
"Aku tidak ingin mengganggu rumah tangga kalian berdua." Jawab Jesi.
"Tidak Jesi, aku tidak bisa terus hidup dengan orang yang tidak bisa mencintai ku." Jawab Mey.
"Tapi kau sangat mencintai nya kan? Jadi jangan tinggalkan dia. Bagaimanapun keadaannya, kau harus tetap bersamanya." Jawab Jesi.
"Terkadang cinta memiliki nama lain, bahagia melihatnya bahagia. Aku akan sangat bahagia jika aku bisa mewujudkan keinginannya untuk bersama mu." Jawab Mey.
"Kaulah pasangan yang paling tepat untuknya nyonya." Jawab Jesi.
"Pasangan yang paling tepat untuknya adalah pasangan yang mencintainya dan juga dicintai olehnya. Dan hanya kamu yang bisa mewujudkan itu untuknya." Jawab Mey.
"Terkadang aku bertanya, apa kurangnya diriku di matanya hingga dia tidak bisa mencintai ku sedikit saja. Tapi setelah bertemu dengan mu hari ini, aku sudah tahu jawabannya. Aku memang tidak sebanding dengan mu." Sambung Mey.
"Itu tidak benar nyonya." Jawab Jesi.
"Kau sanggup menolaknya berulang kali demi kebahagiaanya, sementara aku berani mengambil keputusan menikah dengannya walau aku sudah tahu akan jadi seperti ini. Bahkan hingga bertahun tahun aku masih saja berharap perasaannya akan berubah terhadapku. Bukankah aku sangat bodoh?" Jawab Mey.
"Kau sudah berulang kali merelakannya, dan aku baru melakukan ini sekali tapi aku sudah merasa hatiku sangat sakit. Apa seperti ini yang kau rasakan setiap kali kau merelakan Velix bersama ku?" Sambung Mey dengan terisak.
__ADS_1
Mey menangis tak henti hentinya. Dia sangat merasakan sakit hati saat ingin melepaskan Velix bersama Jesi.
"Nyonya, tenangkan pikiran mu. Ayo ku antar kau pulang saja. Kau harus beristirahat nyonya." Jawab Jesi.
"Tidak, aku tidak akan pergi sebelum kau berjanji pada ku. Jess Jes, berjanjilah pada ku." Jawab Mey.
"Nyonya, kita bisa bicara ini lain waktu." Jawab Jesi.
"Aku akan segera mengurus perceraian ku dengan Velix, berjanjilah kau akan menjaganya dan membahagiakannya." Jawab Mey memaksa.
"Tidak nyonya, tuan Velix adalah suami mu dan selamanya akan tetap menjadi suami mu. Teruslah berada di sisinya, cepat atau lambat dia pasti akan mulai mencintai mu. " Jawab Jesi mengakhiri pembicaraan dan meninggalkan Mey di cafe itu.
Jesi kembali ke hotel dan segera mengemas semua pakaiannya.
"Kau sudah kembali?" Sahut Wandy yang kebetulan melihat Jesi kembali ke kamarnya.
"Kau mau kemana?" Tanya Wandy saat melihat Jesi sudah mengemas pakaiannya.
"Aku mau pulang hari ini." Jawab Jesi.
__ADS_1
"Jangan hari ini, kita bahkan belum melakukan rapat dengan perusahaan. Pekerjaan kita di sini belum selesai." Jawab Wandy.
"Baik, kau tetap di sini. Aku mengundurkan diri dari perusahaan ini. Jadi aku akan pulang duluan." Jawab Jesi.
"Apa kau bilang? Apa istri tuan Velix itu sudah memarahi mu, atau menghina mu mati Matian sampai kau ingin mengundurkan diri dari perusahaan?" Tanya Wandy.
"Sssttt.... jangan bicara yang tidak tidak. Kau mau ikut dengan ku atau aku pulang sendiri?" Jawab Jesi.
"Aku bisa saja ikut dengan mu, nanti aku bisa kembali lagi jika Velix sudah kembali pulih." Jawab Wandy.
"Kalau begitu cepat kemasi barang mu." Jawab Jesi.
"Tapi kau ceritakan dulu apa yang kau bicarakan dengan nyonya itu." Jawab Wandy.
"Itu bukan urusan mu. Pesan tiket untuk keberangkatan hari ini saja. Ayoo...!" Jawab Jesi.
"Heii... kau sekretaris ku, kau yang harus melakukannya." Jawab Wandy.
"Tapi kau yang punya nomor travelnya. Lagi pula kau juga kan yang memesan tiket untuk kita ke sini?" Jawab Jesi.
__ADS_1
"Baiklah baiklah,,, Huuufffttt....!" Jawab Wandy ketus.