Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Rindu


__ADS_3

2 minggu berlalu...


Tak ada lagi deringan ponsel yang selalu mengganggu Jesi untuk sekedar menanyakan belum makan, atau lagi ngapain.


Hal ini membuat Jesi merasa kesepian. Seperti ada yang hilang. Maklumlah, komunikasi yang terjalin di antara Jesi dan Velix sangatlah intens selama 9 bulan ini. Itu sebabnya Jesi mulai merasa kehilangan.Entah bagaimana kabar Velix saat ini, diapun tak tahu.


Sementara Sisil sudah sangat membenci Jesi. Gara gara Jesi membuka rahasia ini kepada Velix, Velix tak mau lagi bicara dengannya. Berkali kali Sisil menemui Velix di tempat kerjanya, Berkali kali itu juga Velix selalu mencari alasan untuk menghindari Sisil.


"Velix, kenapa kau selalu menghindari ku. Apa lagi yang bisa ku lakukan agar kau tak marah lagi padaku. " Ucap Sisil sedikit menggoda.


Melihat tingkah Sisil, Velix semakin tak menyukainya. ia beranjak pergi menjauhi Sisil.


Dengan cepat Sisil mencegah langkah Velix dengan menarik tangannya.


"Velix, ayolah.. Aku bisa lakukan apa saja agar kau bisa memaafkan ku. " Rayu Sisil sekali lagi.


"Kalau begitu yang perlu kau lakukan adalah pergi sejauh jauhnya dari hadapanku. " Jawab Velix seraya menghempaskan genggaman Sisil dari tangannya dan kemudian melanjutkan langkahnya.


"Kenapa? Apa kau kecewa karena Desi itu tidak ada? Apa kau sudah mencintai Desi? " Pancing Sisil.

__ADS_1


"Sudahlah Velix, kita berteman sudah sangat lama. Jangan sampai hanya karena Desi bohongan itu kamu memperlakukan aku seperti ini. Anggap saja Desi mu itu sudah mati. " Sambung Sisil.


"Hentikan kata kata mu, dan jangan pernah kau ulangi itu lagi. Atau kau akan tahu bagaimana rasanya mati perlahan lahan. " Potong Velix.


"Satpam... " Teriak Velix.


"Suruh wanita ini pergi dari sini. dan jangan pernah izinkan dia menginjakkan kakinya di perusahaan ini lagi. " Ucap Velix dan pergi meninggalkan Sisil.


"Velix, Velix, kau tidak bisa melakukan ini padaku. Kita berteman Velix. Velix ku mohon dengarkan aku dulu... " Mohon Sisil.


Sisil di seret keluar oleh satpam, dan tak pernah diizinkan untuk masuk lagi.


Velix kemudian menuju ruangannya. Sekretarisnya datang untuk mengingatkan jadwal meeting siang ini. Tapi Velix meminta semua jadwalnya hari ini di batalkan.


Diruangannya, velix duduk di kursi besar pimpinannya itu. Beberapa kali ia memandangi ponselnya. Seperti ingin menghubungi seseorang.


"Sudah lama sekali aku tak mendengar suara Desi lagi. Kenapa aku tak bisa menerima kenyataan kalau Desi itu adalah Jesi sahabat Sisil. Hhhhhhhhmmmmmm.... " Ucap Velix dalam hati, dan kemudian menarik nafas panjangnya dalam dalam.


"Ddrrrttt... drrtttt.... "

__ADS_1


Deringan ponsel Velix memecahkan lamunannya.


"Mey..? " Velix tak percaya Mey masih mau mwnghubunginya.


"Haii,, Meyy... " Sahut Velix.


"Ku dengar kamu di tipu wanita itu? Apa itu benar Velix? " Tanya Mey to the poin.


"Apa urusanmu? " Ketus Velix.


"Urusanku adalah ingin bertemu dengan mu. Tapi sekretaris mu yang menyebalkan ini melarang ku masuk ke ruangan mu. " Jawab Mey kesal karena tak diperbolehkan masuk oleh sekretaris Velix.


Mendengar perkataan Mey, Velix segera keluar dan menemukan Mey masih di depan ruangannya.


"Masuklah.. "Ajak Velix.


"Ku pikir kita berdua harus berbincang sambil minum cofee. Mungkin itu bisa membantu mu lebih tenang." Ajak Mey.


"Katakan apa tujuan mu ke sini. " Jawab Velix sinis.

__ADS_1


"Aku hanya ingin menghiburmu saja, tapi kalau tidak mau aku juga tak akan memaksamu. Aku bisa pergi dari sini sekarang. " Jawab Mey.


"Mmm baiklah, aku ikut dengan mu." Cegah Velix pada Mey.


__ADS_2