MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 21


__ADS_3

Ayah “nak, beneran gak akan ikut ayah?”


Sheena “Sheena disini aja yah. Nanti kalau urusan ayah sudah selesai cepat kembali ya, yah” sambil memeluk ayahnya yang akan segera pergi.


Ayah “iya, secepatnya ayah kembali ke sini. Baik baik ya”


Sheena “iya, yah. Ayah hati hati, kalau sudah sampe kabari Sheena ya”


Ayah “iya, nanti ayah kabari kalau sudah sampe”


Ayah menaiki mobilnya bersama assistennya lalu pergi meninggalkan Sheena yang masih berada di depan rumah memandangi mobil ayahnya sampai tidak kelihatan lagi.


Lalu ia berjalan ke arah paviliun menunggu anak asuhnya datang untuk belajar. Lama menunggu akhirnya ada tama datang lebih dulu.


Tama “siang kak”


Sheena “siang Tama, kemana teman teman mu?”


Tama “sebentar lagi kak, mereka sedang jalan kesini”


Sheena “oh iya, kamu gak bawa tas? Buku belajar kamu gadibawa?”


Tama hanya menggelengkan kepala.


Sheena “kenapa?”


Tama “bukunya dirobek adik Tama kak, sudah hancur dijadikan mainanya, Tama lupa tidak menaruhnya di kamar” dengan suara yang sedih dan menyesal.


Sheena “ya sudah. Tunggu sebentar”


Sheena kembali kerumah dan membawakan beberapa buku dan peralatan menulis lainnya.


Sheena “ini buat kamu. Lain kali hati hati ya kalau adik mu sedang main” ucapnya lembut.


Tama sumringah senang.


Tama “makasih kak. Lain kali Tama langsung amankan peralatan belajar Tama”


Sheena “iya. Ya sudah duduk sana”


Tak lama semua anak anak sudah berkumpul memulai pelajaran mereka.


Tak jarang orang tua mereka mengirimkan hasil ladangnya untuk Sheena sebagai tanda terimakasihnya karena telah mengajari anak mereka membaca dan menulis. Dikarenakan fasilitas pendidikan sangat sulit sekali.


Sheena berencana membangunkan sekolah untuk anak anak disana. Tentu saja dengan bantuan ayahnya.


Setelah selesai belajar mereka pulang ke rumahnya masing masing. Sheena membereskan beberapa buku yang ada di mejanya kemudian kembali ke rumah.


Bi Imah “non ini bibik buatin spagheti dan jus mangga kesukaan non sheena”


Mendengar itu Sheena teringat Al yang selalu membuatkan keduanya untuknya. Bayangan kebersamaannya dengan Al pun muncul. Sungguh sangat bahagia dan nyaman saat saat bersama dengan Al. Sheena selalu ceria jika sedang bersama Al.


Bi Imah “non, kok malah ngelamun, ayo dimakan nanti keburu dingin gak enak”

__ADS_1


Sheena “eehhh iya bik. Makasii ya bik udah bikinin ini”


Bi Imah “iya sama sama non. Ini udah jadi tugas bibik”


Sheena “bibik makan juga dong”


Bi Imah “bibik sudah makan tadi”


Bi Imah kembali ke dapur membersihkan dan membereskan peralatan dapur yang tadi di pakainya memasak.


Sheena melahap habis makanan kesukaannya. Ingin rasanya Al yang membuatkan makanan itu.


-----------------------------------------


Rianti dan Bianca sedang berbincang disebuah cafe.


Rianti “mau sampai kapan kita menyembunyikan ini Bi?”


Bianca “gue gak tahu harus gimana Ri? guetakut Sheena benci sama gue kalau sampai dia tahu”


Rianti “seenggaknya balas pesan Sheena sama lo, atau angkat teleponnya. Dia nanyain lo terus Bi, gue ga bisa terus terusan menghindari pertanyaan dia tentang lo”


Bianca “gue juga gak mau kayak gini Ri, gue kepaksa ngelakuin ini” sambil menangis dan memeluk Rianti.


Rianti “iya gue tahu, tapi suatu saat nanti Sheena pun pasti bakalan tahu”


Bianca terus menangis dan bersender di pundak Rianti. Dering ponsel Bianca berbunyi kemudia ia mengangkat teleponnya.


Bianca “Ri gue harus pulang sekarang, nanti kita ketemu lagi ya”


Rianti “oke, ati ati, jangan ngebut ngebut bawa mobil”


Bianca “iya bawel”


Bianca berlalu meninggalkan Rianti sendiri di cafe itu.


Rianti “hadeeeuuuhhh, gue juga bingung sama kalian berdua. Dua dua nya punya rahasia yang harus gue jaga”


Rianti tak sadar bahwa Al sejak tadi memperhatikannya dan mendengar pembicaraannya dengan Bianca.


Al “rahasia apa” tiba tiba yang mengagetkan.


Rianti “emaaakk. Dari sejak kapan ada disitu?” ucapnya kaget melihat Al yang tiba tiba ada disebelahnya.


Al “ayolah. Aku tahu kamu tahu Sheena ada dimana. Apa kamu gak kasihan sama aku yang udah cari Sheena kemana mana tapi gak ketemu?”


Rianti “gue gak tahu Sheena dimana”


Al “jangan bohong nona cantik. Tadi aku dengar dengan jelas kalian lagi ngomongin Sheena”


Rianti “beneran aku gak tahu”


Al “kalo gak tahu dimana gapapa. Tapi tahu no ponselnya yang baru kan? tadi aku denger Sheena suka ngehubungin kamu” mencoba menginterogasi Rianti.

__ADS_1


Rianti diam tidak menjawab apa apa. Dia takut rahasia sahabatnya terbongkar. Karena dia tidak boleh memberitahu siapapun tentang keadaanya dan bahkan no ponsel barunya.


Rianti mencoba pergi namun ditarik oleh Deon.


Rianti “lepasin aku”


Deon “aku lepasin tapi jawab dulu pertanyaan bos ku”


Rianti “jangan nyakitin perempuan. Lepasin gak. Kalo gak nanti aku teriak”


Deon “jawab dulu”


Rianti menggigit tangan deon yang memegang tangannya seketika Deon mengaduh dan melepaskan tangannya. Rianti langsung lari namun tertahan Al di parkiran. Rianti ditarik masuk ke dalam mobil Al. Deon yang menyusul langsung masuk dann mengemudikan mobilnya.


Rianti terus berontak dan meronta ingin dilepaskan. Tapi Deon mengunci pintu mobilnya agar Rianti tidak bisa keluar. Karena kaca mobil yang gelap jadi tidak ada yang tahu kalau ada yang berontak di dalamnya. Sampai Rianti kelelahan karena terus berontak akhirnya ia diam.


Al tersenyum melihat Rianti terdiam.


Al “mau minum nona? Untuk mengembalikan tenaga mu yang dari tadi berontak” sambil menyodorkan minuman kemasan ke arah Rianti.


Rianti “gak mau. Lo mau bawa gue kemana?”


Al “tenang saja kau aman, aku hanya ingin jawaban tentang Sheena”


Sampailah mereka disebuah rumah yang tak asing bagi Rianti. Rumah Sheena yang dulu. Deon hanya memarkirkan mobilnya di depan gerbangnya karena masuk pun tidak akan menemukan Sheena.


Al “aku mohon beri tahu aku dimana Sheena. aku ingin tahu dia baik baik saja atau nggak. Seenggaknya aku tahu dia baik baik saja di suatu tempat itu sudah cukup”


Rianti merasa kasihan melihat Al yang memohon seperti itu padanya. hanya untuk mengetahui kabar sahabatnya sampai harus mencarinya selama ini.


Rianti “dia baik baik saja”


Al “benarkah, apa dia sehat. Apa dia tidak kekurangan sedikit pun?”


Rianti “udah gue bilang kalo dia baik baik aja”


Al “aku ingin tahu cerita tentangnya selama ini. Aku ingin tahu dia bagaimana sekarang”


Rianti “dia masih mencintai lo. Jadi tenang lah. Dia Cuma pengen nenangin dirinya. Dan kalo udah siap dia pasti kembali ke lo lagi”


Al “akuu....”


Rianti “stop, anterin gue pulang sekarang ato gue teriak biar penjaga rumah Sheena tahu kalo ada penculikan disni.”


Al “oke baiklah, Deon antarkan nona ini pulang, sebelumnya ke rumah sakit dulu.”


Deon “oke bos”


Rianti menghela nafas.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


# jangan lupa like n comment nya ya... oh iya tekan tanda ❤️ untuk jadi favorit biar tahu kapan up nya ya... terimakasih 🖤🖤🖤 #

__ADS_1


__ADS_2