
"Apa kau bilang? Mana ada sepasang kekasih tidak saling mencintai? Kalian sangat konyol. " Ucal Velix sambil tertawa.
Tapi di dalam hati Velix, sebenarnya dia ingin mencari tahu bagaimana hubungan Jesi dan Wandy.
"Jesi mencintai seseorang yang dia sendiri tidak pernah memberitahu ku siapa namanya. Itu sebabnya aku jadi bersikap seperti ini." Jelas Wandy.
"Kau mencintai seseorang dan itu bukan tuan Wandy Jes? Apa kau merasa sangat sulit melupakannya sampai kau tidak bisa mencintai tuan Wandy? " Tanya Velix pada Jesi.
"Apa yang sedang kalian bicarakan ini. Kalian benar benar tak paham dengan wanita yaa? " Jawab Jesi.
Velix dan Wandy bingung dan mengerutkan kening mereka mendengar perkataan Jesi.
"Bagi wanita, mengatakan isi hatinya itu sangatlah sulit meski pun sudah sepasang kekasih. Tak seperti kalian pria, yang seenaknya bilang cinta kepada wanita mana saja yang kalian sukai. " Jawab Jesi.
"Tapi benar kan kalau kau mencintai seseorang dan itu bukan aku? " Tanya Wandy memperjelas perkataan Jesi.
"Kau sudah menjadi kekasih ku tapi tak pernah paham dengan maksud dari perkataan ku. Kau keterlaluan tuan. " Jawab Jesi tersenyum.
__ADS_1
"Apa itu maksud mu...? " Tanya Wandy tapi belum berani meneruskan kata katanya
"Menurut mu? Tanya Jesi kembali.
"Apa selama ini kau menganggap ku sebagai kekasih mu? " Tanya Wandy.
"Semua orang bilang begitu kaan? Lalu kenapa kita berdua tidak. " Jawab Jesi.
"Kau serius dengan kata kata mu kan Jesi? " Tanya Wandy sekali lagi.
"Apa wajah ku terlihat sedang main main? " Jawab Jesi serius.
Wandy memeluk Jesi dengan sangat hangat. Ini pertama kalinya Wandy bisa merasakan memeluk Jesi. Wanita yang sudah lama Di cintainya itu ternyata hari ini menyerah dengan perasaannya.
"Baguslah kalau hubungan kalian sudah baik baik saja. Sepertinya aku harus ke kantor sekarang. " Sahut Velix ditengah hangatnya pelukan Wandy pada Jesi.
"Maaf tuan Velix, aku sangat bahagia sampai lupa dengan keberadaan mu " Jawab Wandy.
__ADS_1
"Bagaimana aku tidak bahagia, kalau akhirnya aku tahu orang yang dicintai Jesi dalam hatinya itu adalah aku sendiri. " Jawab Wandy sambil melepaskan pelukannya.
"Iyaa, tidak apa apa. Jesi aku pergi dulu yaa,, selamat berbahagia untuk kalian berdua. " Jawab Velix.
Kemudian Velix melangkah keluar dari ruangan Jesi. Sesekali dia menoleh ke belakang untuk bisa melihat Jesi lagi. Hatinya sangat sakit mendengar perkataan Jesi pada Wandy.
Jesi benar benar telah menguasai perasaannya. Ingin rasanya dia marah, tapi entah apa alasan untuk marah.
"Kau sudah pulang nak? Apa kau tidak ke kantor? " Tanya Ayah Velix saat melihat anak nya itu hanya pergi sebentar dan sudah kembali dengan wajah yang kusut.
Setelah dari rumah sakit, Velix memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Pikirannya sangat kacau dan tidak ingin lagi masuk kantor hari itu.
"Nak, ada apa dengan mu? " Tanya ayah Belix sekali lagi saat melihat anaknya tidak menjawab pertanyaannya itu.
"Aku merasa tidak enak badan ayah, karena itu aku segera pulang. Aku ingin istirahat ayah. " Jawab Velix segera berjalan menuju kamar tidur nya.
Velix terbaring di tempat tidurnya berjam jam. Selama itu juga pikirannya hanya tertuju pada kata kata Jesi saat di rumah sakit.
__ADS_1
"Kenapa Jes, kenapa setiap aku menaruh harapan pada mu, kau selalu mematahkannya.? " Gumam Velix dalam hati.