Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Ajakan Makan Siang


__ADS_3

"Apa kau baik baik saja?" Tanya Wandy pada Jesi.


Wandy memperhatikan perubahan sikap Jesi yang terlalu banyak diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa bertanya begitu?" Tanya Jesi.


"Aku perhatikan dari tadi kau hanya diam saja. Kalau aku boleh tahu, kau sedang memikirkan apa?" Tanya Wandy.


"Aku tidak memikirkan apa apa, aku baik baik saja." Jawab Jesi.


"Ini kunci kamar mu. Kamarku ada di sebelah situ. Hubungi aku jika membutuhkan sesuatu." Ucap Wandy sambil menunjukkan kamar Jesi.


"Terima kasih." Jawab Jesi meraih kunci kamarnya dan masuk.


"Dddrrrrttt.....dddrrrrttt......" Ponsel Jesi berdering.


"Velix" Gumam Jesi dalam hati saat melihat siapa yang menelponnya.


"Hallo tuan Velix, anda menelpon ku apa ada keperluan?" Sahut Jesi sesaat setelah mengangkat ponselnya.


"Tidak perlu terlalu formal. Aku hanya ingin mengobrol dengan mu." Jawab Velix.

__ADS_1


"Ada apa? Katakan saja." Jawab Jesi dingin.


"Besok setelah rapat, aku ingin kita makan siang berdua." Ajak Velix.


"Kenapa harus menunggu besok, katakan saja sekarang tuan. Aku tidak mungkin pergi makan siang tanpa tuan Wandy ikut dengan ku." Jawab Jesi.


"Aku ingin bicara hal pribadi dengan mu. Ada beberapa hal yang aku ingin kau tahu." Jawab Velix.


"Aku tidak perlu tahu apapun dari mu selain masalah pekerjaan. Aku rasa kita tidak perlu membicarakan hal pribadi lagi. Hubungan kita hanya masalah pekerjaan. Maaf aku tidak bisa memenuhi undangan makan siang mu." Jawab Jesi kesal dan langsung saja memutuskan teleponnya.


Velix sangat kecewa dengan sikap Jesi seperti itu padanya. Begitupun Jesi yang sangat merasa kesal dengan sikap Velix.


"Dia mau apalagi, hidupnya sudah bahagia. Untuk apa bicara masalah pribadi lagi dengan ku..Hmmm..." Ujar Jesi dalam hati.


Jesi terus saja memikirkan Velix. Dia tak habis pikir dengan Velix. Kehidupan Velix di sini sangat sempurna, Dia memiliki istri yang sangat cantik dan sangat ramah.


Kehidupannya juga sangat mapan. Lalu apa tujuannya masih ingin mengajak Jesi untuk sekedar makan siang dan membicarakan hal pribadi.


*Keesokan Harinya*


"Kau juga sarapan di sini?" Sahut Wandy pada Velix.

__ADS_1


Wandy sangat terkejut melihat Velix sudah berada di restoran hotel, dan sedang makan di sana.


"Aku sengaja ke sini untuk memastikan kalian berdua sudah sarapan atau belum." Jawab Velix santai.


"Aku rasa sebagai direktur perhatian mu ini sudah sangat berlebihan terhadap kami." Jawab Wandy seakan tahu apa maksud Velix untuk memilih sarapan di restoran itu.


"Jesi menolak ajakan makan siang ku hari ini, hanya karena tidak ingin meninggalkan mu sendirian. Jika kau mengizinkan sekretaris mu ini ikut dengan ku, aku yakin dia pasti akan mau makan siang bersama ku." Jawab Velix terus terang.


"Apa kau sudah gila, Jesi bukan barang yang kau perlakukan semaumu." Jawab Wandy sangat marah.


"Katakan saja kau izinkan atau tidak." Jawab Velix.


"Aku sangat menghormatimu sebagai atasan ku, tapi kali ini sikap mu tidak dapat ku maafkan." Jawab Wandy.


"Ada hal pribadi yang ingin ku bicarakan dengan Jesi." Jawab Velix.


"Apa kau tidak punya malu? Kau sudah memiliki istri, hidup mu sangat bahagia, istrimu sangat sempurna. Mau bicara hal pribadi apa lagi dengan Jesi. Sikap mu ini hanya akan menyakiti Jesi." Jawab Wandy.


"Menyakiti Jesi? Jesi tersakiti oleh ku? Apa hal ini mempengaruhi hatinya? Apa itu berarti.…?" Tanya Velix.


"Apa yang kau pikirkan, Jesi tidak akan terpengaruh oleh mu. Jesi adalah milik ku." Jawab Wandy.

__ADS_1


"Jika benar begitu, kau tidak perlu khawatir jika Jesi ikut dengan ku siang ini." Jawab Velix.


"Aku tidak akan ikut. Tujuan ku ke sini untuk memenuhi tugas dari direktur utama. Tidak ada hubungannya dengan pembicaraan pribadi yang kau maksud." Jawab Jesi tiba tiba yang sudah berada di belakang Wandy dan Velix.


__ADS_2