Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Makan Malam Bersama


__ADS_3

"Katakan saja jika kalian membutuhkan sesuatu, tidak perlu sungkan. Kalian adalah tamu ku di sini." Ucap Velix memulai pembicaraan di saat sedang makan malam.


"Kurasa kami tidak membutuhkan apa apa lagi, karena makanannya sudah sangat enak. Apa istri anda yang memasaknya tuan? Tanya Wandy pada Velix.


"Kamu benar, istriku yang memasaknya untuk kalian. Syukurlah kalau kalian suka." Jawab Velix.


"Wahh,, ku rasa dengan makanan seenak ini setiap harinya, anda mungkin akan sangat sering makan dirumah." Tanya Wandy.


Velix hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Wandy.


"Bagaimana dengan mu Jesi, apa masakan istri ku cocok dengan mu." Tanya Velix mengalihkan pembicaraan.


"Emm... ini enak sekali, terima kasih Nyonya Mey. Masakan anda benar benar tak ada tandingannya." Jawab Jesi sedikit gugup.


"Ahhh.... pujian itu sungguh berlebihan. Terima kasih. Aku senang bisa memasak untuk kalian." Jawab Mey ramah dengan senyuman.

__ADS_1


"Tinggalah di rumah kami selama berada di sini." Ucap Velix pada Wandy.


Wandy dan Jesi sedikit terkejut dengan permintaan Velix. Mana mungkin mereka bisa tinggal dirumah ini bersama Velix.


"Ohh... terima kasih tuan Velix, niat baik mu sangat kami hargai. Tapi kami tidak ingin lebih merepotkan mu lagi. Ini saja sudah lebih dari cukup." Jawab Wandy menolak.


"Aku akan sangat senang jika kalian menerima tawaran ku. Jangan salah paham dulu, banyak hal perusahaan yang ingin aku bicarakan dengan kalian. Jika kalian tinggal dirumah ku, maka waktu kita untuk berdiskusi akan lebih banyak." Jawab Velix sedikit memaksa.


"Kami hanyalah bawahan Anda tuan, mohon jangan bersikap seperti pada kami. Jika anda memerlukan, kami bisa bertemu anda kapan saja anda mau. Tapi izinkan kami untuk mencari tempat tinggal lain selama di sini." Jawab Wandy.


"Tidak perlu tuan, tuan tidak perlu menyiapkan kamar untuk kami berdua. Kami sudah mencari hotel yang lokasinya tidak jauh dari perusahaan. Jadi kami bisa pastikan anda tidak akan sulit mencari kami." Jawab Jesi sedikit tegas.


"Baiklah jika itu mau kalian." Jawab Velix sedikit tersentuh melihat ekspresi wajah Jesi yang sedikit tegas saat menolak permintaannya.


"Terima kasih untuk pengertian anda." Jawab Jesi.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam, Velix mengajak Wandy dan Jesi ke ruang tamu. Sementara Mey tetap berada di meja makan membersihkan piring kotor yang berserakan di meja.


"Bagaimana dengan hubungan kalian. Apa baik baik saja?" Tanya Velix membuka pembicaraan.


"Bukankah seharusnya kita bicara masalah pekerjaan saja?" Tanya Wandy mengalihkan pembicaraan.


"Jes, kau sudah kembali menjadi sekretarisnya. Apa penglihatan mu sudah baik baik saja.?" Tanya Velix seolah tak menghiraukan perkataan Wandy.


"Sangat baik, terima kasih sudah membiayai semua pengobatan ku." Jawab Jesi berusaha bersikap biasa.


"Itu sudah kewajiban ku, kau tak perlu berterima kasih." Jawab Velix.


"Hey hey, kalian sibuk reuni dan melupakan keberadaan ku di sini? Aku rasa kita harus pergi sekarang. Kami baru saja tiba, dan masih sangat lelah. Kami masih harus mencari hotel untuk menginap. Jadi, pertemuannya bisa dilanjutkan besok pagi di kantor saja. Bukan begitu tuan Velix?" Jawab Wandy tiba tiba.


Velix terdiam dan hanya sedikit menganggukkan kepalanya. Velix seperti ingin berbicara banyak dengan Jesi. Tapi ia sadar keadaanya masih tidak tepat.

__ADS_1


__ADS_2