harus pamitan segala” godanya.
Rianti “iya juga si. Gue kan bukan siapa siapanya dia. Hmmmm” kecewa
Sheena “digantung nihyeee”
Rianti “jemuran kali digantung”
Sheena “udah yuk ah. Anak anak udah pada nunggu tuh”
Rianti “ayok”
Di paviliun anak anak sudah menunggu, mereka belajar, bermain, dan bercanda. Tertawa riang penuh keceriaan di paviliun sore itu.
Selesai mengajar anak anak Sheena dan Rianti duduk di kursi taman.
Sheena “Ri, gue mau lo jujur. Sebenernya ada apa sama Bianca?”
Rianti “gak ada apa apa kok. Kenapa lo nanya kek gitu?”
Sheena “karena gue liat lo nyembunyiin sesuatu dari gue, Ri gue kenal lo sama Bianca tuh bukan sehari dua hari. Udah dari SMP kita sama sama kan. Sekarang lo jawab pertanyaan gue, ada apa sama Bianca”
Rianti “paan si”
Sheena “kalo lo gak cerita. Lo bukan sahabat gue lagi’
Rianti “iya, iya gue cerita” menatap Sheena dalam penuh arti.
Sheena “ya udah cepet cerita”
Rianti “tapi gue mohon lo janji jangan sampai benci sama Bianca ato pun sama gue ya Sheen. Gue gak mau kehilangan sahabat sahabat gue”
Sheena “iya gue janji”
Rianti “Bianca udah nikah sama Kevin”
Rianti sangat takut Sheena marah karena ceritanya, tapi malah sebaliknya Sheena tersenyum walau sempat sedikit terkejut mendengarnya.
Rianti “lo jangan marah ya Sheen, please”
Sheena “kenapa gue harus marah. Gue malah bersyukur temen gue udah nikah dan Kevin udah bisa move on dari gue. Lagian gue kan udah sama Al”
Rianti “masalahnya, pernikahan mereka gak bahagia, Sheen”
Sheena “kenapa?”
Rianti “Kevin masih belum bisa lupain lo. "
Sheena sedih ada perasaan menyesal dan bersalah mendengarnya, bukan karena Kevin yang belum bisa melupakannya, tapi karena pernikahan sahabatnya tidak bahagia yang di sebabkan olehnya.
__ADS_1
“maafin gue, Bi. Karena gue pernikahan lo gak bahagia. Gue akan cari cara buat ngerubah semuanya” gumam Sheena dalam hatinya.
----------------
#FLASHBACK
Kevin mabuk berat di sebuah klub, ia terkulai lemas karena terlalu banyak minum. David yang sedang bersamanya saat itu membawanya pulang ke rumahnya.
Bianca membukakan pintu rumahnya, melihat David yang membopong Kevin dengan cepat Bianca membantunya membawa Kevin ke kamar tamu.
David dan Bianca membaringkan Kevin di atas tempat tidur. Kemudian mereka keluar dari sana lalu masuk ke kamarnya masing masing.
Orang tua mereka sering bepergian ke luar negeri untuk perjalan bisnisnya. Jadi hanya kedua kakak beradik itu dan beberapa pelayan di rumahnya.
Bianca bermaksud akan menghubungi Sheena namun ia lupa ponselnya tertinggal di kamar tamu tadi sewaktu membantu David membawa Kevin.
Bianca “ah ponsel gue ketinggalan lagi di kamar tamu” menggerutu.
Bianca kembali ke kamar itu untuk mencari ponselnya. Kevin terus saja meracau menyebut nyebut nama Sheena kala itu.
Kevin “Sheena, aku mencintai mu kenapa kau pergi bersamanya” suara khas orang mabuk.
Bianca mencari cari ponselnya yang ternyata ada di sebelah Kevin. Ia mengambilnya. Tiba tiba Kevin menarik dan memeluknya sangat erat.
Bianca “kak, lepasin kak, aku bukan Sheena”
Kevin “jangan pergi”
Karena pelukan Kevin sangat kencang ia pun akhirnya pasrah berharap Kevin cepat melepaskan pelukannya.
Sudah sangat lama Bianca mengagumi Kevin tapi karena Kevin ternyata mencintai sahabatnya ia rela melupakan perasaanya.
Alih alih melepaskan pelukannya Kevin malah mmencium bibir Bianca. Bianca terkejut tapi juga tak kuasa menolaknya. Ciuman itu berlanjut menjadi ciuman panas yang mengundang gairah keduanya.
Kevin menurunkan ciumannya ke leher Bianca, tangannya mulai beraksi menelusuri setiap lekuk tubuh gadis itu. Sampai terjadilah sesuatu yang tidak diinginkan. Kevin mengambil sesuatu yang berharga dari Bianca. Yang Kevin sadari itu adalah Sheena. Karena kelelahan mereka berdua terlelap tanpa mengenakan sehelai baju pun.
Keesokan paginya.
Bianca terbangun terkejut melihat dirinya yang tidak memakai sehelai pakaian. Teringat malam dia sudah melakukan sesuatu dengan Kevin.
Sama halnya Kevin juga terkejut melihat dirinya yang tidak berpakaian. Lebih terkejut lagi ia melihat Bianca disampingnya yang sama seperti dirinya.
Bianca menutupi dirinya dengan selimut. Sedangkan Kevin cepat cepat memakai kemejanya.
Kevin “apa semalam aku?” melihat bercak darah di sprei ia jadi merasa bersalah pada Bianca.
Bianca hanya mengangguk. Kevin tertunduk frustasi.
Bianca dalam hatinya “maafin aku, Sheen”
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
#jangan lupa lico n vote nya ya.. makasih semua 🖤🖤🖤#