
"Tok.. tok.. tok.. " Suara ketukan pintu dari luar kamar Velix terdengar.
"Velix, apa ayah bisa masuk nak? " Tanya ayah saat membuka pelan pintu kamar Velix dari luar.
"Silahkan ayah, masuklah. " Jawab Velix.
Velix yang saat itu dalam posisi terbaring segera bangun dan duduk di sisi ranjang nya.
"Nak, ada apa dengan mu. Ini sudah menjelang malam, dan kau belum makan siang sejak tadi. Ayah khawatir dengan mu nak. " Tanya ayah Velix.
"Aku tidak apa apa ayah, aku hanya kepikiran Mey. " Jawab Velix risau.
"Apa kau merindukan istri mu nak? " Tanya Ayah Velix.
"Entahlah ayah, sampai saat ini aku belum mengerti dengan perasaan ku pada Mey. Dia sangat baik, dan sangat sabar menghadapi sikap ku. Tapi akuuuuu...... " Velix tak dapat melanjutkan kata kata nya.
"Ada apa nak, apa kalian bertengkar? " Tanya ayah Velix.
"Tidak ayah, aku hanya merasa belum bisa menjadi suami yang baik untuk Mey. " Jawab Velix.
"Apa kau ingin Mey datang menemani mu selama di sini.? " Tanya Ayah Velix.
__ADS_1
"Bukan begitu ayah, aku tidak ingin mengganggu aktivitas Mey di sana. Bagaimana kalau rapat pimpinan itu kita percepat saja. Agar aku bisa segera kembali ke kota M. " Tanya Velix.
"Jika itu mau mu, aku juga setuju. Lagi pulaaa,, rapat itu tertunda karena mengingat kau masih harus bertanggung jawab pada Jesi di rumah sakit. " Jawab ayah Velix.
"Kekasih nya sudah bersama nya ayah. Kalau masalah biaya, aku bisa minta orang kantor untuk mengurusnya." Jawab Velix.
"Baiklah nak, besok lusa saja kita rapat. Aku akan memberitahu semua orang kantor tentang keputusan ini, agar mereka bisa mempersiapkan semuanya besok. " Jawab ayah Velix.
"Baiklah ayah,, agar besok nya aku sudah bisa kembali ke kota m. " Jawab Velix senyum.
"Baiklah nak,, " Jawab ayah Velix.
"Kalau begitu, ayoo makanlah dulu nak. " Perintah ayah Velix.
Di rumah sakit...
"Nona Jesi, kondisi anda sudah memungkinkan untuk istirahat di rumah besok nona. Tapi anda masih tetap harus rawat jalan untuk rutin terapi setiap minggunya. " Ucap dokter saat kunjungan malam.
"Alhamdulillah... Terima kasih dokter. " Jawab ibu Robiyah yang saat itu sedang berada di samping Jesi untuk menjaganya.
"Tapi tetap harus ingat, pasien belum bisa terlalu banyak bergerak dan terbebani dengan pikiran berat. Jadi walaupun sudah di rumah, anda belum bisa beraktivitas seperti biasa. Anda harus banyak istirahat nona. " Jelas dokter.
__ADS_1
"Iyaa dokter, saya pasti akan menjaganya. Sekali lagi terima kasih dokter. " Jawab ibu Robiyah.
"Sama sama Nyonya. " Jawab Dokter.
"Syukurlah nak kalau kau sudah bisa pulang besok. Ayahmu akan sangat senang mendengar nya. " Ucap ibu Robiyah.
Jesi hanya mengangguk sambil tersenyum menjawab perkataan ibunya.
"Oh yaa nak, ibu ingin tanyakan sesuatu pada mu. " Tanya ibunya Jesi tiba tiba.
"Ada apa Bu? " Tanya Jesi.
"Sebenarnya apa hubungan mu dengan tuan Wandy? " Tanya ibunya Jesi.
"Tuan Wandylah manager ku di kantor bu. Ada apa ibu tiba tiba bertanya hal itu pada ku.? " Tanya Jesi kembali.
"Emmm... tuan Wandy bicara pada ibu. Dia sangat mencintai mu. Dia meminta restu ibu untuk bisa menikahi mu. " Jelas Ibu Robiyah.
"Apaa? Lalu ibu jawab apa? " Tanya Jesi sedikit kaget.
"Ibu hanya bilang, ibu akan merestui setiap kebahagiaan mu. " Jawab ibu Robiyah.
__ADS_1
"Jawaban ibu tidak salah kan nak? " Tanya ibu Robiyah.