
Rianti sedang memeriksa beberapa berkas di atas mejanya, sembari sesekali melihat ponselnya berharap Deon menghubunginya.
“Rianti” suara seseorang memanggilnya.
Rianti “Kak Kevin, mau potong rambut? Atau perawatan?” tanyanya
Kevin “tidak, ada sesuatu yang mau aku tanyakan,” jawabnya.
Rianti “ohh, kita bicara di dalam aja Kak” ajaknya.
Rianti mempersilahkan Kevin masuk ke dalam ruangan yang hanya di sekat kaca di salon itu.
Kevin “salon mu ramai juga ya,”
Rianti “iya lumayan Kak, namanya usaha ada rame nya ada sepinya, tidak sebanding dengan perusahaan besar punya Kak Kevin, oh ya apa yang mau kakak tanyakan?”
Kevin “kemarin aku melihat berita bahwa di perusahaan suami Sheena terjadi kebakaran, benar atau tidak?” tanyanya.
Rianti “iya Kak, pacar aku juga sibuk karena kebakaran itu,” jawabnya menegeluh.
Kevin menganggukkan kepalanya tapi masih belum puas dengan jawaban Rianti.
Rianti “gak mungkin Kak Kevin kesini kalau hanya menanyakan itu saja, iya kan?” balik bertanya.
Kevin “iya aku kepikiran Sheena, pasti dia sedang sedih sekarang, semoga dia baik-baik saja” ucapnya sembari menunduk sedih.
Rianti “haha, sudah ku duga, aduh ini duren belum move on juga, Sheena udah milik orang lain kak, katanya udah ikhlasin gimana si?”
Kevin “akhir-akhir ini aku sering mimpi buruk tentang Sheena, aku hanya khawatir saja” jelasnya.
Rianti “Sheena baik-baik aja Kak, walau pun bulan madunya gagal karena peristiwa kebakaran itu, sekarang sudah waktunya membuka hati Kak, seperti kata Sheena Kak Kevin juga harus bahagia”
Kevin “semuanya butuh waktu, Ri, mmm sekalian kesini kamu bisa merubah penampilan ku?”
Rianti “udah ganteng begini mau di rubah gimana lagi, gak dirubah pun banyak cewek-cewek yang ngantri kali Kak,”
Kevin “itu kan sudah pasti, aku ingin sedikit berbeda, bisa kan”
Rianti “sangat sangat bisa, yuk kita mulai aku sendiri yang akan merubah penampilan mu”
Selang beberapa jam kemudian penampilan Kevin sudah berubah menjadi kelihatan sangat dan lebih berbeda terutama potongan rambutnya yang menjadi terlihat anak muda. Sebelumnya wajahnya yang tampan dan sekarang menjadi sangat sangat tampan, wanita mana tidak akan mampu menolaknya.
Rianti “masih ada satu tahap lagi kak”
Kevin “apa itu?”
Rianti “lets go bro,”
Mereka masuk ke dalam mobil dan menuju sebuah mall untuk membeli pakaian untuk menyempurnakan perubahan penampilan Kevin. Rianti sibuk menyocokkan baju-baju untuk membuat Kevin tampil lebih berbeda. Keseharian Kevin memang lebih sering memakai baju yang formal dengan stelan jas dan sepatu kulitnya, walau pun sebenarnya Kevin memang terlihat keren dengan apa pun yang ia kenakan.
Semua toko mereka singgahi, hari itu Kevin sudah seperti model dalam sehari semua baju pilihan Rianti harus ia coba tapi Kevin menuruti semua instruksi Rianti. Setelah selesai kedua tangan mereka sudah di penuhi oleh paperbag-paperbag hasil mereka belanja.
Rianti “kak, cari makan yuk ah laper”
Kevin menuruti saja permintaan Rianti karena ia pun sama sudah capek dan lapar setelah berbelanja tadi. Mereka pun memesan makanan di restoran di mall itu, dan menyantap makanan mereka dengan lahap. Kevin mengantar Rianti kembali ke salon, sebelum akhirnya ia pulang.
__ADS_1
Kevin “Ri, aku mau minta satu bantuan lagi”
Rianti “kalau aku bisa bantu, memang apa kak?”
Kevin “besok pesta ulang tahun perusahaan, aku belum punya pasangan untuk pergi ke pesta”
Rianti “mmmm, nanti aku carikan teman untuk mu”
Kevin “oke, terimakasih sudah merubah penampilan ku hari ini, aku pergi dulu”
Rianti “sama-sama kak”
Kevin berlalu pergi meninggalkan Rianti yang langsung masuk ke dalam salon.
------------------------------
Deon melihat ponselnya ada puluhan kali Rianti menghubunginya dan banyak pesan dari kekasihnya belum sempat ia balas.
Rianti :
“Aku sudah di salon, kamu sudah bangun.”
“lagi apa? Udah makan siang?”
“hubungi aku kalau kamu ada waktu luang”
“semoga kamu baik-baik saja, jangan lupa hubungi aku”
“jangan lupa makan”
Deon “haduh, kebakaran ini membuat ku melupakannya, semoga dia mengerti”
Mencoba menghubungi Rianti berkali-kali tapi tidak ada jawaban, Deon pun akhirnya mengirimkan pesan pada kekasihnya itu.
Deon :
“maaf aku benar-benar sibuk hari ini, hubungi aku kalau kamu sudah baca pesan ini, aku juga merindukan mu”
Sheena melihat kegelisahan Deon yang sedang menunggu RIanti menghubunginya.
Sheena “kenapa kau murung begitu?” tanyanya.
Deon “aku sedang menunggu telepon seseorang nyonya” jawabnya malu-malu.
Sheena “nunggu telepon Rianti?”
Deon “iya, apa dia ada menghubungi mu nyonya?”
Sheena “tidak, mungkin dia lagi sibuk banyak pelanggan datang ke salonnya,”
Deon mengangguk namun tetap tampak gelisah di raut wajahnya.
Semua keluarga korban sudah menerima santunan dari perusahaan, petugas kepolisian masih menyelidiki siapa yang begitu ceroboh dengan zat kimia yang berbahaya dan menimbulkan kebakaran di perusahaan.
Al memutuskan untuk pulang bersama Sheena ke rumah baru mereka, Deon pun nampak sangat senang akan kembali pulang dan bisa bertemu dengan RIanti kekasihnya.
__ADS_1
Setibanya di rumah barunya sekarang Sheena tampak sangat menyukainya karena dihalaman samping rumah ada taman berbagai jenis bunga warna-warni yang mengundang kupu-kupu beterbangan di atasnya. Sheena sangat menyukai bunga dan kupu-kupu, dari kamarnya ia juga bisa melihat taman bunga dan kupu-kupunya.
Sheena “Al aku suka sekali, ada bunga ada kupu-kupu, ahhh aku suka, makasih ya”
Al “aku sangat senang kalau kamu suka rumah ini”
Kupu-kupu bertebangan saat Sheena menghampirinya, ada juga yang hinggap di rambut dan di bahunya, ia sangat menikmati suasana di taman rumah barunya itu. Setelah puas ia masuk ke dalam rumah dan memasakan makan malam untuk suaminya dan Deon yang masih berada disana, karena masih banyak yang harus dikerjakannya bersama Al.
Sheena “sayang, makan malamnya sudah siap, ayo makan dulu ajak Deon juga untuk makan” ajaknya.
Al dan Deon pun langsung datang ke meja makan.
Al “wah makan malam yang sangat istimewa”
Deon “nyonya memang luar biasa, makanannya menggugah selera”
Sheena “sudah cepat makan nanti keburu dingin”
Sheena mengambilkan makanan untuk suaminya dan juga untuk dirinya, Deon mengambil makanannya sendiri tentunya.
Al “sayang besok aku sama Deon akan kembali ke kota B, untuk menemui pihak kepolisisan di sana”
Sheena “aku ikut ya”
Al “kamu istirahat aja disini ya, aku juga gak akan lama”
Sheena “mmm, baiklah”
Al “ajak saja teman mu RIanti untuk kesini menemani mu”
Deon “iya nyonya biar aku juga bisa tenang kalau ada Rianti bersama nyonya” timpal Deon.
Sheena “nyambung aja kalau udah ngomongin Rianti”
Al “sepertinya ada yang sudah tidak kuat menahan rindu, makanya cepetan nikah”
Deon hanya terkekeh mendengar ocehan majikannya.
Setelah selesai makan malam Sheena masuk ke kamarnya, sedangkan Al dan Deon melanjutkan pekerjaan mereka yang belum selesai di ruang kerja Al.
Sheena menghubungi Rianti untuk mengajaknya ke rumah barunya.
Sheena : Ri, besok lo ada acara gak? Ke rumah baru gue ya, besok Al pergi lagi ke kota B, gue sendirian di rumah.
Rianti : iya gue tahu, tadi Deon kirim pesan ke gue.
Sheena : iya lo kesini ya.
Rianti : Sheen, anterin gue ke pesta aja yuk.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
jangan lupa untuk like comment n vote ya
terimakasih 🖤🖤🖤
__ADS_1