Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Rumah Sakit


__ADS_3

"Ddrrrttt.... Dddrrrrttt..." Ponsel Wandy berdering.


"Jes..." Sahut Wandy saat mengangkat telepon dari Jesi.


"Apa Velix sudah ketemu?" Tanya Jesi.


"Velix baik baik saja." Jawab Wandy.


"Apa maksudmu? Apa kau sudah bertemu dengannya. Di mana dia sekarang? Tanya Jesi sedikit khawatir.


"Hmm Velix di rumah sakit. Tapi kau tenang dulu, dia tidak apa apa." Jawab Wandy berusaha menenangkan Jesi.


"Apa yang terjadi dengannya? Katakan pada ku" Jawab Jesi mulai panik.


"Kau tenanglah dulu Jes, tenang." Jawab Wandy.


"Apa yang terjadi dengannya, katakan." Jawab Jesi memaksa.


"Velix mengalami kecelakaan saat mengendarai mobilnya menuju kantor. Tapi dia tidak apa apa. Kau tenang saja." Jawan Wandy.


"Kirimkan lokasinya pada ku, aku akan segera kesana." Jawab Jesi.


"Tidak perlu Jes... aku akan menjemputmu." Jawab Wandy.

__ADS_1


"Tidak, itu akan memakan waktu yang terlalu lama. kirimkan lokasinya sekarang, atau aku akan mencari tahu sendiri." Jawab Jesi sedikit mengancam.


"Baik baik" Jawab Wandy.


Setelah mendapat lokasi rumah sakitnya, Jesi bergegas menuju rumah sakit di mana Velix di rawat. Hatinya ingin segera bertemu dan melihat kondisi Velix saat ini. Tak bisa di pungkiri Jesi sangat khawatir dengan keadaan Velix.


Begitu tiba dirumah sakit, Jesi turun dari taxi dan berlari sekuat tenaganya. Seakan tak perduli dengan orang disekitarnya, dia terus berlari menuju ruangan tempat Velix di rawat.


Tiba tiba kakinya terhenti saat melihat Wandy dari jauh sudah berdiri menatapnya.


"Bagaimana dia?" Tanya Jesi sangat panik.


"Kamu tenang dulu, Velix baik baik saja. Di sini banyak orang, kendalikan dirimu." Jawab Wandy sambil berbisik pada Jesi.


"Dokter sedang menanganinya, kau duduklah dulu tenangkan hati mu." Jawab Wandy sambil mengajak Jesi duduk di sebuah kursi tunggu di depan ruangan Velix.


Jesi duduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Jesi berusaha untuk menenangkan hatinya sendiri. Meski sebenarnya perasaanya sangat ingin melihat keadaan Velix.


Tak berapa lama dokter yang menangani Velix keluar dari ruangan. Terlihat istrinya Mey dan asistennya menghampiri dokter untuk mengetahui keadaan Velix.


Melihat suasana itu, Jesipun melangkah mendekati dokter dan berdiri tepat di belakang Mey. Setidaknya dia juga bisa mendengar penjelasan dokter tentang kesehatan Velix.


"Bagaimana keadaan suami saya dok?" Tanya Mey pada dokter.

__ADS_1


"Tuan Velix baik baik saja. Terjadi sedikit benturan di kepalanya, yang menyebabkan dia pingsan. Tapi untung saja benturan itu tidak menyebabkan luka dalam. Hanya sedikit memar di kepalanya. Dalam beberapa jam tuan Velix akan sadar kembali. Tapi meski begitu, dia masih tetap harus dirawat setidaknya 2 hari di rumah sakit untuk memulihkan kesehatannya." Jelas dokter.


"Hhhmmmm.... terima kasih dok, terima kasih banyak." Jawab Mey.


Setelah dokter pergi, pandangan Mey tertuju pada Jesi di belakangnya. Dia melihat Jesi yang sangat khawatir dengan keadaan suaminya.


"Nona Jesi juga ada di sini?" Tanya Mey menyapa Jesi.


"Iya, maafkan jika mengagetkan mu nyonya." Jawab Jesi.


"Apa anda ingin menjenguk suami ku?" Tanya Mey.


"Tidak, silahkan nyonya menjenguknya. Saya sudah mau pergi bersama tuan Wandy." Jawab Jesi.


Tiba tiba Mey memegang pergelangan tangan Jesi. Kemudia menarik Jesi mengikuti langkahnya.


"Ayo kita masuk berdua saja." Ajak Mey sambil menarik tangan Jesi.


Jesi sangat terkejut dengan sikap Mey. Namun dia tak bisa menolak ajakan Mey. Tanpa disadarinya, Jesi juga mengikuti langkah Mey masuk ke ruangan Velix.


Jesi melihat keadaan Velix yang masih tak sadarkan diri itu. Seperti Jesi yang hanya melihat wajah Velix dengan diam, begitu juga yang dilakukan Mey.


"Bisakah kita bicara sebentar?" Tanya Mey yang tiba tiba menoleh pada Jesi.

__ADS_1


Jesi hanya mengangguk tanda setuju dengan permintaan Mey.


__ADS_2