
"Kau ingin bertemu dengannya nanti malam Jes?" Tanya Wandy sesaat setelah Velix pergi.
"Iya, sudah lama aku tidak mengobrol dengannya." Jawab Jesi.
"Kalau aku boleh tahu, bagaimana kalian bisa saling kenal?" Tanya Wandy sedikit cemburu.
"Ceritanya sangat panjang tuan, dan sudah sangat lama sekali. Aku sudah tidak begitu mengingatnya." Jawab Jesi menghindar.
"Tapi aku ingin tahu Jes. Kau kekasih ku. Di depan ku kau malah membuat janji dengan pria lain untuk bertemu. Kau sama sekali tak memikirkan perasaan ku." Jawab Wandy.
"Aku minta maaf. *Aku tak bermaksud membuat mu marah. Tapi kapan lagi aku bisa mengobrol dengan teman ku. Velix akan kembali besok dan aku belum sempat menyambutnya di kota ini. Itu saja." Jelas Jesi.
"Jadi kau ingin menyambutnya? Kalau begitu aku juga ikut. Aku juga ingin menyambutnya sebelum dia kembali besok*." Jawab Wandy.
"Tidak perlu kau ikut tuan Wandy. Kita hanya akan mengobrol hal lama, kau tidak akan mengerti." Jawab Jesi menolak.
"Tidak masalah, asal aku bersama kalian." Jawab Wandy.
"Tuan Wandy tolong, kali ini saja kau jangan mengganggu ku." Jawab Jesi kesal.
Wandy memegang kedua tangan Jesi dan mendekatkan wajahnya pada wajah Jesi.
__ADS_1
"Aku tak kan membiarkan mu sedetik pun dengan pria lain. Kau milik ku, dan akan selalu menjadi milik ku. Jangan keras kepala Jes." Jawab Wandy emosi.
Jesi tak berbicara lagi, dia hanya berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman Wandy. Kemudian Wandy pergi dengan sangat emosi.
\*\*\*
"Kau sudah berada di sini tuan Wandy?" Tanya Velix yang baru saja tiba di rumah Jesi untuk memenuhi permintaan Jesi bertemu dengannya malam ini.
Ternyata Wandy sudah lebih dulu menunggu di depan rumah Jesi sebelum Velix tiba.
"Kenapa tuan Velix, apa kau tidak senang melihat ku di sini?" Tanya Wandy.
"Apa maksud mu?" Tanya Velix.
"Jadi kau cemburu? Kau tidak suka jika aku membuat janji bertemu dengan Jesi malam ini?" Tanya Velix.
"Aku kekasihnya tuan Velix, mana mungkin aku membiarkannya bertemu dengan pria lain hanya berdua. Aku perlu tahu apa yang akan kalian bicarakan." Jawab Wandy.
"Kau tidak perlu khawatir tuan, aku dan Jesi hanya berteman saja." Jelas Velix.
"Aku percaya padamu tuan, lagi pula... kau sudah beristri kan, jadi tidak mungkin kau akan mengambil kekasih ku." Jawab Wandy menyinggung.
__ADS_1
"Kau bukan hanya harus percaya padaku, tapi kau juga harus percaya pada Jesi. Jika kau percaya Jesi mencintai mu, kau tak perlu khawatir dengan pertemuan ini" Jawab Velix kesal.
Setelah mengatakan hal itu Velix bergegas masuk ke rumah Jesi. Dia mengetuk pintu dan menanyakan Jesi pada asisten rumah tangga di rumah Jesi. Jesipun segera keluar untuk menemui Velix.
Wandy tak tinggal diam, diapun segera menyusul Velix untuk menemui Jesi.
"Hai Jes.." Sapa Wandy yang kemudian langsung menarik kepala Jesi dan mengecupnya.
Jesi berusaha menghindar walau tak sempat. Dia merasa sedikit sakit hati ketika menyadari kehadiran Wandy di antara pertemuannya dengan Velix.
"Kau tuan Wandy?" Tanya Jesi.
"Iya sayang, aku kekasih mu." Jawab Wandy menyindir Velix.
"Hai Jes.." Sahut Velix.
"Velix, kau kah itu? Ayo masuklah.." Jawab Jesi tersenyum mempersilahkan Velix masuk ke rumah.
"Kau tampak senang saat tahu tuan Velix juga ada di sini. Apa kau hanya mempersilahkan tuan Velix saja? Bagaimana dengan ku?" Tanya Wandy agak kesal.
" Masuklah tuan Wandy. Tidak perlu berbicara seperti itu." Jawab Jesi.
__ADS_1
Wandy menyadari Jesi tidak menyukai kedatangannya. Tapi Wandy tak mau membiarkan Jesi bertemu berdua saja dengan Velix.