Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Berhasil


__ADS_3

"Selama menjadi sekretaris ku, tempat mu di sini. " Ucap Wandy sambil menunjuk sebuah kursi dan meja yang berada satu ruangan dengan nya.


"Apa tuan tidak salah? Bukannya sekretaris tuan ada ruangan sendiri? " Tanya Jesi seperti tak menyetujui jika ia harus satu ruangan dengan bos nya itu.


"Kamu itu sekretaris sementara. Ruangan itu masih tetap menjadi milik sekretaris lama ku. Jadi tak ada pilihan lain, kau hanya bisa duduk dan bekerja di sini saja." Jawab Wandy.


"Kenapa, apa kau keberatan duduk satu ruangan dengan ku? " Sambung Wandy.


"Emmm tentu saja tidak tuan. " Jawab Jesi pasrah.


"Kalau tidak keberatan, kenapa harus banyak bicara. " Jawab Wandy senyum sinis sambil pergi menuju tempat duduknya seolah menyudahi pembicaraan nya.


"Jesi, buatkan aku janji dengan tuan Erick dari perusahaan Mandiri besok. Mereka ingin melihat konsep iklan kita untuk produk mereka. Aku tak mau mereka kecewa dengan konsep yang kita tawarkan. " Perintah Wandy.


"Baiklah pak. " Jawab Jesi.


"Kau akan rasakan akibat nya jika kau gagal mempresentasekan ini di depan mereka. " Timpal Wandy.


"Apa.... aku yang harus mempresentasekannya pak? " Tanya Jesi terkejut.


"Biasanya itu yang dilakukan sekretaris ku. Kamu sekretaris ku sekarang kan? " Jawab Wandy tersenyum sambil berlalu dari hadapan Jesi.

__ADS_1


"Yaa ampun,, ini benar benar di luar dugaan ku. " Ujar Jesi dalam hati sambil menepuk jidatnya.


Keesokan harinya...


"Gimana Jes, sudah siap? " Tanya Wandy seperti mengejek.


"InshaAllah aku sudah siap tuan." Jawab Jesi yakin.


"Sepertinya kau sangat yakin sekali. Kau tau kan akibatnya akan sangat fatal jika kau gagal menarik hari mereka. " Jawab Wandy mengancam.


"Aku sudah mempelajari konsep ini dengan sangat matang. Aku juga sudah latihan semalaman untuk presentase ini. jika mereka tidak tertarik dengan konsep ini, berarti itu bukan salah ku tuan. Mungkin itu memang belum rezeki mu. " Jawab Jesi merasa kesal dengan ancaman Wandy.


"Meskipun itu bukan rezeki ku, tapi kau yang akan menanggung akibat nya. " Ancam Wandy kesal.


Wandy dan Jesi pun segera pergi ke sebuah caffe untuk menemui tuan Erick. Setelah saling menyapa, Jesi akhirnya memulai presentase nya itu.


Jesi menjelaskan satu persatu item pada konsep iklan yang sudah dibuat nya dengan sangat baik. Tuan Erick dan rekannya pun terkesan dengan kepintaran Jesi mengambil hati mereka.


Tawaran konsep bisnis itu pun akhirnya diterima oleh pihak perusahaan tuan Erick. Wandy sangat senang dengan keberhasilan Jesi itu.


"Ada untungnya juga gadis ini banyak bicara, dia menjelaskan konsepnya sampai ke akar akar nya." Ujar Wandy dalam hati sambil senyum kecil.

__ADS_1


"Tuan, kau harus memberi ku imbalan atas keberhasilan ku menarik hati tuan Erick. " Ucap Jesi dalam mobil saat perjalanan pulang.


"Baiklah, 20% keuntungan bisnis ini adalah milik mu. " Jawab Wandy.


"Tidak tidak,, bukan itu maksud ku. Aku ingin kembali sebagai staf saja. Kau bisa mencari sekretaris pengganti yang lain tuan. " Jawab Jesi.


"Apa kau bilang? Sudah ku duga kau tidak betah bersama ku. " Jawab Wandy terkejut.


"Aku lebih betah dengan pekerjaan ku sebagai staf tuan. Menjadi sekretaris mu itu sangat beban untuk ku. Aku belum cukup pengalaman tuan. " Jawab Jesi.


"Justru aku mulai berpikir untuk menggunakan dua sekretaris. Melihat sekretaris ku yang lama sudah bisa mandiri. Dia bisa ku minta untuk menggantikan ku di beberapa pertemuan. Jadi,,kau yang harus bersama ku di kantor. " Jelas Wandy.


"Banyak staf yang memiliki pengalaman kerja lebih dari aku kan tuan? " Tanya Jesi.


"Tapi yang bisa berhasil dan menarik hati klien hanya kamu. Eeiittttsss..... Jangan bicara lagi. Aku tidak suka penolakan mu. " Jawab wandy.


Jesi hanya bisa melirik ke wajah bos nya itu dengan wajah pasrah.


"Diam, berarti kau setuju. " Ucap Wandy beberapa saat kemudian.


"Kau yang meminta ku untuk tidak bicara lagi tuan. " Jawab Jesi sangat kesal.

__ADS_1


"Ha. ha. ha. ha. ha. ha.... " Wandy tertawa melihat Jesi yang begitu kesal terhadap nya.


__ADS_2