
Esok harinya Wandy pergi menemui Jesi di rumahnya. Dia ingin melihat kondisi Jesi saat ini.
"Bagaimana keadaan mu Jes?" Tanya Wandy.
"Baik." Jawab Jesi.
"Mmm.... baguslah." Jawab Wandy.
"Tuan Wandy,," Sahut Jesi.
"Ada apa Jes, katakan saja." Jawab Wandy.
"Aku ingin berterus terang pada mu." Jawab Jesi.
"Tentang apa, katakan saja." Jawab Wandy.
"Sebenarnya,, aku memang tidak memiliki perasaan apapun terhadap mu sejak awal. Aku minta maaf, aku bukan bermaksud mempermainkan mu tuan. Waktu itu aku terpaksa mengakui mu sebagai kekasih. Aku minta maaf." Jelas Jesi.
"Apa kau benar mencintai Velix?" Tanya Wandy serius.
__ADS_1
"Aku tidak tahu. Waktu itu aku hanya ingin Velix tidak menaruh harapan apa apa lagi terhadap ku. Dia sudah beristri, dan aku ingin dia bisa menjalani hidup yang normal bersama istrinya. Aku tidak ingin mengganggu hubungan keduanya." Jelas Jesi.
"Jadi benar Tuan Velix mencintai mu" Tanya Wandy.
"Dulu aku pernah berusaha membuatnya menyukai ku, tapi di saat usahaku berhasil aku malah meninggalkannya. Sampai akhirnya aku tahu sekarang dia sudah menikah. Hehehe... hubungan yang sangat aneh kaan?" Jelas Jesi sambil sedikit tertawa.
"Tapi kau mencintainya kan Jes?" Tanya Wandy.
"Mungkin saja begitu, tapi aku terlambat menyadarinya. Sekarang semua itu sudah tidak penting lagi. Yang terpenting adalah dia bisa bahagia dengan kehidupannya yang sekarang." Jawab Jesi.
"Sudah jelas kau memang mencintai tuan Velix." Jawab Wandy kesal.
"Jes, ku mohon lupakan dia. Kau bisa mencoba mencintaiku. Aku janji aku akan membahagiakan mu. Kita akan menikah, dan perlahan aku akan membuat mu mencitai ku. Ku mohon Jes, hiduplah bersama ku." Ajak Wandy.
"Aku tidak perduli, aku sangat mencintaimu Jes. Aku siap membantumu melupakannya. Asalkan kita bersama." Jawab Wandy.
"Jangan korbanku dirimu hanya demi aku tuan. Kau adalah pria yang sangat baik. Aku yakin kau bisa dapatkan wanita yang bisa mencintaimu dengan tulus." Jawab Jesi.
"Lalu bagaimana dengan mu? Kau hanya akan sendiri memendam perasaan mu pada Velix tanpa ada harapan untuk bersatu dengannya. Ayolah Jesi,, ikutlah dengan ku." Ajak Wandy.
__ADS_1
"Tidak tuan, terima kasih. Tolong maafkan aku. " Jawab Jesi.
"Hmm... baiklah. Aku tidak akan memaksamu lagi. Tapi jika kau ingin kembali, aku akan menunggu mu." Jawab Wandy.
"Aku tidak akan datang, jangan menunggu ku." Jawab Jesi.
"Hhhmmmm baiklah jika itu mau mu. Tapi kita masih bisa jadi teman kan? " Tanya Wandy.
"Setelah mata mu sembuh, kembalilah bekerja di perusahaan. Posisimu masih kosong, aku tidak mungkin menggantinya dengan orang lain." Jawab Wandy.
"Baiklah, terima kasih. Kau memang sahabat yang baik." Jawab Jesi.
"Baru saja jadi teman, sekarang sudah jadi sahabat. Sepertinya hubungan kita akan cepat meningkat. Hehehehe" Jawab Wandy.
"Hahahaha.... Sudahlah, ayo pergilah. Aku harus istirahat sekarang. Jawab Jesi.
"Baik baik, aku pergi sekarang. Sepertinya kau sekarang sangat suka mengusir ku." Jawab Wandy bercanda.
"Aku bukan ingin mengusir mu, aku hanya tidak ingin kau terlalu repot dengan ku." Jawab Jesi.
__ADS_1
"Baiklah aku pergi, kau memang selalu merepotkan ku." Jawab Wandy sambil tertawa.
"Maafkan aku tuan,, semoga kau bisa menemukan cinta sejati mu. Hhmmm....." Ucap Jesi dalam hati setelah Wandy berlalu dan pergi dari hadapannya.