Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Pulang ke Rumah


__ADS_3

Esok harinya..


"Ddrrrtt.... ddrrrrttt..... "


Ponsel Velix berdering.


"Hallo...! " Sahut Velix.


"Hallo, apa dengan tuan Velix saya bicara? " Sahut suara dari seberang yang ternyata adalah suster dari rumah sakit yang merawat Jesi.


"Iyaa,, saya sendiri. " Jawab Velix.


"Mohon maaf sebelumnya sudah mengganggu anda tuan. Kami dari pihak rumah sakit yang merawat Nona Jesi. Sesuai informasi yang kami dapatkan dari dokter, nona Jesi sudah bisa pulang hari ini. Maka pihak rumah sakit meminta untuk segera menyelesaikan semua administrasi nya. Saya menghubungi anda, atas permintaan anda sendiri tuan. " Jelas suster rumah sakit.


"Iyaa iyaa,, saya pasti akan bertanggung jawab atas semua biaya nya sampai dia pulih, tapi tolong jangan sampai ada yang tahu tentang hal ini. " Jawab Velix.


"Baik tuan, kami akan menjaga informasi ini. " Jawab suster.

__ADS_1


"Baiklah, tolong kirim tagihannya ke email saya, biar saya bisa transfer hari ini juga. " Jawab Velix.


"*Kami akan segera mengirim tagihannya tuan. Terima kasih.. " *Jawab suster rumah sakit.


Beberapa saat kemudian..


"Nona Jesi, administrasi rumah sakit nona sudah selesai. Nona bisa pulang sekarang. Tapi ingat nona, setiap minggu nona harus kembali untuk jalani therapy penglihatan di rumah sakit ini lagi. Jadwalnya sudah ada di sini. " Jelas suster jaga sambil memberikan sebuah map berisi lembaran riwayat kesehatan Jesi.


"Administrasinya sudah selesai? Siapa yang melunasi tagihannya suster? " Tanya Jesi.


"Apa maksud mu pemilik mobil yang menabrak ku itu? Siapa dia suster? " Tanya Jesi penasaran.


"Maaf nona, saya tidak punya data pribadinya. " Jawab suster sambil berlalu dari hadapan Jesi.


"Pemilik mobil yang sudah menabrak ku. Apa dia yang sudah membayar tagihan rumah sakit ini? Tapi kenapa dia tidak pernah menemuiku dan bicara dengan ku? " Tanya Jesi dalam hati.


"Nak, ayoo kita pulang nak. Tuan Wandy baru saja menelpon. Dia memberitahu kalau tagihan rumah sakit atas perawatan mu sudah lunas. Dia juga minta maaf belum bisa ikut menjemput mu karena masih banyak pekerjaan di kantor. " Jelas ibu Robiyah yang tiba tiba masuk dari balik pintu ruangan Jesi.

__ADS_1


"Apa tuan Wandy yang melunasi tagihan rumah sakit nya bu? " Tanya Jesi.


"Mungkin saja. Dia kan sangat mencintai mu. Dia seperti tidak suka melihat kau dekat dengan tuan Velix. Sepertinya dia cemburu. Hmm...ada ada saja..." Jawab Ibu nya Jesi.


"Sudahlah nak,, ayoo ayoo. Ayahmu sudah menunggu di mobil. " Sambung ibunya Jesi.


Dengan wajah sedikit bingung, Jesipun pergi meniinggalkan ruangan rumah sakit menuju mobil.


Ibu Robiyah sebenarnya sudah tahu bahwa Velix lah yang akan bertanggung jawab atas pengobatan Jesi. Tapi dia tak mau Jesi tahu tentang hal itu. Karena menceritakan hal itu pada Jesi sama juga menceritakan siapa yang menabrak Jesi waktu itu.


Jesi masih belum bisa berpikir banyak. Bagaimana mungkin dia akan menerima kenyataan bahwa temannya Velixlah yang menabraknya.


Ibu Robiyah juga memberitahu Wandy agar tidak menceritakan kejadian sebenarnya pada Jesi. Ibu Robiyah tak ingin Jesi kecewa jika mengetahui semua ini.


Dua hari sudah Jesi berada di rumah, tapi Velix sudah tidak pernah lagi menemui nya.


"Apa Velix tahu aku sudah diperbolehkan pulang oleh dokter? Apa dia menemui ku di rumah sakit dan aku sudah tidak di sana? Tapi kenapa dia tidak mencari ku di sini, bukankah dia sudah tahu rumah ku? " Ujar Jesi dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2