
"Jesi kecelakaan dan aku sampai tidak tahu hal itu terjadi. Yaa ampun,,, " Gumam Wandy dalam hati setelah menutup telepon dari pak direktur yang ternyata adalah ayah dari Velix.
Di rumah sakit Velix sangat mencemaskan kondisi Jesi. Dia dan ayah nya menunggu Jesi di depan ruang operasi.
Tapi di sisi lain Velix juga memikirkan hubungan Jesi dengan manager penjualan pada perusahaan ayah nya itu. Sudah sejauh mana hubungan Jesi dan tuan Wandy.
Velix tak berani menanyakan semua itu pada ayah nya langsung. Dia tidak mau ayah nya sampai tahu kalau Jesilah orang yang sangat di cintai nya, bukan Mey istrinya.
Tak lama kemudian, Wandy tiba di rumah sakit. Wandy menuju ruang operasi dengan langkah yang sangat cepat. Wandy benar benar sangat mengkhawatirkan keadaan Jesi.
"Pak direktur, maaf sudah merepotkan mu. " Sahut Wandy seketika saat melihat Ayah Velix yang sedang duduk di depan ruang operasi.
Melihat tuan Wandy, ayah Velix pun berdiri dan menjabat tangan Wandy.
"Aku yang harus minta maaf. Sebab anak ku ini tidak sengaja menabrak sepeda motor Jesi sekretaris mu. " Jawab ayah Velix sambil menunjuk ke arah Velix.
Melihat kejadian itu Velix bahkan tak berdiri atau menyapa Wandy. Sejujurnya ada rasa cemburu nya terhadap Wandy. Karena Wandy juga tak kalah tampan dengan nya.
__ADS_1
"Haii tuan Velix, senang bisa bertemu dengan mu." Sapa Wandy pada Velix.
Velix hanya mengangguk pelan sambil memperlihatkan senyum kecil nya itu.
"Nak, jelaskan pada tuan Wandy bagaimana kejadian nya." Minta pak direktur pada anak nya Velix.
"Supir ku tak sengaja menabrak nya. Saat diperempatan lampu merah motor nya melaju dengan sangat cepat. Padahal saat itu di sisi jalan nya masih harus berhenti. Sedangkan mobil ku dari sisi yang berlawanan sudah harus berjalan. Akhirnya begini lah akhir nya." Jelas Velix.
"Itu berarti bukan salah mu tuan. Mungkin Jesi masih kepikiran dengan masalah belakangan ini. Mungkin itu sebab nya dia tidak fokus mengendarai motor nya. " Jelas Wandy kemudian.
"Sudahlah nak, itu masalah pribadi mereka. Ayoo kita pulang saja. Tuan Wandy sudah ada di sini. " Ucap Ayah Velix.
"Tidak ayah, aku harus di sini. Aku sudah beritahu suster kalau aku yang akan bertanggung jawab pada pasien itu. " Jawab Velix menolak.
"Nak, kau akan tetap bertanggung jawab atas biayanya. Tapi bukan berarti kau yang akan menjaganya. Lagi pula kau baru tiba di kota ini, kau harus istrirahat terlebih dahulu. Kau bisa ke sini sesekali jika kau mau menjenguk nya. " Jelas ayah Velix.
"Iya tuan, benar kata ayah mu. Biar aku saja yang menjaga Jesi. Aku juga akan menghubungi keluarga nya, agar mereka tahu keadaan Jesi saat ini. " Jawab Wandy seketika.
__ADS_1
"Yang mana keluarga pasien? " Sahut dokter yang tiba tiba keluar dari kamar operasi.
"Kami rekan kerja nya dokter. Kami akan segera menghubungi keluarganya secepatnya. " Jawab Ayah Velix.
"Bagaimana keadaanya dok? " Tanya Velix sangat khawatir.
"Pasien mengalami cidera yang cukup parah pada kepala nya yang disebabkan benturan pada kecelakaan itu. Cidera nya cukup dalam, sehingga menyentuh urat syaraf mata nya. Ini mengakibatkan penglihatan pasien akan terganggu. Ada kemungkinan pasien tidak akan bisa melihat untuk sementara waktu. Tapi jika dilakukan terapi yang rutin dan teratur, penglihatan nya bisa segera berfungsi kembali. " Jelas dokter.
"Lalu bagaimana keadaan nya sekarang dok? " Tanya Wandy.
"Pasien sudah berhasil keluar dari kritisnya. Operasi dilakukan untuk memperbaiki sistem syaraf di kepalanya. Hanya saja perlu waktu dan terapi yang baik untuk penyembuhan luka dalam nya. " Jelas dokter.
"Apa saya bisa menjenguknya? " Tanya Velix yang mata nya sudah mulai berkaca kaca.
"Maaf tuan, kita tunggu sampai pasien sadar dulu. Karena ini berkaitan dengan sistem syaraf otak, maka pasien belum bisa memikirkan hal hal berat. Mohon untuk tidak membenani pikirannya. " Jelas dokter lagi.
Velix hanya mengangguk mendengar penjelasan dokter itu.
__ADS_1