
"Sudah dengar jawaban Jesi? Jadi kuharap bersikaplah profesional, demi kemajuan perusahaan mu." Jawab Wandy.
Setelah berbicara dengan begitu tegas pada Velix, Wandy menarik tangan Jesi dan pergi meninggalkan Velix.
Velix yang melihat sikap Wandy hanya terdiam tanpa berbicara lagi.
"Apa kau baik baik saja?" Tanya Wandy pada Jesi.
"Sudah ku katakan aku tidak mau ikut dengan mu ke kota ini tapi kau terus saja memaksa." Jawab Jesi dengan suara yang sedikit keras menandakan kekesalannya pada Wandy.
"Maaf." Jawab Wandy merasa bersalah.
"Jika kau tidak ingin ikut ke perusahaan hari ini, aku tidak akan memaksa" Sambung Wandy.
Jesi mengangguk menyetujui saran Wandy. Jesi tidak ingin Velix terus bersikap seperti itu padanya. Sikap Velix benar benar sangat mengganggu pikirannya.
Setelah mengantar Jesi ke kamarnya, Wandy pergi untuk menemui Velix di perusahaan.
"Kau tak mengajak Jesi bersamamu?" Tanya Velix saat menyadari Wandy hanya datang sendiri ke kantornya.
__ADS_1
"Dia tidak bisa ikut, kita mulai saja pertemuannya." Jawab Wandy.
"Apa karena aku?" Tanya Velix.
"Aku tidak tahu." Jawab Wandy ketus.
Mendengar jawaban Wandy, Velix bergegas keluar ruangan. Dengan cepat dia melangkahkan kakinya ke parkiran kemudian mengendarai mobilnya menuju hotel Jesi.
"Tok tok..tok.." Pintu kamar Jesi diketuk.
Jesi segera membuka pintunya, tak disangka yang dilihatnya di balik pintu adalah Velix. Begitu terkejutnya Jesi sampai ingin menutup kembali pintunya, namun dihalangi oleh Velix.
"Ada apa dengan mu. Kau ingin aku bersikap biasa, tapi kau malah bersikap seperti ini." Tanya Velix.
"Aku tidak peduli dengan pertemuan itu. Aku hanya peduli padamu." Jawab Velix.
"Jes, apa kau masih berhubungan dengan Wandy? Apa kau bahagia dengannya?" Sambung Velix.
"Apa pedulimu?" Tanya Jesi.
__ADS_1
"Jelas aku peduli. Jika kau benar bahagia dengannya, aku bisa melepasmu. Tapi jika tidak, aku bisa memperjuangkan mu. Kita bisa hidup bersama." Jawab Velix.
"Apa apaan kau, kau sudah berumah tangga dan seenaknya bicara seperti ini dengan ku." Jawab Jesi.
"Jes, aku tahu kau mencintaiku. Walau kau tak pernah terbuka tapi aku tahu perasaan mu dari dulu." Jawab Velix.
"Lebih baik kau pergi sekarang juga dari sini. Pertemuannya sudah akan dimulai dan kau hanya di sini. Bagaimana jika ada yang melihat mu.?" Jawab Jesi.
"Aku tidak peduli dengan semua itu. Sudah ku katakan aku tidak peduli Jes. Sudah lama aku menunggu saat ini. Aku tidak bisa melepasmu lagi." Jawab Velix sedikit emosi.
"Lalu kau ingin aku bagaimana? Kau ingin aku mengakui perasaan ku pada mu, tapi kau sendiri sudah menikah. Hidupmu sudah bahagia Velix, apalagi yang kau inginkan dari ku?" Jawab Jesi yang sudah mulai meneteskan air mata.
"Maafkan aku, maafkan aku. Tapi aku tidak mencintai Mey. Aku hanya mencintai mu Jesi." Jawab Velix.
"Apa begini caramu untuk menghianati istrimu? Kau pikir aku akan percaya dan terpengaruh dengan kata kata mu?" Jawab Jesi.
"Tapi ini kenyataannya. Rumah tanggaku tidak seperti yang kau lihat. Kami berdua adalah orang asing di rumah itu. Itu semua karena aku tidak bisa melupakan mu." Jelas Velix.
"Kalau kau tidak percaya, kau bisa bertemu istri ku. Akan ku jelaskan semua padanya." Jawab Velix.
__ADS_1
"Tidak, dari awal kita memang tidak berjodoh. Hidup bahagia lah bersama istrimu. Mey adalah wanita yang baik." Jawab Jesi.
"Sampai kapan pun kau takkan mengerti perasaan ku." Jawab Velix.