Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Esok Pagi


__ADS_3

Dirumah, Velix sama sekali tidak tertidur. Semalaman dia hanya memikirkan kondisi Jesi yang kini berada di rumah sakit. Baginya terlalu lama menunggu pagi, agar dia bisa segera ke rumah sakit untuk melihat keadaan Jesi.


"Ayah, kemarin ayah menelpon tuan Wandy kan? Boleh aku minta nomor ponsel nya ayah? " Tanya Velix.


"Kau sudah siap sepagi ini? " Tanya balik ayah Velix.


"Aku mau ke rumah sakit dulu sebelum ke kantor ayah. Karena itu aku mau menghubungi Wandy terlebih dahulu" Jawab Velix.


"Sebentar nak,, " Jawab ayah nya sambil melihat daftar kontak di ponsel nya.


Setelah mendapat kan yang dia mau dari ayah nya, Velix segera menghubungi Wandy manager penjualan di perusahaan mereka itu.


"Hallo... Tuan Wandy. Ini aku yang bicara, Velix" Sahut Velix saat teleponnya di angkat oleh Wandy.


"Oohh... tuan Velix, ada yang bisa saya bantu tuan? " Tanya Wandy sedikit kaget.


"Bagaimana keadaan Jesi sekarang, apa dia sudah sadar? "Tanya Velix.

__ADS_1


"Mmm... aku sekarang di rumah tuan. Semalam orang tuanya datang ke rumah sakit. Mereka meminta ku untuk pulang saja, karena mereka yang akan menjaga Jesi di sana. Karena itu aku pun pulang semalam. " Jelas Wandy.


"Apaaa?? Kau sudah pulang dan tak memberitahu ku? Tuan, apa kau lupa dengan pesan ku semalam? " Ucap Velix sedikit kesal.


"Maaf tuan, bukannya tidak mau menghubungi mu. Tapi semalam itu sudah terlalu larut, aku takut mengganggu istirahat mu. " Jelas Wandy.


"Semalam aku tak bisa tidur karena memikirkan siapa tahu saja ada kabar dari mu." Jawab Velix.


"Tuan, kau tidak perlu memikirkan kejadian ini. Aku yang akan mengurus Jesi sampai dia pulih kembali. Kau tenang saja tuan. " Jawab Wandy.


"Baiklah kalau begitu. Terima kasih.. " Jawab Velix mengakhiri pembicaraannya.


Setelah berbicara di telepon dengan Wandy, Velix segera bergegas ke rumah sakit. Dia tak sabar ingin melihat keadaan Jesi sekarang ini.


Dia ingin berada di samping Jesi saat Jesi sadar nanti.


"Assalamualaikum Nyonya. " Sahut Velix saat melihat ibu nya Jesi yang sedang tertidur dengan posisi duduk membungkuk di samping tempat tidur Jesi.

__ADS_1


"Waalaikumsalam,, " Jawab Ibu nya Jesi yang terbangun dari tidur nya.


"Bagaimana keadaan Jesi nyonya? " Tanya Velix.


"Maaf, apa anda mengenal Jesi tuan? " Tanya ibu Jesi.


"Aku minta maaf sebelum nya nyonya, aku pemilik mobil yang menabrak Jesi kemarin. " Jelas Velix merasa bersalah.


"Kau lihat bagaimana keadaan anak ku sekarang? dia belum sadar dari semalam. Entah bagaimana reaksinya jika mengetahui dia tidak bisa melihat lagi. " Jawab ibu Jesi menangis.


Velix sangat sedih melihat air mata yang jatuh di pipi ibu Jesi itu. Velix langsung berlutut dan memegang tangan ibu Jesi.


"Aku minta maaf nyonya, aku tak pernah ingin kejadian seperti ini menimpa Jesi. Aku janji akan bertanggung jawab seluruh nya pada anak nyonya. " Jawab Velix yang mata nya mulai berkaca kaca.


"Aku tidak tahu apa harus memaafkan mu atau tidak. Aku hanya ingin anak ku kembali pulih seperti semula. " Jawab ibunya Jesi sambil menangis.


"Aku janji nyonya, aku akan kembalikan anak mu pulih seperti semula. Tapi tolong mohon maafkan aku" Jawab Velix.

__ADS_1


"Aku memaafkan mu tuan, hanya saja aku tak bisa menahan emosi ku melihat kondisi anak ku seperti ini. Kasihan dia. " Jawab ibunya Jesi yang terus menangis.


__ADS_2