
"Selamat datang tuan Velix" Sahut salah seorang pria yang menjemput Velix di bandara saat Velix kembali ke kota asalnya.
"Mari ku antar ke mobil mu tuan" Sambung pria itu yang ternyata adalah supir dari keluarga Velix.
"Apa kita akan langsung ke rumah tuan? Ayah anda sudah tak sabar ingin bertemu dengan anda. " Tambah supir nya itu.
"Tentu saja, kita langsung ke rumah saja. " Jawab Velix singkat.
"Baiklah tuan. " Jawab pak supir.
Mobil melaju menuju rumah kediaman ayah Velix. Velix sudah tak sabar ingin menemui ayah nya.
"Hallo ayah, aku sudah tiba. Sekarang aku sedang di mobil menuju rumah ayah. " Ucap Velix dari ponsel nya.
"Syukurlah nak kalau kau sudah tiba dengan selamat. Ayah pikir kau tak kan pulang untuk pertemuan besar ini. " Jawab Ayah Velix.
"Semua demi ayah.. he. he. he. " Ujar Velix bercanda.
"Apa kau tak mengajak Mey bersamamu?" Tanya Ayah Velix.
__ADS_1
"Tidak ayah, Mey masih sibuk dengan butik nya di sana. Jadi aku berangkat sendiri. " Jawab Velix.
"Oohh.. baiklah nak, ayah tunggu kau di rumah. " Jawab Ayah Velix mengakhiri pembicaraan.
"Baik ayah.. " Jawab Velix seraya mematikan teleponnya.
Brrruuuuuukkk.... bbrrrruuuukkkk...... bbrruuuuukkkkk.... bbbruuuukkkk....
"Ada apa pak?" Tanya Velix yang terkejut melihat mobil yang ditumpanginya seperti menabrak kenderaan lain.
"Motor itu tiba tiba melintas saja di depan ku, padahal di jalannya itu masih lampu merah. Tapi dia tetap menjalankan motor nya. " Jelas supir itu.
Beberapa orang di sekitar jalan itu lari berdatangan melihat kondisi korban. Salah seorang dari mereka membalikkan wajah wanita itu untuk memastikan kondisinya masih baik baik saja atau tidak.
"Jesiii... " Sahut Velix refleks ketika menyadari bahwa yang menjadi korban tabrak nya itu adalah Jesi. Wanita yang sangat di cintai nya.
Sontak ia berlari menghampiri tubuh Jesi dan menggendong nya ke mobil.
"Saya akan bertanggung jawab. Biarkan saya membawanya ke rumah sakit. " Ucap Velix pada sekerumun orang yang melihat kecelakaan itu terjadi.
__ADS_1
Di dalam mobil kepala Jesi diletakkan nya pada pangkuannya. Velix membersihkan darah yang mengotori wajah Jesi. Dia tak menyangka jika dia dan Jesi akan dipertemukan dengan kondisi seperti ini.
"Jes, sadarlah Jes. " Sahut Velix sembari menepuk pipi kiri kanan nya Jesi. Tapi Jesi tak memberikan reaksi apa apa.
Velix sangat khawatir di buatnya. Kenapa Jesi bisa seceroboh ini.
Sesampainya di rumah sakit, Jesi langsung ditangani oleh dokter. Velix hanya bisa menunggu hasil nya di luar ruangan.
Velix segera menelpon ayah nya untuk memberitahu kejadian yang menimpa nya, agar ayah nya tak khawatir karena dia belum juga tiba di rumah.
"Hallo ayah, maafkan aku. Mobil ku menabrak sebuah sepeda motor. Korban nya seorang wanita dan kondisinya sepertinya sangat parah. Karena itu aku masih membawa nya ke rumah sakit terlebih dahulu, agar nyawanya bisa tertolong. " Jelas Velix.
"Apaaaaa? Lalu bagaimana keadaan mu nak? " Tanya Ayah Velix.
"Aku baik baik saja ayah, tapi aku sungguh mengkhawatirkan kondisi wanita itu. " Jawab Velix.
"Syukurlah kalau kau baik baik saja. Kita berdoa saja agar wanita itu juga akan segera pulih. " Jawab Ayah Velix.
"Semoga ayah, aku sangat berharap seperti itu. " Jawab Velix.
__ADS_1