
"Apa kabar mu Velix? " Tanya Jesi.
" Aku baik, ku harap kau juga begitu Jes." Jawab Velix.
"Kau lihat sendiri kondisi ku masih kurang baik. Mata ku ini belum bisa melihat sama sekali." Jawab Jesi.
"Aku ikut sedih dengan kejadian ini. Tapi kau harus tetap semangat Jes. Kau pasti akan sembuh." Jawab Velix.
"Iya, terima kasih ya kamu sudah datang menjengukku." Jawab Jesi.
"Oh yaa.. kau tahu dari mana aku di rumah sakit waktu itu? " Tanya Jesi tiba tiba.
"Akuuuu....." Velix tidak bisa melanjutkan kata katanya.
Melanjutkan kata katanya sama saja dia akan memberitahu yang sebenarnya pada Jesi.
"Tuan Velix datang menghadiri rapat direksi di perusahaan. Karena itu dia mendengar kabar tentang kecelakaan mu Jes." Jawab Wandy.
"Menghadiri rapat direksi? Apa kau tergabung dalam perusahaan itu? Tanya Jesi.
"Jadi kau tidak tahu kalau tuan Velix adalah anak dari direktur utama kita Jes? Tuan Velix adalah presiden direktur di perusahaan cabang di kota M. Karena itu dia juga hadir pada rapat direksi perusahaan. " Jelas Wandy.
__ADS_1
"Ohh.. aku sama sekali tidak tahu. Pantas saja kau sudah menetap di sana. Ternyata kau sudah bergabung dalam perusahaan ayah mu. " Ucap Jesi pada Velix.
"Tapi aku pindah ke kota M bukan karena masalah pekerjaan." Jawab Velix.
"Karena istri mu kan? " Jawab Jesi tersenyum.
"Bukan Jes, tapi karena kau." Jawab Velix.
" Karena aku? Maksud mu?" Tanya Jesi sedikit tidak mengerti.
"Kau yang membuat ku menghindar dan menjauhi mu. Kau juga yang membuat ku terpaksa menerima perjodohan ku dengan Mey. Dan kau juga yang membuat ku sekarang berada di posisi ini." Jawab Velix tegas.
Mendengar kata kata itu Wandy semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan mereka. Mengapa Velix tiba tiba menyalahkan Jesi atas segala yang terjadi pada kehidupannya.
"Tanyakan pada Jesi, dia yang paling mengerti apa maksud dari perkataan ku tadi." Jawab Velix.
"Apa maksud mu? Aku tak mengerti dengan apa yang kau bicarakan. Aku pikir masalah di antara kita sudah selesai. Kau sudah menjalani kehidupan mu dengan baik. Tapi kenapa kau tiba tiba bicara seperti ini.?" Jawab Jesi.
"Sudahlah Jes, kau tidak akan pernah mengerti perasaan ku. Dari dulu kau tidak pernah percaya dengan apa kata ku. Kau pikir aku mencintai mu hanya karena ingin balas dendam. Padahal sama sekali tidak ada niat ku seperti itu." Jawab Velix.
"Heyy,, ada apa ini. Kalian bicara tentang cinta? Apa kalian pernah ada hubungan sebelum nya? Pantas saja kau begitu perhatian pada Jesi setelah kecelakaan itu tuan Velix. Aku pikir itu hanya sekedar rasa tanggung jawab mu saja pada Jesi. Ternyata... seperti ini kenyataannya?" Ucap Wandy.
__ADS_1
"Tanggung jawab kata mu? Tanggung jawab apa?" Tanya Jesi pada Wandy.
"Tuan Velix pemilik mobil yang menabrak sepeda motor mu waktu itu Jes." Jawab Wandy emosi.
Tiba tiba saja sebuah pukulan keras dari tangan Velix menghantam wajah Wandy.
"Apa yang kau katakan?" Ucap Velix sangat marah.
Velix sangat emosi saat mendengar Wandy berusaha memberitahu Jesi tentang pelaku dari penabrakan Jesi itu.
"Apa yang kalian lakukan..? Ku mohon berhentilah!" Ucap Jesi yang mencoba menghentikan perkelahian Velix dan Wandy.
"Tolong berhentilahhhh....." Teriak Jesi dengan sangat emosi hingga akhirnya membuat Jesi terjatuh ke lantai.
"*Jesiii...." Ucap Velix dan segera memeluk Jesi yang sudah terkulai lemas.
"Jes, Jes,,, ku mohon bangun lah. Jes*,,!" Ucap Velix sambil menepuk nepuk pipi Jesi, namun Jesi sudah tidak sadarkan diri.
Velix bergegas menggendong dan membawa Jesi ke rumah sakit. Velix berlari dengan begitu cepat menuju mobilnya.
Wandy mengambil inisiatif untuk menyetir mobil Velix. Mereka bergegas ke rumah sakit.
__ADS_1
"Jes, bangun lah Jes. Kau harus bangun Jes. Maafkan aku, ini salah ku. Ku mohon bangunlah Jess..." Ucap Velix.