Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Dia Ada Dalam Hati ku


__ADS_3

"Apa yang kau bawa di tangan mu? " Tanya Wandy memperhatikan Jesi yang sedang senyum setelah menemui Jemmy di luar ruangan.


"Jemmy membawakan aku makanan tuan, sepertinya dialah yang sangat mengerti bahwa aku sudah sangat lapar saat ini. " Jawab Jesi menyindir Wandy.


"Kalo begitu ayo ikut makan bersama ku. " Jawab Wandy.


"Tidak perlu tuan. Jemmy sudah membawakan makanan untuk ku. Aku akan makan di pantry saja. " Jawab Jesi menolak.


"Dari awal sudah ku katakan aku tidak suka penolakan mu. Kenapa kau masih tak mengerti? " Ucap wandy kesal.


"Huuufffttt... Baiklah, aku ikut dengan mu. " Jawab Jesi sangat kesal.


Jesi meletakkan kembali makanan pemberian Jemmy, dan ikut bersama Wandy untuk makan siang di luar.


"Ayoo di makan. " Sahut Wandy saat melihat Jesi tak memakan makanannya.


"Kau suka nasi padang kan? Aku memesankan nya untuk mu. Ayo makan lah. Bukankah kau sudah sangat lapar. " Sambung Wandy.


"Selera makan ku sudah habis tuan. Aku tidak lapar lagi sekarang. Kau makanlah..." Jawab Jesi.


"Kenapa kau tidak pernah menuruti kata kata ku. Kau satu satunya staf yang selalu membantah perintah ku. Apa kau ingin di pecat dari kantor ini? " Jawab Wandy.


"Aku lebih baik di pecat dari pada harus bekerja dengan bos tak punya hati seperti mu. " Jawab Jesi sangat marah.

__ADS_1


"Baik aku akan jujur pada mu. Aku memang sengaja menghalangi mu pergi makan siang dengan setumpuk pekerjaan. " Jelas Wandy.


"Sekarang kau akui kalau kau bos yang tak punya hati kaan? " Jawab Jesi.


"Aku melakukan ini karena aku tak mau kau pergi makan siang bersama Jemmy. Aku mau kau makan siang dengan ku. " Jelas Wandy.


"Bahkan untuk makan siang saja kau mengintimidasi bawahan mu. " Jawab Jesi bertambah kesal.


"Aku tidak mau kau dekat dengan Jemmy. Aku mulai mencintai mu Jesi. " Ucap Wandy.


Jesi sangat kaget mendengar pernyataan cinta Wandy. ia tak menyangka bos galak itu malah sudah mencintainya.


"Apa kau bilang tuan? Kau mencintai ku? " Tanya Jesi terkejut.


"Maaf tuan, tapi ini bukan yang ku harapkan. " Jawab Jesi.


"Aku tak kan memaksa mu untuk menjawab nya. Tapi jika kau sudah siap menjawab nya, aku harap itu bukan sebuah penolakan. " Jawab Wandy.


"Aku tak bisa memberikan jawaban lain selain penolakan tuan. " Jawab Jesi.


"Apa kau mencintai seseorang? " Tanya Wandy.


"Lebih tepatnya aku sangat sulit melupakan nya" Sejenak terlintas wajah Velix dalam ingatan Jesi.

__ADS_1


"Jemmy? " Tanya Wandy.


"Tidak tidak, Jemmy hanya teman ku saja. Kami tak punya hubungan apapun" Jawab Jesi.


"Lalu siapa? Aku sudah sangat memperhatikan mu selama ini. Kau tak punya teman dekat pria selain Jemmy bukan? " Tanya Wandy.


"Ada tuan, kamu saja yang tak melihatnya. " Jawab Jesi mulai berkaca kaca.


"Kau bisa tunjukkan pada ku. " Minta Wandy.


"Dia tidak di sini, dia hanya ada dalam hati ku" Jawab Jesi yang kemudian tak dapat menahan air matanya jatuh tepat di pipi nya.


Melihat Jesi yang menangis itu Wandypun sangat merasa sedih. Sepertinya Jesi sangat memendam cinta yang kuat dalam hatinya.


"Beruntung sekali pria yang bisa mendapatkan cinta mu seperti ini. Kalau aku jadi dia, aku tak kan sedetik pun meninggalkan mu sendiri. Dasar bodoh**" Ucap Wandy.


"Bukan dia yang bodoh, tapi aku." Jawab Jesi.


"Kau? " Tanya Wandy bingung.


"Sudahlah, bukan kah kita harus segera melanjutkan pekerjaan di kantor. Ayoo makanlah tuan, aku juga akan makan sekarang. " Jawab Jesi memutuskan pembicaraannya.


Wandy hanya mengangguk mengiyakan saja.

__ADS_1


__ADS_2