Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Keputusan Yang Sulit


__ADS_3

"Jesi.. Jesii... Tolong dengarkan aku dulu. Aku ingin bicara serius dengan mu. " Ucap Velix yang waktu itu sedang ngos ngosan mengejar Jesi yang berjalan sangat cepat seolah tak memperdulikannya.


"Velix, aku benar benar sangat terburu buru. Kalo hal penting yang kau maksud itu adalah hal yang kau bicarakan tempo hari, aku minta maaf, aku tidak bisa. " Jawab Jesi.


"Jes, aku yakin kau sangat mencintai ku. Ku mohon jujurlah pada ku sekali ini saja. " Pinta Velix memohon.


"Kamu salah Velix, aku tak mencintai mu. Kamu jalani hubungan mu dengan Mey saja. Mey sudah sangat tersakiti dengan kehadiran Desi. Aku tak mau lebih menyakitinya lagi." Jelas Jesi.


"Tapi Jess kau tak mengerti keadaannya. Ku mohon beri aku waktu bicara. Aku tak mau mengambil keputusan yang salah. " Jawab Velix setengah memaksa.


"Aku tak bisa bicara lebih lama sekarang Velix, aku sudah sangat terlambat untuk kuliah. Lain waktu saja yahh... Maaf aku harus kuliah sekarang. " Jawab Jesi yang kemudian berlari menuju ruang kelasnya.


"Ini hari terakhir ku di sini Jes. Aku harus mengambil keputusan hari ini juga. kenapa kau tak mau mendengarkan ku" Jawab Velix berusaha menahan Jesi, namun Jesi terlanjur pergi darinya seolah tak mendengar kata katanya itu.


Dengan berat hati Velix kembali ke rumah. ia harus segera memberi keputusan pada ayah angkatnya itu.

__ADS_1


"Bagaimana ini, apa aku harus pergi tanpa menikahi Mey? Ayah Mey pasti akan kecewa, dan ini akan berdampak buruk pada bisnis ayah. " Gumam Velix dalam hati.


"Jesiiii... kau membiarkan aku membuat keputusan ini sendiri. Aku bisa gila dibuatnya. " Ucap Velix berbicara sendiri pada dirinya.


Setibanya di rumah....


"Nak, Kau harus berangkat besok. Lusa adalah peresmian gedung kantor cabang yang baru dan sekaligus perkenalan pimpinan. Kamu harus berada di sana." Ucap Ayah.


"Baiklah ayah, aku akan berangkat besok. " Jawab Velix.


"Lalu,, Mey? Apa sudah kau putuskan. " Tanya ayahnya lagi.


"Tentu saja nak, Mey wanita yang sangat baik. " Jawab Ayahnya.


"Baiklah ayah, kalau begitu aku akan menikahinya. " Jawab Velix tak berdaya.

__ADS_1


"Nak, apa kau yakin? Jangan sampai kau menikahinya hanya karena permintaan Ayah. " Jawab Ayahnya meyakinkan.


"Ayah,, kepada siapa lagi aku akan mengorbankan kebahagiaan ku, kalau bukan padamu Yah.. " Jawab Velix.


"Ahh,, tidak nak. Ayah tidak ingin memaksa mu jika kau punya pilihan lain. Ayah menginginkan kau menikah dengan Mey karena dia wanita yang baik." Jawab Ayahnya.


"Memang benar ayah menjodohkan mu dengannya karena dia anak dari rekan bisnis ayah, tapi itu juga karena ayah merasa Mey akan menjadi istri yang baik untuk mu. Tapi ayah tak kan menghalangi mu jika kau punya kebahagiaan yang lain nak, " Jelas Ayahnya lagi.


"Tidak ayah, kebahagiaan ku yang lain sudah tidak ada. Kini kebahagiaan ku hanya ada pada mu. Aku akan menuruti semua permintaan Ayah. " Jawab Velix berusaha tegar.


"Baiklah nak jika seperti itu keputusan mu.Ayah akan bicara pada Ayahnya Mey untuk melangsungkan pernikahan mu setelah kau kembali dari sana. " Jawab Ayahnya senang.


"Akan sangat lama untuk aku kembali lagi ayah. bagaimana kalau pernikahannya kita langsungkan di sana saja. " Usul Velix


"Baiklah nak, terserah kau saja. " Jawab ayahnya menyanggupi permintaan Velix.

__ADS_1


Velix sengaja memberikan permintaan seperti itu agar ia bisa menjauh dari bayang bayang Jesi. Ia tak mau jika nanti ia akan berubah pikiran atas keputusannya jika ia masih bertemu Jesi lagi.


Keputusan ini sangat membahagiakan ayah angkatnya. Tidak mungkin untuk berubah lagi.


__ADS_2