MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 49


__ADS_3

Waktu terus bergulir Al sudah kesal dengan kemacetan yang mengganggu perjalanan pulangnya, entah sudah berapa ribu kali ia terus melihat jam tangannya. Deon baru datang setelah ia mencari informasi tentang penyebab kemacetan yang membuat bosnya kesal dan terus marah-marah dalam mobil.


Deon “ada kecelakaan seratus meter di depan bos, truk yang mengalami kecelakaan belum di evakuasi menunggu alat berat datang ke lokasi,” jelasnya.


Al “shitt, akan sangat lama kalau sekarang saja alat berat itu belum juga datang” decaknya kesal.


Deon “sedang dalam perjalanan, bos”


Al “aku akan telat pergi ke pesta bersama istri ku”


Deon hanya bisa diam mendengar kekesalan bosnya itu,


“aku juga ingin cepat pulang kali, bos, kekasih ku juga sudah menunggu ku,” dalam hati Deon.


Akhirnya Al membiarkan Sheena pergi ke pesta tanpanya asalkan bersama Rianti dan Putri yang menemaninya.


-----------------------------


Kevin sedang menyapa para tamunya bersama Papa Alex dan Mama Dahlia tak terkecuali Dilla yang terus membuntuti Kevin kemana pun ia berjalan.


Kevin “tidak usah mengikuti ku terus, apa kau bisa?” hardiknya pada Dilla yang terus saja menempel padanya.


Dilla “tidak bisa, Pak, saya sekretaris anda dan sudah seharusnya saya harus berada di samping anda” jawabnya sambil teru saja menggandeng lengan Kevin


Kevin “lepaskan, aku risih dengan semua para tamu undangan yang melihat tingkah mu, mereka bisa salah paham dan aku tidak mau itu terjadi” tegasnya sambil menghempas tangan Dilla dari lengannya.


Dilla “tidak,” terus merangkulnya lagi walau terus dihempaskan Kevin.


Papa Alex “Kevin,” panggilnya pada anaknya yang langsung menghampirinya.


Papa Alex “ini Pak Tio rekan kerja papa waktu sama-sama merintis perusahaan dan kini beliau sudah pensiun, dan ini anaknya Karina”


Pak Tio “senang bisa bertemu langsung dengan mu, Kevin, selama ini om hanya mendengar cerita dari papa mu” ujarnya.


Kevin “suatu kehormatan bisa bertemu dengan orang hebat seperti om, yang berhasil merintis perusahaan sampai sebesar NEO GRUP” ucapnya.


Pak Tio “kau bisa saja, papa mu juga sangat hebat dan sekarang menurun pada mu anaknya, oh ya ini Karina anak om” menunjuk seorang gadis yang berada di sampingnya.


“Kevin”


“Karina”


Papa Alex “sepertinya kita harus meninggalkan anak muda untuk saling mengenal”ajaknya pada temannya lalu meninggalkan mereka.


Dilla masih saja menempel pada Kevin.


Karina “siapa dia?” merasa heran melihat Dilla yang sedari tadi berada dekat Kevin.

__ADS_1


Kevin “ah, dia sekretaris ku, Dilla” jawabnya.


“Dilla” sinis dan menekankan tangannya saat Karina menjabat tangannya.


“Karina” sembari melepaskan tangannya karena Dilla mencengkramnya sangat keras.


Kevin “mari kita berkeliling” ajaknya.


Karina “aku agak sedikit pegal bisakah kita sambil duduk di meja sebelah sana” ajaknya dan menunjuk sebuah meja kosong.


Kevin “Dilla, tolong ambilkan kami minuman dan camilan untuk Nona Karina” perintahnya supaya Dilla tidak terus menerus mengikutinya.


Terpaksa Dilla pergi melakukan perintah Kevin dengan kesal, tapi ini kesempatannya untuk memasukan obat tidur tadi ke dalam minuman Kevin. Dilla mencari pelayan yang tadi sudah ia bayar untuk melancarkan aksinya. Setelah ia menemukannya ia menjalankan aksinya, minuman untuk Kevin sudah ia campurkan obat tidur, sedangkan Karina ia akan menjauhkannya dari Kevin.


Namun Kevin dan Karina berpindah dari meja yang tadi ke luar untuk mencari udara segar, Karina yang memintanya.


Karina “aku tidak suka keramaian, aku suka seperti ini, damai, tenang tanpa ada suara bising seperti di dalam” ucapnya saat sampai di taman.


Kevin “ mmm begitu, aku juga suka suasana seperti ini, setidaknya aku tidak mendengar suara-suara yang membuat ku tidak nyaman” jelasnya.


Karina “apa kau sudah tahu, orang tua kita berencana menjodohkan kita?”


Kevin “aku tidak tahu, tapi sepertinya begitu, apa kau keberatan?”


----------------------


Karena sebelumnya mereka sudah bertemu dengan Dilla dan Mama Dahlia mereka mengubah penampilan.


Dengan kemampuan meriasnya Rianti sudah merias Sheena dan Putri menjadi lebih berbeda, dan tidak akan ada yang mengenali mereka walau dengan jarak yang sangat dekat.


Rianti “oke, kita sudah berganti pakaian sekarang aku harap nggak ada yang mengenali kita, aku akan mengawasi para pelayan, Sheena kamu bertugas memantau Kevin, Putri kamu bertugas mengintai Dilla. Jangan sampai lengah sedikit pun itu akan sangat membahayakan,”


Sheena dan Putri mengangguk.


“lets go girls”


Rianti sudah berada di posisinya mencari pelayan yang mencurigakan, benar saja seorang pelayan terlihat sedang berbicara dengan Dilla di pojok ruangan. Rianti terus mengawasi gerak-gerik mereka.


Putri pun sama melihat Dilla sedang berbicara dengan seorang pelayan, ia mendekat ke arah mereka sembari mempertajam pendengarannya agar bisa mendengarkan siasat mereka.


Dilla “sudah kau campurkan obat tadi?” tanyanya pada pelayan itu dan menjawabnya dengan anggukan.


Dilla “bagus, sekarang lakukan tugas mu,” perintahnya lagi lalu mereka berpisah berbaur dengan para tamu yang lain.


Berbeda dengan Sheena yang masih mencari keberadaan Kevin, karena ia tidak terlihat di dalam pesta, Sheena memeriksa setiap sudut ruangan tapi masih saja tidak menemukan keberadaannya.


Akhirnya ia memutuskan untuk memeriksa ke bagian luar, terlihat Kevin sedang berada di taman bersama seorang wanita.

__ADS_1


“siapa wanita yang sedang bersama Kevin?” batin Sheena sembari mengawasi Kevin dari jauh dibalik tiang di dekatnya.


“semoga dia yang terbaik untuk Kevin, dan Kevin menemukan kebahagiaannya bersama wanita itu” batinnya lagi.


Dilla mencari Kevin ke meja yang terakhir ia pergi untuk mengambilkan minuman, tapi tidak ada Kevin disana. Pelayan yang tadi memberikan kode pada dilla dengan memicingkan mata dan menggerakan kepalanya menunjukan ke arah luar, Dilla mengerti dan langsung bergegas keluar ruangan.


Pelayan tadi menghampiri Karina dan berkata “nona, tadi ayah anda mencari mu, dan sekarang sedang berada di parkiran menunggu anda”


Kevin “biar aku antar”


Karina “tidak usah, masih banyak para tamu yang menunggu mu, mungkin ayah ku sudah kelelahan setelah seharian ini ia mengurus proyek barunya, hubungi aku jika kau punya waktu luang”


Kevin mengangguk dan melihat Karina pergi meninggalkannya di kursi taman. Setelah Karina sudah jauh Dilla menghampirinya dengan membawakan minuman yang sudah ia persiapkan.


Rianti mengikuti Karina bersama pelayan itu, karena curiga dengan pelayan yang menyuruhnya untuk ke parkiran. Putri masih mengawasi gerak-gerik Dilla dengan membawa minuman yang tadi dia buuatkan khusus untuk Kevin.


Dilla “mana nona Karina?” sembari menyodorkan minuman ke arah Kevin.


Kevin “dia sudah pergi” jawabnya.


Dilla “minum lah pasti kau haus sudah menyapa banyak para tamu undangan”


Kevin menerima gelas yang berisi minuman itu dari Dilla.


Sheena “tidak, Kevin jangan minum itu” ucapnya pelan lalu berlari secepat mungkin ke arah Kevin.


Putri yang melihat itu pun sama terkejutnya, ingin menahannya tapi sudah melihat Sheena yang berlari ke arah Kevin.


Dan


Brrruuuukkkk


Sheena menjatuhkan dirinya ke pangkuan Kevin yang masih duduk di kursi taman, menghalau gelas yang ada di tangan Kevin hingga isinya tumpah mengenai baju Dilla yang berada di sebelah Kevin.


Sontak Dilla terkejut terkena gelas dan tumpah air yang mengenai bajunya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kira2 Kevin ngenalin Sheena gak yah??


jangan lupa like comment n vote...


oh ya follow author juga yaa,....


terimakasih semua...


happy weekend 🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2