
Al βaku seriusβ
Kevin menghentikan langkahnya.
Kevin "semudah itu kau bilang akan melepasnya? Ternyata aku salah dulu sudah melepasnya pada mu. Ingat, Sheena memutuskan pertunangannya dengan ku hanya karena kau yang telah menolongnya, dan sekarang apa yang kau lakukan padanya setelah banyak pengorbanan yang sudah dia berikan? Hanya karena cobaan seperti ini kau akan melepasnya. Ternyata kau hanyalah seorang pengecut," ucapnya kemudian berlalu.
Al semakin merasa bersalah mendengar jawaban Kevin. Jika saja dulu Al tidak mengikuti egonya ini semua tidak akan terjadi.
Paginya Deon dan Rianti datang untuk menjenguk Al dan Sheena.
Al baru saja selesai di periksa dokter dan meminum obatnya.
Deon " gimana bos, sudah lebih baik? aku datang bersama Rianti" ucapnya saat dokter dan perawat yang memeriksa Al keluar dari kamar perawatan.
Rianti "apakabar, gimana keadaan mu sekarang?"
Al "lumayan baik"
Rianti " bagus kalau begitu, tinggal Sheena yang masih koma dan nggak tahu kapan dia akan sadar" ucapnya sedih.
Deon merangkulnya untuk menenangkan kekasihnya. Al yang melihatnya lebih sedih lagi, ia merasa semakin bersalah pada keadaan yang menimpanya saat ini.
Al "Ri, aku mau menanyakan sesuatu"
Rianti "apa? tanya aja"
Al "bagaimana Sheena bisa bertemu dengan Kevin?" tanyanya.
Rianti "kenapa nanya itu?" bingung dengan pertanyaan Al.
Al "ya sudah kalau tidak mau jawab, hanya ingin tahu saja. Kemarin malam Kevin menjenguk Sheena aku dengar dia berbicara kalau dia masih mencintainya, jadi aku penasaran gimana mereka dulu bisa bertemu dan bertunangan" jelasnya.
Rianti " oh gitu, dulu kita dikenalin sama Bianca, dan ternyata Kevin adalah bos barunya Sheena, terus mereka jadi deket, dan ternyata juga mereka memang sudah di jodohkan sama orang tua mereka, makanya waktu Sheena memutuskan pertunangannya sama Kevin orang tua Kevin jadi benci banget sama Sheena, yang aku tahu sih gitu"
Al "hmmm, oke makasih udah di ceritain"
Rianti "ya sama-sama, sekarang kita mu jenguk Sheena dulu ya," pamitnya.
Al "kalau gitu bareng aja sekalian aku ingin lihat istri ku, Deon, bantu ku ke kursi roda"
Deon segera membantu bosnya duduk di kursi rodanya.
Lalu mereka bersama ke ruangan dimana Sheena sedang terbaring koma.
Rianti "Sheen, ini gue Rianti. Gue kangen sama lo, gue tahu lo bisa denger kan. Kalo lo denger, kita disini semua menunggu lo sadar dan membuka mata lo. Terus berjuang kita semua kangen banget sama lo, cepet bangun ya Sheen," air matanya tak dapat terbendung lagi melihat sahabatnya belum sadar juga.
Deon merangkul Rianti lagi.
Al juga ikut menitikan air mata dibuatnya.
Setelah puas memandangi Sheena, Rianti pamit untuk pulang dengan Deon. Al masih di ruangan Sheena menemani istrinya.
Hatinya ingin sekali mengusap kepala istrinya namun apa daya Al tak mampu berdiri, kini ia hanya bisa duduk di kursi roda. Dan sekarang hanya bisa menggenggam tangan istrinya yang masih koma.
Al "sayang, maafkan aku"
__ADS_1
---------------
Tak terasa hari pernikahan tinggal dua hari lagi. Tapi kedua pasangan calon pengantinnya tidak ada yang merasa antusias sama sekali menyambut hari bahagia mereka.
Revan "mi, kok nggak semangat gitu padahal kamu lho yang ingin kita menikah cepat"
Putri "aku merasa sedih dengan keadaan Sheena, kita senang-senang berpesta sedangkan Sheena sedang berjuang melawan kematian. Apa kita adakan secara sederhana aja ya Pi, acara pernikahan kita?"
Revan " kalau gitu sepertinya nggak bisa, tahu sendiri ini semua mama aku yang siapin, Mi"
Putri menyenderkan kepalanya ke bahu Revan.
Putri "aku merasa kehilangan Sheena, buat aku Sheena adalah bos yang sangat baik dia nggak pernah marah walaupun aku salah. Malahan dia ngebimbing aku supaya aku bisa ngerjain kerjaan aku,"
Revan "kalau kamu kangen sama dia, kita jenguk dia aja gimana?"
Putri "Pi, kamu memang calon suami yang sangat peka, ayo kita ke rumah sakit"
Sampai di rumah sakit mereka langsung menuju kamar Sheena.
Putri "Sheena, ini aku Putri. Aku jadi banyak kerjaan karena kamu terus terbaring disini, semua kerjaan aku yang kerjain. Banyak yang aku nggak ngerti, aku harap kamu cepat sadar dan kita kerja bareng lagi. Aku kangen kita kerja sama-sama lagi. Cepat sadar ibu direktur ku, kita semua membutuhkan mu" ucapnya sambil menangis menatap Sheena yang masih tertidur tidak bereaksi.
Revan "ini aku Revan, terus berjuang Sheena, kami semua disini berharap kamu cepat sadar. Kamu pasti bisa. Oh ya kami akan menikah besok lusa kami sangat berharap kamu bisa menjadi saksi kebahagiaan kami," ucapnya sembari merangkul Putri yang ada disampingnya.
Saat mereka tengah asik menatap dan berbicara di samping Sheena yang masih tidak ada reaksi apapun karena sedang koma, Kevin datang dengan membawa satu buket bunga mawar.
Revan yang melihat Kevin membawa bunga melihat kebelakang Kevin heran.
Revan "sendiri, Bang?" tanyanya.
Revan "Karina?"
Kevin menggelengkan kepala tanda ia hanya sendiri tanpa Karina bersamanya.
Kevin menata bunga yang ia bawa di vas bunga lalu meletakannya di meja samping ranjang Sheena.
Putri melihat itu merasa terharu, Kevin saja yang sudah menjadi mantannya Sheena masih perhatian sama Sheena.
Putri "romantis banget, walaupun dia lgi koma inget Bang istri orang" godanya.
Revan "kamu mau, Mi? nanti aku belikan yang lebih bagus dari itu"
Putri " nggak mau, itu artinya kamu jiplak abang kamu, Pi"
Revan terkekeh.
Kevin tidak menghiraukan mereka berdua, pandangannya fokus pada seseorang yang sedang berbaring seperti sedang tertidur nyenyak di depannya.
Revan "Mi, kayaknya kita harus keluar deh"
Putri mengangguk lalu keluar bersama Revan.
Kevin duduk dan menggenggam tangan Sheena.
Kevin "Lusa aku akan menikah, aku akan bahagia, itu kan yang kamu inginkan"
__ADS_1
Kevin mendekat ke telinga Sheena membisikan sesuatu ditelinganya.
Kevin "aku akan lebih bahagia kalau kamu melihat aku bahagia, jadi cepatlah bangun karena kamu harus lihat aku bahagia" bisiknya di telinga Sheena.
Air matanya jatuh tapi cepat-cepat ia hapus, kemudian keluar menyusul Revan dan Putri.
Ketiganya memutuskan untuk singgah di sebuah kafe. Mereka memesan kopi dan beberapa potong kue.
Revan "Bang, lusa menikah masih belum bisa move on juga?" ucapnya memulai percakapan.
Kevin "entah lah, perasaan dan hati ku masih saja belum bisa terlepas dari Sheena, padahal aku sudah berusaha keras untuk melupakan perasaan ku tapi tetap saja tidak bisa"
Putri "aku heran deh sama Bang Kevin dan Sheena, sebenarnya kalian masih peduli satu sama lain. Tapi kenapa harus berpisah?"
Revan "peduli gimana maksud mu, Mi? Sheena udah nikah nggak mungkin masih peduli sama abang aku" heran.
Putri "waktu di pesta ulang tahun perusahaan Sheena nyelamatin Bang Kevin dari rencana busuknya si Della sekretarisnya Bang Kevin"
Revan dan Kevin bersamaan mengerutkan dahinya heran. Setahu Kevin Sheena tidak datang ke acara itu.
Revan "bukannya Sheena nggak datang ya?"
Kevin "iya Sheena juga bilang kalau dia nggak datang"
Putri "Pi, kamu masih inget nggak, aku pernah cerita Dilla mau celakain Bang Kevin di pesta itu?"
Revan "ah iya inget, terus,,,?"
Putri "waktu itu Sheena yang menghalau gelas minuman yang mau kamu minum itu Bang, Sheena tahu Dilla mencampurkan sesuatu di minuman mu dan dia yang merencanakan buat selamatin Bang Kevin" jelasnya.
Kevin "jadi itu Sheena? kenapa dia sangat berbeda?" terkejut dan tidak percaya.
Putri "karena kita sudah sempat bertemu mama sama Dilla di depan dan waktu itu Dilla menumpahkan minuman ke gaun Sheena, jadi kita ke toilet nah di toilet itu Sheena tahu kalau Dilla mau jahat sama kamu, terus kita di dandanin Rianti biar terlihat beda dan ternyata itu berhasil"
Revan "kamu yakin, Mi? kok aku nggak tahu"
Putri " waktu itu kamu lagi diluar kota sayang"
Revan "oh iya aku lupa hehe"
Kevin "jadi yang jatuh di depan aku itu Sheena? dia nyelamatin aku dari niat jahat Dilla,"
Putri "benar sekali, makanya aku bilang kenapa kalian harus berpisah padahal kalian masih saling peduli satu sama lain, tapi itu sudah nggak penting lagi sekarang Sheena udah nikah dan Bang Kevin juga udah mau nikah"
Kevin terdiam, hatinya merasa senang karena ternyata Sheena masih peduli padanya, apakah Sheena masih ada perasaan untuknya?
Tapi ia juga sedih dengan keadaan Sheena sekarang dan di sisi lain juga bingung karena dia sudah berjanji akan menikahi Karina lusa nanti.
Kevin "Sheena, bangun lah aku ingin tahu perasaan mu pada ku seperti apa" gumamnya dalam hati.
π·π·π·π·π·π·
Jangan lupa like comment n vote nya ya....
terimakasih π€π€π€
__ADS_1