MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 60


__ADS_3

# sebelum ke ceritanya author mau minta maaf baru UP sekarang,, karena sambil kerja juga dan beberapa hari ini lembur n pulang malem terus jadi baru hari ini bisa UP lanjutin ceritanya.... n baydewey baswey yah aku denger lagu armada jadi pengen nulis padahal baru aja pulang kerja.... hehehe apa sihh yah malah curhat... yah sudah... jangan lupa untuk like comment n vote,,, dukungannya sangat berharga buat author semangat nulis kelanjutan ceritanya,,, makasih semua... happy reading 🖤🖤🖤#


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Kevin melangkahkan kakinya, ia akan menemui Pak Tio untuk urusan bisnisnya. Namun saat ia akan memasuki ruangan Pak Tio Kevin mendengar suara tamparan keras dari dalam dan suara Pak Tio yang sedang tersulut emosi. Sedari tadi Sekretaris Pak Tio mencoba mencegah Kevin untuk masuk. Awalnya Kevin akan pergi namun saat mendengar teriakan suara wanita di dalam ia tidak jadi beranjak dari sana.


Pak Tio “dasar anak tidak tahu di untung, masih bagus kau ku jodohkan dengan Kevin, kau harus secepatnya menikah dengannya jangan di tunda lagi. Perusahaan ku sedang krisis hanya itu yang bisa menyelamatkan perusahaan ku” ucapnya marah.


Karina “tapi aku gak cinta sama dia, pah. Aku sudah punya orang yang aku cintai, dan cukup memeperalat ku untuk menjerat anak teman-teman kaya mu hanya untuk mencari keuntungan mu semata.”


Pak Tio “kau anak tidak tahu terimakasih masih bagus aku memungut mu dari jalanan, dan sekarang kau membantah ku yang sudah membesarkan mu”


PLAK


PLAk


PLAK


BUG


“aaaaaarrrggghhh” teriakan Karina.


Kevin sudah tidak tahan lagi mendengarnya, dengan cepat ia menendang pintu ruangan Pak Tio yang masih tertutup rapat.


BRAAAKKKK


Kevin “HENTIKAN” gertaknya.


Pak Tio “Kevin”


Karina masih meringis kesakitan ia terduduk di bawah meja, pipinya merah, keningnya lebam, dan kakinya juga terlihat banyak luka lebam.


Kevin “aku akan menikahinya secepatnya, jangan pernah menyiksanya lagi atau kau akan tahu akibatnya” ancamnya.


Pak Tio “sa saya”


Kevin “berani kau menyentuhnya lagi tidak hanya kau yang aku masukan ke penjara tapi perusahaan yang kau banggakan ini akan ku hancurkan juga”


Pak Tio tidak berkutik.


Kevin memangku Karina membawanya ke rumah sakit.


DI RUMAH SAKIT


Kevin menunggu di koridor rumah sakit di depan ruangan dimana dokter sedang memeriksa Karina. Saat itu Kevin melihat Sheena dan Al sedang berjalan masuk ke poli pemeriksaan kandungan. Mereka terlihat sangat bahagia beberapa kali Al mengelus perut Sheena yang masih datar. Walaupun Kevin senang melihat Sheena bahagia tapi hati kecilnya sedih, dalam hatinya Sheena masih terpatri belum tergantikan.


Suara dokter yang memeriksa Karina membuyarkan lamunannya.


Dokter “Tuan Kevin”


Kevin tersadar “i iya dok”


Dokter “Nona Karina, sudah kamu periksa sejauh ini tidak ada luka serius hanya memar saja, ia sedang beristirahat di dalam anda sudah bisa emnemuinya”


Kevin “oh ya baik, terimakasih dokter”


Dokter “sama-sama” kemudian pergi meninggalkan Kevin yang masih mematung.


Sekilas Kevin berbalik melihat ke arah Sheena dan Al tapi sudah tidak ada di sana. Kevin langsung masuk ke dalam untuk menemui Karina. Karina berbaring di ranjangnya da tersenyum melihat Kevin datang.

__ADS_1


Karina “terimakasih”


Kevin “gimana keadaan mu, sudah lebih baik?”


Karina mengangguk “aku berhutang budi sama kamu”


Kevin “sudah lah tidak usah seperti itu, aku hanya ingin menolong mu”


Karina “karena kau menolong ku, aku jadi berhutang budi sama kamu”


Kevin “kalau begitu kau harus membayarnya, cepat lah pulih, karena kita akan menikah”


Karina “jangan dipikirkan kata-kata papa ku, kau sudah tahu kan alasannya kenapa kita dijodohkan, aku tidak mau menikah karena keterpaksaan”


Kevin “makanya jangan terpaksa menikah dengan ku, kau harus rela melakukanya, anggap itu sebagai bayaran hutang budi mu pada ku”


Karina “apa? Jangan bercanda, aku tahu kau masih mencintai Sheena, dan kau pun tahu aku tidak mencintai mu, kenapa kau harus memaksakan perjodohan ini dan menikahi ku?”


Kevin “aku memang belum bisa melupakan Sheena, tapi aku akan mencobanya. Memang pernikahan harus dilandasi oleh cinta? Kau sudah tahu bukan di kalangan kita pernikahan tak harus dilandasi dengan cinta”


Karina “tapi aku tidak bisa”


Kevin “kau masih mengharapkan laki-laki itu?”


Karina mengangguk “hemmm”


Kevin “akan aku cari tahu kemana dia pergi, tapi pernikahan kita tetap harus terjadi”


Karina “tapi, Vin”


Kevin “beristirahatlah, aku balik ke kantor, pulangnya aku kesini lagi”


Kevin “kamu sangat bahagia dengannya Sheena, membuat ku iri, harusnya aku yang disana” gumamnya.


Lalu Kevin masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya keluar parkiran meninggalkan rumah sakit menuju kantornya.


--------------------------


Sebelumnya Bunda Lien meminta Sheena dan Al untuk melakukan program hamil ke dokter kandungan.


Bunda Lien “Sayang, apa sudah ada tanda-tanda cucu ku dalam perut mu?”


Sheena “belum bunda”


Al “tenang aja bund, kita masih ingin menikmati masa-masa berdua dulu”


Bunda Lien “kamu ini, terserah kalian mau berduaan, kalau sudah ada anak biarkan anak kalian bunda yang urus”


Sheena “bunda, masa bunda yang urus kita kan orang tuanya, mungkin kami belum waktunya bund” memeluk Bunda Lien.


Bunda Lien “kalian ikut program kehamilan saja, dan sekalian periksa kesuburan kalian”


Al “boleh juga, Bund, nanti kami akan ikut program kehamilan”


Al dan Sheena pun menurutinya untuk mengikui program kehamilan dan pergi kedokter kandungan.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Al tidak henti-hentinya mengalus perut Sheena padahal belum ada tanda-tanda kehamilan.


Al “sayang, nanti di perut ini akan ada anak kita, nanti dia akan tumbuh dan berkembang di sini, aku tak sabar itu terjadi, pasti kamu akan lebih seksi kalo hamil nanti” sambil terus mengelus perut Sheena yang datar.

__ADS_1


Sheena “aku juga udah nggak sabar, sayang, kamu mau anak laki-laki atau perempuan?”


Al “laki-laki atau perempuan itu sama saja sayang,” mengusap kepala Sheena dan menciumnya.


Sheena “iya sayang, semoga secepatnya aku bisa hamil anak kita”


Sesampainya di dokter kandungan.


Dokter Lisa “lama tak jumpa dokter Al, ada yang bisa saya bantu?”


Al “jadi begini, Dok. Kami ingin mengikuti program kehamilan”


Dokter Lisa “oh begitu, bagaimana siklus haidnya nyonya atau ada keluhan?”


Sheena “siklus haid saya lancar dok tidak ada keluhan”


Dokter Lisa “mari ikut saya, berbaringlah dengan nyaman saya akan melakukan beberapa pemeriksaan,”


Sheena menuruti perintah Dokter Lisa, dan menjalani beberapa pemeriksaan yang dilakukan oleh Dokter Lisa. Selang beberapa lama pemeriksaan selesai, Sheena kembali duduk di sebelah suaminya.


Sheena “bagaimana dokter?”


Dokter Lisa “tidak ada masalah anda sangat sehat, saya akan memeberikan vitamin untuk kalian berdua, jaga pola makan yang sehat dan sempatkan berolahraga, lakukan hubungan selang seling jangan terlalu sering berikan jeda waku”


Sheena menoleh ke arah suaminya dengan tatapan penuh arti.


Al “iya baiklah dokter” nada kecewa.


Dokter Lisa tesenyum sedang Sheena terlihat malu.


Dokter Lisa “kalau ada keluhan jangan segan untuk datang lagi kemari, semoga berhasil”


Sheena “terimakasih dokter”


Al “iya terimaksih, kalau begitu kami permisi”


Mereka keluar dari ruangan Dokter Lisa dengan perasaan bahagia karena Sheena dinyatakan sehat dan mereka berharap Sheena cepat hamil.


Sheena “sayang jangan terus menerus pegang perut aku kan belum ada bayinya, malu dilihat orang”


Al “biarin, aku lagi pengen megang perut kamu”


Sheena “sayang ih udah mau sampe mobil nih”


Al “hehe, iya tuan putri” mencium kepala Sheena lalu membukakan pintu mobil untuknya.


Sheena “terimakasih sayang”


Al melajukan mobilnya keluar area parkiran rumah sakit.


Sheena “sayang kita ke salon Rianti dulu yuk, aku udah lama nggak kesana”


Al “siap laksanakan tuan putri”


Al terus mmengendarai mobilnya, sepanjang perjalanan ia terus saja menggoda istrinya. Karena terus bercanda dengan Sheena Al menjadi tidak fokus dengan yang ada di depannya.


Truk dari arah berlawanan melaju kencang, Al tidak menyadarinya saat sudah dekat ia sadar dan berusaha untuk menghindarinya tapi malah menabrak kendaraan lain yang sama sedang melintas disana. Kecelakaan tidak dapat di hindarkan, mobilnya terpental dan terguling Al dan Sheena terluka parah dan tidak sadarkan diri. Petugas kepolisian dan ambulan tak lama datang kelokasi kecelakaan dan segera membawa mereka ke rumah sakit.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2