MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 62


__ADS_3

Mata Sheena masih terpejam, seperangkat alat medis menempel di tubuhnya dengan perban yang masih menghiasi kepalanya. Sudah dua minggu dari terjadinya kecelakaan naas itu Sheena belum juga sadarkan diri. Al menatapnya dengan sendu, sakit dan juga sedih, perasaan bersalah saat ini menyelimutinya. Bagaimana mungkin ia bisa seceroboh ini sampai istrinya harus menderita dan berada di ambang kematian. Saat ini pun Al merasa tidak berguna karena kelumpuhan yang di deritanya.


Dengan memakai kursi roda ia mendekati ranjang tempat Sheena berbaring. Ia menggenggam tangan istrinya sambil menangis, sakit rasanya melihat Sheena menderita dan tak sadarkan diri.


Al “maafkan aku sayang, yang tidak bisa menjaga mu” mencium tangan Sheena dan menempelkannya ke pipinya.


Al “bangun sayang, aku sangat merindukan mu. Aku mohon bangun lah” lirihnya sambil terus menangis di samping tubuh istrinya.


Deon menghampiri bosnya, membawanya keluar kamar Sheena untuk menenangkannya.


Deon “bos, kau harus kuat, bagaimana istri mu bisa melewati masa-msa kritisnya kalau kau seperti ini dan tidak menguatkannya”


Al “aku sudah gagal menjaganya, aku sudah gagal” menangis dan frustasi dalam dirinya.


Deon membawa Al ke kamarnya, karena melihatnya terus menerus menyalahkan dirinya dan terus memukul-mukul kakinya yang kini sudah tidak bisa berdiri dan hanya memakai kursi roda.


----------------


Hari terus bergulir, Mama Dahlia sedang sibuk dengan persiapan acara pernikahan anak-anaknya yang akan diadakan bersamaan. Kedua calon pasangan pengantin sedang berada di sebuah butik ternama, mereka sedang mencoba gaun pernikahannya. Namun bukannya senang dengan persiapan hari bahagianya, mereka malah tampak murung dan tidak bersemangat dengan semua ritual persiapan sebelum hari pernikahan mereka.


Sewaktu akan menjemput Karina di rumah sakit Kevin bertemu Putri dan Rianti sedang saling berpelukan dan menangis. Kevin menanyakan pada mereka penyebab mereka menangis. Rianti memberitahunya bahwa Sheena kecelakaan bersama suaminya. Semenjak mengetahui Sheena dan Al kecelakaan dan sampai sekarang Sheena tidak sadarkan diri membuat Kevin menjadi sering murung.


Begitupun dengan Karina yang awalnya akan membatalkan pernikahannya dengan Kevin karena alasan ingin menyatukan Sheena dan Kevin jadi serba salah dengan keadaan Sheena saat ini.


Putri yang merasa sedih dan kehilangan ibu direkturnya yang setiap hari bertemu dan bekerja bersama, membuat Revan juga ikut-ikutan sedih melihat kekasihnya bersedih.


Mama Dahlia yang melihat mereka begitu lesu di acara fitting baju pengantinnya merasa heran bercampur kesal.


Mama Dahlia “kalian ini kenapa pada lesu begitu? Mau pada nikah bukannya bahagia ini kok pada gak punya semangat sama sekali”


Revan “iya ma, pilihkan saja baju untuk kami, pasti kami akan memakai baju pilihan mama”


Kevin “pilihan mama pasti yang terbaik buat kami”


Karina “apapun yang mama pilihkan untuk kami akan kami pakai dengan senang hati, ma”


Putri “aku sama dengan Kak Karin, ma. Pilihan mama pasti aku pakai”


Mama Dahlia menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anaknya dan calon menantunya. Akhirnya ia meminta pegawai butik untuk membawakan baju untuk pasangan pengantin yang sudahh ia pilih di katalog yang diberikan pegawai butik tadi.


Satu persatu mereka mencoba baju yang dipilihkan Mama Dahlia, hanya dengan sekali coba mereka menyetujui untuk memakai baju pilihan Mamanya.

__ADS_1


Sepulangnya fiting baju mereka makan malam bersama di rumah keluarga Kevin.


Papa Alex “bagaimana acara fiting bajunya?”


Mama Dahlia “anak-anak mu ini lho pa, kayak nggak semangat gitu, padahal yang mau nikah siapa yang semangatnya malah mama”


Papa Alex “kenapa begitu?”


Tak ada yang menjawab semua seakan menutup mulutnya karena tahu benar sampai saat ini orang tua Kevin masih benci dengan Sheena.


Kevin “aku hanya capek aja, masalah baju tidak ada yang menjadi masalah, Kevin udah selesai mau ke atas dulu mau mandi” dengan nada datar dan langsung pergi.


Karina melihat Kevin sampai menghilang di balik pintu.


Mama Dahlia “Kevin kenapa?” bertanya pada Karina yang dijawab dengan gelengan kepala.


Revan “Ma, Pa, Revan dan Putri juga sudah selesai, Revan akan mengantar Putri pulang soalnya tadi kita masih ada janji dengan mamanya Putri”


Papa Alex mengangguk.


Mama Dahlia “iya, hati-hati ya”


Tak lama Kevin juga muncul dan berpamitan untuk mengantar Karina pulang.


Karina “Vin, aku nggak bisa”


Kevin “nggak bisa apa” sembari memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan raya.


Karina “aku nggak bisa ngelanjutin pernikahan ini”


Kevin “semua sudah siap Karin mau bagaimana lagi”


Karina “jujur sama aku, kamu masih mencintai Sheena kan? Sekarang Sheena sedang sakit dan tidak sadarkan diri, terus kita harus berpesta saat dia sedang sakit seprti itu”


Kevin tidak menjawab perkataan Karina, tidak dikatakan pun dirinya masih sangat mencintai Sheena dan sangat terpukul saat ini.


Karina “jawab Vin, aku nggak mau kita menikah sebelum Sheena sadar dari komanya”


Kevin tidak menjawabnya, karena dia pun bingung dengan perasaannya sekarang, Kevin melanjutkan perjalanannya mengantar Karina.


Kevin “turunlah, maaf aku tidak akan masuk, dan jangan pernah membahas pernikahan lagi karena itu tetap akan terjadi” ucapnya setelah sampai di depan rumah Karina.

__ADS_1


Karina “Viinn ....”


Kevin “sudah ku bilang, aku nggak mau bahas”


Karina turun dari mobil, Kevin langsung menancap gas meninggalkannya.


Kevin menuju rumah sakit, dari sejak Sheena di rawat setiap hari Kevin mengunjungi Sheena untuk memastikan keadaannya.


Kevin duduk di samping ranjang Sheena, ia menatap penuh harap Sheena akan membuka matanya dan terbangun saat itu juga. Tapi tidak ada pergerakan apapun dari yang sedang di tatapnya.


Kevin “kapan kamu akan bangun, Sheen? Aku rela kamu bersama orang lain asal kamu baik-baik saja, aku rela melakukan apapun demi kamu asal aku bisa lihat senyum mu lagi. Aku nggak sanggup Sheen lihat kamu seperti ini, sampai saat ini pun aku masih menyayangi mu, tidak pernah berubah walaupun kamu bersama orang lain. Maafkan aku yang nggak bisa jagain kamu. Aku akan menikahinya sesuai permintaan mu, asalkan kamu bangun. Bukannya kamu ingin melihat ku menikah dan bahagia? Sekarang aku akan melakukannya untuk mu, bangun Sheen bangun ku mohon” tangisnya pecah saat itu.


Tangan Sheena masih terus digenggamnya, ia ciumi terus tangan wanita yang sampai saat ini masih disayanginya. Sesekali ia mengusap kepala Sheena dengan penuh kasih sayang. Tanpa ia sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya dan mendengar semua yang ia ucapkan. Al.


Al “apa semua yang kau katakan itu benar?”


Kevin sontak saja terkejut mendengar seseorang berbicara padanya, ia langsung melepas genggaman tangannya di tangan Sheena dan menghapus air matanya secepat kilat.


Al “ternyata ada yang lebih sedih daripada aku, melihat istri ku terbaring koma disini”


Kevin “maafkan aku, aku akan pergi” melangkahkan kakinya keluar.


Al “tunggu”


Kevin terhenti.


Al “aku ingin bicara”


Al menggerakan kursi rodanya keluar kamar Sheena, Kevin mengikutinya sampai dikamarnya Al yang tidak jauh dari kamar Sheena.


Al “maafkan aku yang dulu merebut Sheena dari mu, aku kira aku bisa menjaganya dengan baik tapi ternyata tidak. Dengan keadaan ku yang seperti ini aku sudah tidak bisa lagi menjaganya. Dan sekarang aku meminta mu untuk menjaganya lagi, hanya kamu orang yang tepat untuk menjaganya dan juga kamu masih menyayanginya bukan? Pastikan dia baik-baik saja dan selalu bahagia bersama mu”


Kevin sangat terkejut dengan permintaan Al padanya, bagaimana bis dia berkata seperti itu saat Sheena terbaring lemah dan masih menjadi istrinya. Kevin tidak menghiraukan permintaan Al yang menurutnya tidak amsuk akal itu. Walaupun dalam hatinya ia senang Sheena akan kembali padanya tapi setelah Sheena sadar nanti apa dia mau menerimanya. Dan juga Kevin akan menikah dengan Karina, apa yang harus ia lakukan. Bingung, senang, sedih dan semua perasaan bercampur menjadi satu. Kevin melangkahkan kakinya keluar kamar Al.


Al “aku serius”


Membuat langkah Kevin terhenti di ambang pintu dan menatapnya tak kalah serius.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


hay hay.... gimana malam minggunya?? kalo aku sihh cuman di kamar aja nggak kemana mana.... wkwkwk.... curhat banget ya....

__ADS_1


jangan lupa like comment n vote nya yaa....


makasih semua 🖤🖤🖤


__ADS_2