
"Apa kau tak kan memberikan kesempatan untuk ku sedikit pun. " Tanya Wandy mempertanyakan pertanyaanya tempo hari pada Jesi.
"Aku hanya tak mau memberi mu harapan. " Jawab Jesi sambil tersenyum.
"Sikap mu seperti itu membuat aku semakin penasaran dengan mu Jesi. " Jawab Wandy.
"Sudahlah, kau tak kan mendapatkan yang kau mau dari ku tuan. " Jawab Jesi.
"Ohh yaa... minggu depan ada rapat pimpinan. Seluruh pimpinan cabang dan devisi akan mengikutinya. Pimpinan dari perusahaan di kota M pun akan datang. Direktur utama langsung yang akan memimpin rapat ini. " Sela Jesi di tengah tengah pembicaraan.
"Baik, kau harus ikut dengan ku di pertemuan itu. " Jawab Wandy.
"Kenapa bukan sekretaris mu saja? " Jawab Jesi.
"Kamu juga sekretaris ku. Aku mau pergi dengan mu, jangan menolak" Jawab Wandi.
Jesi hanya terdiam tak bisa menolak permintaan Wandy.
"Jesi, ayo ikut makan siang dengan ku" Ajak Wandy saat sudah waktunya istirahat.
"Terima kasih tuan, aku sudah terlanjur janji dengan Jemmy" Jawab Jesi menolak.
"Kalau begitu kita makan siang bertiga saja" Jawab wandy.
"Kami hanya akan makan di pinggir jalan, itu sangat tidak cocok dengan dirimu tuan. " Jawab Jesi.
__ADS_1
"Siapa bilang,, ayoo pergi sekarang. " Jawab Wandy.
Wandy dan Jesi turun melalui lift. Mereka singgah sebentar ke ruangan staf untuk mengajak Jemmy. Jemmy terkejut saat melihat Wandy juga ikut bersama Jesi.
"Tuan juga akan ikut? " Tanya Jemmy.
"Kenapa, kau keberatan? " Tanya Wandy.
"Sama sekali tidak tuan, saya justru senang. " Jawab Jemmy sedikit takut.
"Jadi kau akan tetap ikut meski aku akan menyuruh mu untuk tetap di sini? " Tanya Wandy menyindir.
Mendengar kata kata Wandy, Jesi langsung menatap ke wajah Wandy. Seolah mempertanyakan maksud dari perkataan Wandy tadi.
"Aku akan makan berdua dengan Jesi. Apa kau akan tetap ikut? " Kata Wandy pada Jemmy.
"Ohh... tentu saja aku tidak akan nengganggu tuan dan Jesi. Silahkan jika ingin makan berdua tuan. Aku bisa pergi dengan teman teman yang lain" Jawab Jemmy mengerti dengan maksud atasannya itu.
"Apa maksud mu tuan, aku sudah janji duluan dengan Jemmy. " Ujar Jesi kesal.
"Sudahlah Jesi, tuan Wandy mungkin ingin berbicara penting dengan mu. Kita janjian lain kali saja. Ayol, pergilah.. " Jawab Jemmy.
"Kau lihat kan dia tak mau ikut dengan kita. Ayoo kita pergi sekarang atau waktu istirahatnya akan habis. " Jawab Wandy seraya menggandeng Jesi dari belakang.
Jesi tak bisa berkata apa apa kecuali menuruti perintah atasannya itu.
__ADS_1
"Kenapa kau suka sekali menolak ku Jes?" Tanya Wandy.
"Aku tak menolak mu, kau yang terlalu memaksa ku. " Jawab Jesi.
"Aku tak kan memaksa mu jika kau tak menolak permintaan ku. " Jawab Wandy.
"Dimana kau akan makan bersama Jemmy? Ayoo tunjukkan pada ku" Tanya Wandy.
"Kita makan di cafe atau restoran saja, apa yang akan dikatakan orang kantor jika melihat mu makan di tempat seperti itu" Jawab Jesi.
"Aku tidak perduli dengan mereka. Aku hanya Ingin mencobanya saja. " Jawab Wandy.
"Berhenti di depan, warungnya ada di sebelah kiri. " Jawab jesi.
"Gado gado? " Tanya Wandy.
"Tidak suka kaan? "Jawab Jesi mengangguk.
"Suka. Ayoo turunlah. " Jawab Wandy.
Wandy turun dari mobilnya dan kemudian berjalan sambil memegang tangan Jesi. Sontak semua yang makan di tempat itu kaget melihat tuan Wandy yang galak itu sekarang bisa bisanya berjalan mesra dengan Jesi.
Belum lagi mereka datang di tempat jualan pinggir jalan seperti ini. Mereka merasa tuan Wandy tidak seperti biasanya.
Gado gado itu memang tidak jauh dari lokasi kantor. Sehingga tak heran banyak karyawan dari kantor itu yang makan di warung makan itu.
__ADS_1