Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Aku Jesi, Bukan Desi


__ADS_3

Jesi tak percaya dengan kata kata yang baru saja diucapkan Velix. Baginya terlalu cepat untuk Velix menggantikan Desi dengan Jesi. Atau mungkinkah Velix hanya bercanda saja. Jesi tak bisa menebak apa yang ada di pikiran Velix.


"Heyy ratu, apa yang kau pikirkan? Ayolah jawab pertanyaan ku. " Sahut Velix.


"Pertanyaan? " Tanya Jesi bingung.


"yaa... Pertanyaan. Kamu mau kan menjadi ratu ku? " Tanya Velix serius.


"Ratu? emm... maaf Velix, aku tak mengerti maksud mu. " Jawab Jesi mulai resah.


Velix berdiri dari tempat duduknya dan melangkah mendekati Jesi. ia berdiri tepat dibelakang Jesi. ia memegang lengan Jesi dan membisikkan sesuatu di telinga Jesi.


"Aku mencintai mu. Apa kau mau hidup bersama ku? "


"Hidup bersama? tidak Velix, aku yakin kamu hanya bercanda. Candaan mu ini sama sekali tidak lucu." Jesi semakin resah.


Velix tak tahan dan segera memeluk Jesi dari belakang. Jesi tak menyangka kini ia berada dalam dekapan laki laki itu. Pikiran Jesi semakin tak terkendali. Jesi takut kalau ini adalah rencana buruk Velix untuk balas dendam atas perlakuannya pada Velix.


"Apa yang kau lakukan. " Ucap Jesi dan segera melepaskan pelukan Velix.


"Apa kau tak percaya apa yang ku katakan? Kenapa kau merasa takut dengan ku? Tanya Velix yang baru menyadari warna merah ketakutan di wajah Jesi.


"Cukup Velix, hentikan semua ini. aku mau kembali ke kampus saja." Jawab Jesi menghindar.

__ADS_1


"Ada apa dengan mu Jes? Tolong bicaralah dulu dengan ku. Apa yang terjadi pada mu? Velix memohon agar Jesi tidak pergi.


"Tolong jangan halangi aku Velix. Aku belum bisa berpikir tenang saat ini. " Pinta Jesi yang matanya mulai berkaca kaca itu.


"Baiklah, jika itu mau mu. Aku antar ke kampus sekarang. " Ajak Velix.


"*Aku bisa pulang send.... "


Belum sempat Jesi melanjutkan kata katanya, Velix langsung bicara dengan suara yang cukup keras.


"*Kalau kau tidak mau ku antar, kau akan di sini selamanya. Aku tak membiarkanmu beranjak dari sini tanpa aku. " Ucap Velix.


"Baik, antar aku ke kampus saja. " Jawab Jesi menyerah.


Apa ini tentang Mey? Jesi melihat Mey bersamaku tempo hari. Apa itu yang membuat Jesi seperti sekarang ini? "Kata Velix dalam hati.


"Kalau kau tidak suka melihatku bersama Mey waktu itu, aku bisa menjelaskannya. " Ucap Velix memulai pembicaraan.


"Itu urusanmu, aku tak berhak untuk tidak suka. " Jawab Jesi.


"Jelas jelas sekarang kau marah. " Ujar Velix.


"Kau tidak mengerti apa yang sedang ada di pikirkan ku. " Jawab Jesi.

__ADS_1


Tiba tiba mobil berhenti. Velix sangat merasa kesal dengan tingkah Jesi yang tak dimengerti itu.


"Kalau begitu jelaskan pada ku supaya aku mengerti. " Jawab Velix dengan suara yang keras.


"*Aku bukan Desi, aku Jesi. Kau memperlakukan aku seperti Desi. Kau mencintai ku hanya karena kau kehilangan Desi. Kau hanya ingin aku menjadi Desi mu itu.


Dan tentang Mey, Bagaimana mungkin kau memberikan harapan kepada dua wanita sekaligus*. " Jelas Jesi kesal.


"Apa maksudmu? " Tanya Velix.


"Aku tak marah melihatmu sudah kembali bersama Mey. Aku hanya merasa kecewa kau juga menyatakan cinta pada ku. Sebenarnya apa rencana mu terhadap ku?" Jelas Jesi.


"Jes,, Jes,, kau salah paham. Akan kujelaskan, kau dengarlah baik baik. " Jawab Velix.


Jesi menangis sejadi jadinya saat ini. ia merasa Velix tidak benar benar mencintainya. ia takut Velix hanya akan mempermainkannya saja sebagai bentuk balas dendam Velix kepadanya.


"Sudahlah Velix, berhentilah memanggil ku ratu. Ku harap kau bisa memafkan kesalahan ku. Aku sungguh sangat menyesalinya. Berbahagialah bersama Mey. " Ucap Jesi.


"Terserah apa kata mu." Jawab Velix


"Aku sampai di sini saja. Terima kasih.. " Jawab Jesi pamit dan turun dari mobil Velix.


"Pergilah jika itu yang kau mau. " Jawab Velix pasrah.

__ADS_1


Velix melihat ketakutan yang sangat besar di wajah Jesi jika Jesi berada bersamanya. Memaksa Jesi untuk tetap bersamanya hanya akan menambah ketakutan Jesi saja. Itulah mengapa Velix membiarkan Jesi pergi darinya.


__ADS_2