MEMILIKI MU

MEMILIKI MU
Part 46


__ADS_3

Al dan Sheena sampai di tanah air, Deon sudah menunggunya di bandara dan langsung mengantar mereka ke tempat terjadinya kebakaran. Banyak anggota polisi dan beberapa pekerja yang membereskan sisa puing-puing bangunan yang habis dilalap api.


Deon “kebakaran diduga dari zat kima yang memicu ledakan” jelasnya


Al “bagaimana itu bisa terjadi, mereka yang bekerja di laboratorium adalah para ahli yang sudah pengalaman di bidangnya. Cepat selidiki” perintah Al pada Deon.


Deon mengangguk mendengar perintah dari bosnya.


Setelah selesai dengan urusannya Al bergegas untuk pulang, tapi karena melihat Sheena yang tertidur kelelahan ia memutuskan untuk tinggal di hotel terdekat.


Al “maafkan aku, sudah membuat mu kelelahan” ucapnya sembari mengusap kepala istrinya.


Deon melajukan mobilnya menuju hotel yang terdekat di Kota B, karena untuk pulang butuh beberapa jam perjalanan dan masih banyak yang harus di selesaikan disana. Sesampainya di hotel Sheena masih terlelap, Al menggendongnya sampai ke kamar.


Paginya Sheena bangun dari tidurnya sudah berada di ranjang yang empuk. Namun Al sudah tidak ada di kamar karena harus pergi sekali untuk mengurus urusannya akibat insiden kebakaran di perusahaannya.


Al mengirimkan pesan ke ponsel Sheena.


Al :


Pagi, sayang, maaf aku berangkat lebih pagi, aku usahakan kita bertemu makan siang nanti. Sun sayang untuk istri ku tercinta.


Sheena :


Aku tunggu makan siang nanti, sun sayang untuk mu juga suami ku tercinta.


Sheena menaruh ponselnya kembali ke atas meja, kemudian beranjak ke kamar mandi untuk memebersihkan diri. Setelah selesai terdengan suara ketukan pintu dari luar kamarnya, ia langsung membukanya ternyata Bunda Lien yang datang.


Bunda Lien “sayang, acara bulan madu mu jadi terganggu ya, semoga masalah ini dapat selesai dengan cepat supaya kalian bisa pergi bulan madu lagi” ucapnya sembari memeluk menantunya.


Sheena “gapapa, Bund, bulan madu kan bisa kita rencanakan lagi, yang terpenting sekarang cepat membereskan masalah ini dan juga cepat menangani para karyawan yang menajdi korban, mereka sudah berdedikasi tinggi untuk perusahaan kita,” ucapnya.


Bunda Lien “tidak salah Al menjadikan mu istrinya, kamu memang sangat pengertian” ucapnya lagi mengelus rambut Sheena.


Sheena “aku juga sangat beruntung jadi anaknya bunda” sembari mengeratkan pelukannya.


Bunda Lien “sekarang bunda mau ke tempat kejadian, kamu mau ikut?” ajaknya.

__ADS_1


Sheena “mau bunda, Sheena siap-siap dulu ya”


Kemudian Sheena bersiap, lalu berangkat bersama Bunda Lien ke lokasi kebakaran. Di sana Al tampak sedang sibuk berbicara dengan beberapa anggota kepolisian bersama Deon juga ada di sana. Setelah selesai Al menghampiri Sheena dan Bunda yang berada tak jauh dari tempatnya.


Bunda Lien “bagaimana, nak?” tanyanya.


Al “masih di selidiki pihak kepolisian, Bund” jawabnya.


Bunda Lien “sepertinya ada kejanggalan, mana mungkin ada pegawai kita yang ceroboh sampai menimbulkan kebakaran semacam ini, selidiki sampai tuntas” ucapnya.


Al “iya Bund,” jawabnya


Sheena “minum dulu, biar kamu gak dehidrasi terus berada di tengah asap sisa kebakaran itu” menyodorkan sebotol air minum pada suaminya.


Al “terimakasih sayang” lalu meminumnya.


Bunda Lien tampak berbicara dengan beberapa pegawai dan pihak kepolisian bersama Deon.


Al “sayang, sehabis ini aku akan ke rumah sakit melihat korban luka-luka dan meninggal,”


Al “nanti kamu kecapekan, kamu kembali ke hotel saja ya, tunggu aku di hotel”


Sheena “sayang, aku sekarang istri kamu, aku ingin selalu di samping mu dalam kondisi apapun, jadi jangan larang aku untuk ikut terus sama kamu,”


Al “iya baiklah istri ku” mencubit hidung Sheena dan merangkulnya.


-------------------------------


Rianti sedang kesal karena Deon tak kunjung menghubunginya, sudah beberapa kali ia mengirimkan pesan namun tak ada satu pun yang dibalasnya.


Rianti “dia pasti sibuk banget karena kebakaran itu” keluhnya.


Seseorang masuk ke salonnya menenteng beberapa kantong belanjaan bersamanya, seseorang itu adalah Dilla sekretaris dan juga mantannya Kevin.


Dilla bermaksud akan melakukan perawatan karena besoknya akan ada pesta ulang tahun peruahaan, tentu saja dia harus tampil cantik agar Kevin memperhatikannya.


Dilla “mbak, saya mau paket perawatannya yang komplit ya, dari ujung rambut sampai ujung kaki, oke” ucapnya.

__ADS_1


Pegawai salon “silahkan dipilih listnya, kak” ucapnya ramah.


Rianti “siapa sih tuh orang songong banget tapi norak, haha” dalam hatinya sembari sedikit tertawa.


Dilla “aku pilih yang ini ya mbak” menunjukan pilihannya pada pegawai salon yang langsung mempersilahkannya untuk masuk ke ruangan spa.


Sepanjang perawatan yang dijalaninya Dilla terus saja mengoceh tidak jelas, membuat Rianti dan para pegawai senyum-senyum karena tingkahnya yang sedikit norak dan urakan.


Dilla “kalo aku perawatan gini kan aku bakal kelihatan lebih cantik, fresh, berkilau, menawan pasti Kevin nanti terpesona melihat aku, biar pun mahal begini aku lakukan untuk mu Kevin. Karena nanti aku akan sering perawatan seperti ini setelah kau jadi milik ku tentunya” ocehnya pegawai yang bersamanya tersenyum dan sedikit menahan tawanya.


Karena nyamannya pijatan therapis salon membuat Dilla tertidur sampai mendengkur keras yang terdengar oleh pengunjung yang lain dan membuat mereka merasa lucu.


Pegawai salon “kak, kak, sudah selasai massagenya sekarang waktunya berendam di air hangat” pintanya.


Dilla bangun dan mengusap ujung bibirnya yang mengeluarkan air saat ia tertidur kemudian mengikuti pegawai salon yang tadi untuk berendam. Setelah semua paket perawatannya selesai ia segera membayar biaya perawatannya dan langsung keluar dari salon.


Dilla membuka pintu salon, betapa senangnya ia melihat Kevin keluar dari mobilnya dan berjalan ke arahnya.


Dilla “ah pasti tadi ngikutin aku, dan sekarang mau jemput aku, lihat lah aku yang cantik ini sehabis perawatan” dalam hatinya melihat Kevin berjalan ke arahnya.


Dengan cepat Dilla menghampiri Kevin.


Dilla “Vin, kamu kok disini, kamu ikutin aku ya?” katanya percaya diri.


Kevin “minggir, kau menghalangi jalan ku” ucapnya ketus.


Lalu Kevin berjalan memasuki salon.


Dilla “jadi dia bukan mau menjemput ku, ah aku harus tahu siapa yang dia temui di salon” sembari berbalik kembali ke salon.


Kevin menemui Rianti, mereka duduk di sofa di sebuah ruangan kaca yang dapat di lihat dari luar. Mereka terlihat berbicara serius sesekali Rianti terlihat tertawa bersama Kevin. Dilla terus saja memperhatikan mereka.


Dilla “jadi dia sudah punya kekasih baru, tidak akan ku biarkan kau merebut Kevin ku” ucapnya kesal kemudian langsung pergi meninggalkan salon.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


jangan lupa untuk like comment n vote nya ya terimakasih 🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2